Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Sulit Bedakan dengan yang Asli, Empat Karakter Canggih Uang Palsu Hasil Cetakan di UIN Makassar

badge-check


					Doktor Andi Ibrahim salah satu master mind, sindikat uang palsu yang discetak di gedung perpustakaan kampus UIN Alausidn, Makssar. Tumpukan barang bukti uang palsu yang sangat mirip dengan uang resmi yang legal. Foto: bangka,tribunnews.com Perbesar

Doktor Andi Ibrahim salah satu master mind, sindikat uang palsu yang discetak di gedung perpustakaan kampus UIN Alausidn, Makssar. Tumpukan barang bukti uang palsu yang sangat mirip dengan uang resmi yang legal. Foto: bangka,tribunnews.com

Penulis: Mulawarman | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MAKASSAR– Sebagian warga  masyarakat di wilayah Sualwesi Selatan saat ini trauma bahkan menolak memegang uang pecahan Rp 100.000, pasca dibongkarnya pabrik uang kertas palsu di dicetak gedung perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar,  yang telah mencatak uang palsu mencapai Rp 1000 triliun.

Pasalnya masyarakat awam mengalami kesulitan membedakan antara uang kertas asli dengan uang kertas palsu hasil cetak sindikat uang palsu yang dicetak di UIN Makassar, hal itu juga diakui oleh Kepala Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda.

Dia menyatakan bahwa uang palsu yang diproduksi oleh sindikat UIN Makassar sangat sulit dibedakan secara kasat mata dengan uang asli.

“Pembuatan uang palsu tersebut bahkan menggunakan benang khusus yang menyerupai uang aslinya,” kata Rizki, pada saat mengikuti acara konferensi pers bersama Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, di mapolres Gowa, 19 Desember 2024 silam.

Hasil cetakan uang palsu di UIN Alauddin Makassar dilaporkan mencapai nilai yang sangat fantastis, yaitu hampir Rp 1.000 triliun. Menurut Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, dalam konferensi pers, terdapat barang bukti berupa surat berharga negara (SBN) dan sertifikat deposit Bank Indonesia (BI) yang memiliki nilai sangat tinggi, termasuk satu lembar sertifikat senilai Rp 700 triliun dan satu lembar kertas foto kopi sertifikat deposit BI senilai Rp 45 triliun

Dari hasil pemeriksaan, kata Kepala BI itu, barang bukti uang palsu yang diamankan dari tangan para tersangka sangat mirip dengan uang asli jika dilihat secara kasat mata.  Diteliti lebih detail, bahwa uang palsu buatan sindikat uang palsu bermarkas di UIN Alaudin itu, mempunyai karakteristik canggih, yaitu:

Uang palsu yang dihasilkan dari pencetakan di UIN Alauddin Makassar memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya sulit dibedakan dari uang asli. Berikut adalah beberapa poin utama mengenai kualitas dan karakteristik uang palsu tersebut:Mirip dengan Uang Asli: Kepala Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, menyatakan bahwa uang palsu yang diproduksi sangat mirip dengan uang asli, jika dilihat secara kasat mata. Ini termasuk detail-detail kecil yang sering kali menjadi indikator keaslian.

Mesin Cetak Modern: Pelaku menggunakan mesin cetak canggih, di mana salah satu mesin yang digunakan dibeli seharga Rp 600 juta dari Surabaya. Ini menunjukkan bahwa pelaku berinvestasi besar untuk menghasilkan uang palsu berkualitas tinggi.

Benang Pengaman: Uang palsu ini juga dilengkapi dengan benang pengaman yang menyerupai uang asli, meskipun tidak sepenuhnya memiliki fungsi keamanan yang sama. Hal ini membuatnya lebih sulit untuk dideteksi oleh orang-orang yang tidak teliti.

Strategi Distribusi: Pelaku memasarkan uang palsu melalui jaringan distribusi yang luas, termasuk melakukan transaksi di pasar-pasar untuk mengedarkan uang tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan

Desain dan Warna: Uang palsu ini memiliki desain dan warna yang cukup baik, sehingga sulit untuk dibedakan dengan uang asli hanya dengan melihatnya. Namun, Bank Indonesia memperingatkan bahwa meskipun terlihat mirip, kualitas pencetakan biasanya tidak sebaik uang asli.

Meskipun demikian, hasil cetak  uang palsu ini tampak mirip, mereka tidak memiliki fitur keamanan asli seperti efek safeting color dan mikroteks pada uang resmi yang asli.

Ini adalah aspek penting yang dapat digunakan masyarakat untuk membedakan antara uang asli dan palsu. Dengan kombinasi dari faktor-faktor ini, uang palsu hasil cetakan di UIN Alauddin Makassar menunjukkan tingkat kehebatan dalam hal keserupaan dengan uang asli, meskipun tetap ada cara untuk mengenali perbedaannya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Trending di News