Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Hasil Tes DNA Jenazah yang Ditemukan adalah Surakman Awak Arupadatu 1, Posisi 380 Km di Perairan Enggano

badge-check


					Polisi Bengkuku telah mencocokkan hasil tes DNA dengan jenazah yang ditemukan di perairan P. Enggano, ternyata Surakhman, 60, kru perahu Arupadatu I, yang angkut 5 jurnalis peliput erupsi Anak Krakatau. Foto: instagtam@tuturmediadigital Perbesar

Polisi Bengkuku telah mencocokkan hasil tes DNA dengan jenazah yang ditemukan di perairan P. Enggano, ternyata Surakhman, 60, kru perahu Arupadatu I, yang angkut 5 jurnalis peliput erupsi Anak Krakatau. Foto: instagtam@tuturmediadigital

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BENGKULU — Misteri identitas jenazah pria tanpa nama yang ditemukan mengapung di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, akhirnya terjawab secara resmi.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan / Pusdokkes Polri mengumumkan hasil pencocokan DNA pada 23 September 2026: jenazah tersebut adalah Surakman atau Sukarman (60), warga Carita, Pandeglang, Banten, salah satu anak buah kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Pengujian laboratorium menunjukkan profil DNA jenazah identik dan cocok secara genetik sebagai ayah biologis dari putra kandung korban, Yayan atau Yayat.

Kesimpulan ini diperkuat pula dengan ciri pakaian yang dikenakan — celana pendek warna hitam — yang dikenali keluarga sebagai milik almarhum.

Surakman adalah salah satu dari delapan orang yang berada di atas KM Arupadatu I saat kapal berangkat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Rombongan terdiri dari lima jurnalis dan tiga orang awak kapal, semuanya dinyatakan hilang kontak sejak hari itu.

Jenazah ditemukan terdampar di pesisir Pulau Enggano pada 12 September 2026, tepat hari kelima sejak hilangnya kontak.

Jarak penemuannya ratusan kilometer dari titik terakhir kapal tercatat, menunjukkan bagaimana arus laut membawanya melintasi perairan selama masa pencarian.

Setelah diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu dan dipastikan melalui tes DNA, jenazah dijadwalkan diterbangkan dari Bengkulu ke Banten untuk diserahkan secara resmi kepada keluarga di Pandeglang.

Penemuan ini menjadi titik terang pertama dari delapan orang yang hilang. Hingga pengumuman ini disampaikan, tujuh orang lainnya — para jurnalis serta dua awak kapal lain — belum ditemukan dan upaya pencarian terus digelar.

Pemerintah daerah serta tim pencari bersama berjanji tidak menghentikan penyisiran perairan hingga ada hasil bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.

Kronologi

  • 7 September 2026 — KM Arupadatu I berangkat dari Banten membawa 5 jurnalis + 3 awak kapal (termasuk Surakman) menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput erupsi
  • 7 September 2026, siang/sore — Kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda; tidak ada komunikasi kembali
  • 8–11 September 2026 — Tim gabungan melakukan pencarian, belum menemukan jejak kapal maupun penumpang
  • 12 September 2026 — Jenazah pria tak dikenal ditemukan terdampar di pesisir Pulau Enggano, Bengkulu; diambil sampel DNA dan dikirim ke laboratorium DVI Pusdokkes Polri
  • 13–22 September 2026 — Pencocokan DNA dilakukan dengan sampel dari keluarga korban, khususnya putra kandung almarhum, Yayan/Yayat
  • 23 September 2026 — Tim DVI Pusdokkes Polri mengumumkan hasil resmi: cocok 100% = Surakman/Sukarman (60), awak kapal KM Arupadatu I
  • Setelah 23 September — Jenazah dijadwalkan diterbangkan Bengkulu → Banten untuk diserahkan ke keluarga di Pandeglang
    – Saat ini — Surakman ditemukan; 7 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dicari.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

351 Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Keracunan MBG: 6 Rawat Inap 19 Kondisi Memburuk Dirujuk ke RSUD

23 September 2026 - 23:02 WIB

Siap Dibawa ke Ranah Hukum, Gus Ipul: Fitnah Ada Aliran Dana Rp480 M ke Muktamar 35 NU di Jombang

23 September 2026 - 22:25 WIB

244 Anak Siswa PAUD/ TK Kecamatan Bawang Batang Dibawa ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan Masakan MBG

23 September 2026 - 21:48 WIB

Menelisik Akar Terorisme (60): Manifesto Komunis Lahirkan Kaum Bolshevik

23 September 2026 - 21:07 WIB

KPK Geledah Kantor ATR/ BTN Mojokerto, Operasi Kelima setelah Bogor

23 September 2026 - 20:40 WIB

Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Hakim Jatuhkan Vonis Hukuman Mati kepada Agus Sulaiman Pembunuh Adik Ipar

23 September 2026 - 15:40 WIB

Puluhan Ibu dan Anak Diangkut ke RSUD Kalisari, Diduga Keracunan PMT dari Posyandu Rawabelang Batang

23 September 2026 - 00:21 WIB

Kasus Hoki Minaya Terulang di Lumajang, Holi Menguber dan Tabrak Pencuri Motor Miliknya Hingga Tewas di Ranuyoso

22 September 2026 - 20:34 WIB

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Trending di News