Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Perkuat Pasokan Beras Premium

badge-check


					Ilustrasi beras Perbesar

Ilustrasi beras

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM. JAKARTA-Pemerintah meminta Perum Bulog memperkuat pasokan beras premium ke pasar ritel modern untuk mengantisipasi potensi kekosongan stok setelah 25 merek beras fortifikasi ditarik dari peredaran karena diduga tidak sesuai standar.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Bulog memiliki stok beras premium yang cukup sehingga perlu segera mengoptimalkan penyalurannya ke pasar, khususnya toko-toko ritel modern.

“Beras premium kami minta Bulog optimalkan men-supply, karena stoknya banyak. Agar masuk ke toko-toko ritel modern itu segera di supply,” kata Mentan dijumpai di Gedung Parlemen, Rabu (16/9/2026).

Hal ini merespon potensi adanya kelangkaan stok beras usai Mentan mengumumkan ada 25 merek beras fortifikasi yang diduga tak sesaui standar.

Mentan pun memastikan beras itu akan segera ditarik peredarannya di pasar jika memang terbukti melanggar ketentuan dari pemerintah.

“Sekarang beras fortifikasi yang melakukan manipulasi akan ditindak tegas, dihukum dengan seberat-beratnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Amran yang juga menjadi Kapala Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini menengaskan bahwa pemerintah juga memperketat pengawasan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Amran mengatakan bahwa pihaknya sudah menugaskan pejabat Bapanas untuk mencabut izin produsen yang terbukti melanggar seluruh kebijakan pangan pemerintah.

“Misalnya yang melanggar kemarin yang fortifikasi, izinnya dicabut, engga boleh lagi memasarkan beras di Indonesia,” tegas Amran.

Sementara itu, Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Hermawan menegaskan bahwa masyarakat tak perlu khawatir akan ada kekosongan stok beras di pasar.

Dia mengakui memang saat ini terjadi penarikan terhadap 25 merek beras fortifikasi yang diduga tak sesuai standar di yang sudah tersebar di berbagai pasar ritel.

Walau begitu, dirinya menyebut bahwa masih banyak jenis beras berkualitas premium yang terjual di pasar-pasar tradisional.

“Kalau di ritel memang hampi seluruhnya sudah ditarik. Untuk beras premium masyarakat tidak prlu cemas karena itu masih ada di pasar tradisional,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi gejolak harga, Bapanas telah membentuk Satgas Pengawasan Beras baik premium maupun medium.

Menurutnya, satgas ini akan bertugas untuk memastikan beras yang dipasarkan tidak melampui Harga Eceran Tertinggi (HET) baik untuk jenis medium ataupun premiumnya. “Jadi itu yang sedang kita awasi dan kita evaluasi sekarang,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuntut UMP Naik 9,5%, Buruh Siapkan Aksi Besar Oktober

16 September 2026 - 19:12 WIB

Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus buat Hadapi Aturan Wajib Halal

14 September 2026 - 19:01 WIB

Gempa M 5,2 Malang Tak Begitu Dirasakan Warga, Ini Penyebabnya

14 September 2026 - 18:36 WIB

,Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Kompak Naik, Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026

13 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Emas Antam Loyo, Turun Sedalam Ini Sepekan

13 September 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90 Ribu/Kg

13 September 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Harga Pertamax Bisa Tembus ke Rp 20.000

11 September 2026 - 18:41 WIB

Akhir Bulan Ini Semua SPBU Bisa Jual B50

11 September 2026 - 18:32 WIB

Jasa Marga Ungkap Daftar Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi

9 September 2026 - 19:17 WIB

Trending di Nasional