Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

badge-check


					Ruang IGD RSUD Jombang dipenuhi pasien siswa SMPN1 Kabuh, yang menderita keracunan, Kamis siang 3 September 2026. Foto: jombang_infirmasi Perbesar

Ruang IGD RSUD Jombang dipenuhi pasien siswa SMPN1 Kabuh, yang menderita keracunan, Kamis siang 3 September 2026. Foto: jombang_infirmasi

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG — Berantai tiga hari berturut turut insiden keracunan MBG mulai Sidoarjo, Nganjuk. Hari ini, Kamis 3 September 2026, terjadi di SMPN Kabuh, Jombang.

Sekitar 256 siswa beserta 4 guru di SMP Negeri 1 Kabuh dilaporkan jatuh sakit serentak usai menyantap paket makan siang program tersebut.

Kronologi
  • Waktu Konsumsi: Para siswa menyantap menu MBG pada hari Rabu, 2 September 2026 sekitar jam makan siang. 
  • Munculnya Gejala: Korban mulai merasakan efek samping seperti mual, muntah, pusing, perut melilit, hingga diare cair sejak Rabu sore hingga puncaknya pada Kamis dini hari. 
  • Kondisi Makanan: Menurut kesaksian beberapa siswa, menu lauk udang saus padang mengeluarkan aroma yang kurang sedap dan rasa sayurannya agak pahit. 
Jumlah Korban
  • Total Terdampak: Data terbaru dari Kepala Dinas Kesehatan Jombang mencatat 256 siswa dan guru menjadi korban. Sebanyak 61 anak dilarikan ke Puskesmas Kabuh, 7 siswa ke Klinik Pratama Ploso, dan 8 siswa ke Klinik Asyifa. 
  • Status Rawat: Mayoritas korban diperbolehkan pulang untuk rawat jalan setelah diobservasi karena gejalanya masih bisa ditahan. Namun, 7 siswa masih harus menjalani rawat inap intensif dan diinfus di Puskesmas Kabuh akibat nyeri perut hebat dan diare konstan. 
Respon
  • Penyuplai Makanan: Menu MBG tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang berlokasi di Dusun Brumbung, Desa Mangunan, Kabuh, di bawah naungan Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta. 
  • Langkah Hukum: Pihak kepolisian setempat telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, mengamankan barang bukti sampel makanan, serta mendalami dugaan kelalaian pengelola dapur. 
  • Penghentian Sementara: Akibat insiden ini dan adanya trauma pada murid, pihak sekolah menolak dan mengembalikan kiriman menu MBG yang datang hari ini agar tidak didistribusikan. 

Kepala Dinkes Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widada, mengonfirmasi jumlah korban tervalidasi mencapai 256 orang. Gejala klinis yang dilaporkan meliputi mual, muntah, diare, dan lemas. 
  • Investigasi Sampel: Dinkes telah mengamankan sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan berupa udang, nasi, sayur, pepaya, dan air minum untuk diuji laboratorium di Surabaya. 
  • Dugaan Awal: Berdasarkan rilis resmi, Dinkes menyatakan keluhan massal ini mengarah pada indikasi dugaan intoleransi makanan atau kontaminasi bahan tertentu. 
  • Evaluasi Izin: Dinkes juga akan meninjau ulang Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur penyedia.
Kepolisian sektor setempat dan Polres Jombang langsung turun ke lokasi kejadian begitu laporan diterima. 
  • Penyelidikan Kelalaian: Polres Jombang sedang melakukan investigasi mendalam guna mencari tahu adanya unsur kelalaian dari pihak pengelola SPPG (Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta). 
  • Pengamanan Bukti: Polisi telah mengumpulkan barang bukti sisa makanan serta meminta keterangan dari saksi pihak sekolah maupun penyedia.
Melalui pihak sekolah SMPN 1 Kabuh, koordinasi langsung dilakukan untuk memitigasi dampak perluasan. 
  • Pencegahan Berlanjut: Sebagai langkah antisipasi instan, menu kiriman Makan Bergizi Gratis (MBG) yang datang pada hari Kamis (3/9/2026) langsung ditolak, dikembalikan, dan dilarang keras untuk didistribusikan ke siswa.
  • Pendataan Siswa: Dinas Pendidikan mendampingi pihak sekolah untuk mendata berkala kondisi siswa yang menjalani perawatan mandiri di rumah maupun rawat jalan di fasilitas kesehatan terdekat. **
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Setelah Sidoarjo, Keracunan MBG Terjadi Nganjuk: 53 Siswa dan Satu Guru SMAN 3 Dibawa ke Rumah Sakit

2 September 2026 - 21:00 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:09 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:27 WIB

Keracunan MBG Sidoarjo: 566 Santri/ Siswa Dirawat dari 19 Pondok dan Sekolah

2 September 2026 - 14:57 WIB

120 Santri Manba’ul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Gus Wachid: Seluruh Penderita Dirawat RS Rujukan

1 September 2026 - 21:48 WIB

Menelisik Akar Terorisme (51): Kebengisan Klan Bhowani dan Phansigar

1 September 2026 - 19:09 WIB

Trending di News