Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

badge-check


					ilustrasi Perbesar

ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pendiri Microsoft, Bill Gates, baru saja merilis esai mendalam di blog pribadinya Gates Notes yang memperingatkan bahwa Kecerdasan Buatan (AI) dapat memicu pergolakan ekonomi masif dan membahayakan umat manusia karena perkembangannya yang terlalu cepat dan tidak diimbangi dengan rencana regulasi yang matang dari pemerintah maupun industri teknologi.

Berbeda dengan revolusi industri masa lalu yang memakan waktu beberapa generasi, AI diprediksi akan mengubah lanskap kerja secara drastis hanya dalam waktu satu dekade

AI bukan sekadar alat bantu, melainkan substitusi kemampuan berpikir manusia karena bisa melihat, mendengar, berbicara, dan bernalar.

Begitu AI mampu menghasilkan pekerjaan yang hampir tanpa eror, perusahaan memiliki insentif ekonomi penuh untuk membiarkan AI bekerja mandiri tanpa pengawasan manusia.

Pekerjaan tingkat pemula dan menengah di bidang hukum, layanan pelanggan, pemrograman, manufaktur, bahkan konstruksi dan perhotelan terancam hilang selamanya.

Bill Gates mengkritik industri teknologi yang dianggap sengaja meremehkan risiko AI demi keuntungan finansial.Ia menegaskan bahwa saat ini belum ada rencana matang dari para pemimpin dunia untuk meredam guncangan sosial dan ekonomi akibat gelombang pengangguran massal ini.

Solusi Bill Gates
– Mengusulkan pengenaan pajak atas pendapatan perusahaan yang menggunakan “token” atau keluaran AI untuk menggantikan tenaga kerja manusia, guna mendanai jaring pengaman sosial.
– Pemerintah disarankan mengelompokkan atau mempertahankan sekitar 40% pekerjaan agar tetap dikerjakan manusia, terutama sektor yang membutuhkan empati, interaksi sosial, dan perawatan langsung (seperti pengasuhan).
– Mendorong pembentukan badan pengawas global mirip dengan sistem inspeksi nuklir atau keselamatan penerbangan internasional untuk mengontrol model AI canggih agar tidak disalahgunakan oleh pihak jahat, seperti membuat senjata biologis atau virus komputer.****

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Elon Musk Pamer Mobil yang Bisa Terbang

16 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Kardinal Pietro Parolin Gantikan sementara Tugas Paus Leo XIV

15 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Dari Matras Kamar Sempit hingga Raksasa Teknologi: Kisah Ren Zhengfei Membangun Huawei Lewat Badai Krisis

10 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dari Inggris hingga Singapura, Penolakan Gugatan Ijazah Wapres Jadi Perhatian

7 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Christa Pike Dua Kali Diinjeksi Mati, Namun Tetap Hidup

2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Drama Berdarah di Balik Kokpit Flydubai Tujuan Israel 

1 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Kemenpar- KJRI Dukung Rute Baru Hong Kong-Surabaya

29 September 2026 - 20:48 WIB

Kian Liar, AI Gemini Bobol 3 Perusahaan Nyata Saat Uji Coba Keamanan

21 September 2026 - 18:49 WIB

Setiap Ketukan “Prompt” AI Diam-Diam Menguras Listrik Jepang dan Air Afrika

20 September 2026 - 17:38 WIB

Trending di Internasional