Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Ratusan Orang Diungsikan, Sudah 5 Hari Warga Kesamben Jombang Terendam Banjir

badge-check


					BPBD Jombang menggunakan perahu mengungsikan ibu, anak-anak dan lansia di balai desa, karena rumah mereka di Jombok sudah lima hari terendam banjir. instgagram@jombanginformasi_ Perbesar

BPBD Jombang menggunakan perahu mengungsikan ibu, anak-anak dan lansia di balai desa, karena rumah mereka di Jombok sudah lima hari terendam banjir. instgagram@jombanginformasi_

KREDONEWS.COM, JOMBANG- Banjir di Jombang semakin parah, terutama di Desa Jombok, kecamatan Kessamben,  telah berlangsung selama lima hari akibat hujan deras. Ketinggian air mencapai 160 cm, dan sekitar 1.200 jiwa terdampak, dengan banyak warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Jombang dan sekitarnya, mengakibatkan beberapa desa dan kecamatan terendam banjir. Hal ini, disampaikan Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Wiko Birawa Filipe Dias Quintas, saat dikonfirmasi di Kantor BPBD Jombang.

“Saat ini bencana alam khususnya banjir, terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten Jombang. Seperti Kecamatan Kesamben, Kecamatan Peterongan, Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Jogoroto hingga Kecamatan Jombang, pun ikut terdampak,” katanya.

Kondisi banjir di Jombang saat ini masih sangat serius, dengan dampak yang meluas di beberapa kecamatan. Hingga Rabu, 11 Desember 2024, banjir telah berlangsung selama lima hari dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Air telah merendam hampir seluruh wilayah Dusun Beluk, Desa Jombok, dengan ketinggian mencapai 1,6 meter di titik terdalam. Beberapa warga melaporkan bahwa air sudah mencapai leher mereka

Jumlah pengungsi terus bertambah, dengan banyak warga yang mengungsi ke rumah kerabat atau posko pengungsian yang disediakan oleh BPBD Jombang. Saat ini, terdapat sekitar 63 pengungsi di Balai Dusun Plososari dan 33 pengungsi di Kantor Desa Blimbing

Banjir melanda lima kecamatan di Jombang, termasuk Kesamben dan Peterongan. Luapan air dari sungai Avfour Watudakon menjadi penyebab utama banjir

Banjir ini telah menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas sehari-hari warga dan memerlukan perhatian dari pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Banyak warga dari Jombok dan daerah sekitarnya diungsikan. Hingga Rabu, 11 Desember 2024, jumlah pengungsi terus bertambah, dan mereka tinggal di tempat-tempat aman seperti kolong jembatan

Debit air yang terus meningkat telah merendam rumah-rumah dan mengganggu akses jalan di beberapa kecamatan

Pemerintah Kabupaten Jombang bergerak cepat untuk menangani situasi ini dan memastikan bantuan diberikan kepada para korban. Tim BPBD sudah menyiapkan dapur umum, setiap hari menyiapkan makanan sebanyaki 1000 bungkus, utnuk warga terdampak banjir.

Banjir ini disebabkan oleh luapan sungai Avour Watudakon dan Rejoagung 2, yang meluap hingga ke delapan desa di lima kecamatan

Situasi ini menuntut perhatian serius dari pihak berwenang untuk mencegah dampak lebih lanjut dan membantu warga yang terdampak.
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Nasional