Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Menelisik Akar Terorisme (35): Revolusi tanpa Revolusi Teror

badge-check


					Ilustrasi. Foto: ist Perbesar

Ilustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM— Lamartin dengan demikian kembali menegaskan bahwa perebut kekuasaan pertama berkat dukungan kekuasan memadai bakal tetap berkuasa, bila mampu mempertahankan diri dari kelompok radikal lainn.

Beberapa musuhnya lantas membangun kesatuan polisi rahasia revolusioner dengan mengenakan baju pekerja. Namun, tidak ada Komisi Keamanan Publik yang dimunculkan oleh para pemimpin itu sesudah kaum Jacobin.

Blanqui pun gagal memerintahkan agar Bendera Merah diganti dengan Triwarna. Kaum Republikan yang moderat sebaliknya membentuk Garda Mobil kelas pekerja guna menangkal kerusuhan radikal baru yang muncul, sementara jumlah Barisan Nasional melonjak mencapai 190.000 orang.

Para perwiranya pun dipilihkan oleh Garda sendiri. Pemerintah juga tengah menghembuskan suasana damai atas semakin banyaknya perubahan dan tentu saja atas serangan kaum sosialis dan komunis atas harta milik rakyat.

Seorang pemberontak dan konspirator tua seperti Raspail sekalipun dapat menulis: ‘Teror tahun 1793 kini terjadi tahun 1848! Tidak berarti lagi, tidak lebih dari sebuah kebodohan mengerikan, impian yang diangankan Nero, api yang dikobarkan atas Kota Roma guna mengalihkan api dari Troya menjadi tindakan.

Teror melawan siapa? Sesungguhnya ia melawan kita sendiri, karena kita semua memikirkan hal yang sama.’ Sampai sedemikian jauh, telah berkembang revolusi tanpa revolusi teror.

Tetapi Menteri Dalam Negeri yang baru adalah Ledru-Rollin yang radikal, yang menunjuk para perwira angkatan laut (Commissaires) untuk mengelola negara ketimbang para pemimpin lama rejim sebelumnya. Apakah kekuasaan mereka? ‘ Mereka tidak bisa dibatasi,’ ucap Ledru–Rollin. ‘Para agen otoritas revolusioner, kalian pun revolusinoner.’

Rakyat yang berdaulat memberikan kepada mereka kekuasaan bertindak karena dipandang sangat baik bagi keamanan publik.

Seperti pasukan Revolusi lainnya, maka kesalahan pun terjadi. Para pemilik bangunan pun dipersenjatai, sementara para pekerja justru tidak.

Seperti diperingatkan Blanqui, ‘Siapa yang memiliki besi, memiliki roti.’
Pemilihan umum nasional diselenggarakan tanpa kecurangan di kotak pemilihan.

Telepas dari adanya beberapa ratus agitor dan agen sosialis yang dibayar, ada banyak mayoritas kaum konservatif dan liberal dikirim menuju Dewan Nasional.

Sebuah kerusuhan yang melibatkan beberapa ratus pekerja di bawah pimpinan Blanqui dengan mudah dibubarkan oleh Garda Nasional yang waspada berjaga di depan Hotel de Ville. Reaksi pun bermunculan, seperti diungkapkan Ptoudhon yang radikal, ‘di bawah putaran drum kota dan privilese,’ Di Rouen, beberapa orang anarkis memimpin massa pekerja yang liar menuju jalanan dan senjata. Juga ada pembunuhan massal lain di sana.

Kini, Lamartine dituduh mengawalinya sebagai penyulut api dan mengakhirinya sebagai pemadam kebakaran, mematikan kobatan api yang disulutnya sendiri..

Orang-orang seperti Baudelaire dan George Sand yang sudah bergabung dengan kelompok-kelompok radikal dikecewakan oleh reaksi itu.

Seperti dituliskan Sand dengan penuh dengan nada polemik dalam agendanya: ‘Di Paris, orang dipandang sebagai pembuat onar jika dia seorang sosialis.

Sedangkan di pedalaman kaum republik justru dipandang sebagai pembuat onar. Dan jika dia kebetulan seorang sosialis republik, maka dia bakal minum darah manusia, membunuh para balita kecil, memukul istrinya, minum banyak minuman keras serta menjadi bangkrut dan menjadi pencuri.’

Julukan negatif kelompok-kelompok besar sebagai Kaum Kiri mengarah kepada kemenangan kedua bagi seorang Bonaparte. Marx mencap petualang Louis Napoleon sebagai karikatur Napoleon pertama, sebuah lelucon yang menyusuli tragedi.

Tetapi ketika memenangkan plebisit sebagai Ketua Partai Republik, Napoleon pun meraih 5.500.000 pemilih dibanding hanya 2.000.000 suara bagi semua lawannya sementara pemimpin tua Lamartin hanya memperoleh 17.000 suara secara keseluruhan.

Pada Desember 1851, Louis Napoleon melancarkan kudeta klasik yang mengikuti model kaum Carbonari. Namun kali ini konspirasi Negara melawan Negara.

Pada malam itu terjadi penangkapan tanpa jaminan oleh polisi rahasia baru. Semua tempat dan komunikasi strategis diduduki oleh unit pasukan yang terpilih.

Gudang amunisi Garda Nasional pun disabotase sehingga tidak mampu mempertahankan diri. Enam ratus pemrotes ditembak mati di jalanan.

Pengumuman Ketua Partai Rebublik, yang segera menjadi Kaisar menegaskan bahwa Dewan Nasional sudah “tidak berkuasa lagi’.

Lembaga itu memang telah mencoba melemahkan kewenangan Louis Napoleon, ‘yang saya peroleh dari seluruh rakyat bangsa.’

Pleibesit pun menyetujui kudeta sang ketua partai dengan mayoritas sebelas anggotanya melawan satu suara menolak. Namun, revolusi demi rakyat pun padam dalam konspirasi tandingan, yang justru sepenuhnya dikukuhkan oleh rakyat. (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

381 Hari Hilang Tanpa Kabar, Polisi Ungkap Kendala Pencarian Mozza Axillia Gunarsa 

11 Juli 2026 - 21:02 WIB

Mozza Axillia Gunarsa_Semarang_Hilang_110726

Komjen Totok Suharyanto: Febrie Adriansyah Tersangka!

11 Juli 2026 - 18:36 WIB

OTT di Sukoharjo, KPK Tahan Etik Suryani serta Sita Uang dan Emas Total Rp 21 Miliar

11 Juli 2026 - 17:34 WIB

Kejati DKI Geledah Kantor Kemen PU, Menteri Dody Hanggodo: Mau Periksa Ruanganku Silakan !

11 Juli 2026 - 14:57 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur Sabtu Dinihari, Jumat Siang Masih Menyangkal Sangkaan TPPU

11 Juli 2026 - 14:01 WIB

Febrie Adriansyah Menyatakan Tak Punya Hubungan dengan Kafe d’Clan, Uang dan Emas di Sentul City Ada Pemiliknya

10 Juli 2026 - 22:28 WIB

Resmikan 5 Bendungan, Prabowo: Koruptor Itu Bajingan, Ingat Bintangmu Sepatumu Itu dari Rakyat

10 Juli 2026 - 20:46 WIB

Uang Assalamualaikum Rp37 Miliar: KPK Tahan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono

10 Juli 2026 - 19:21 WIB

3 Santri Korban Pembakaran, Polda NTB Tetapkan Satu Santri dan Ketua Yayasan Pondok Jadi Tersangka

10 Juli 2026 - 13:56 WIB

Trending di News