Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Kecelakaan Maut KA Bekasi Pacu Riset Keselamatan Rel BRIN

badge-check


					Mogok karena induksi magnetik Perbesar

Mogok karena induksi magnetik

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia mempercepat studi tentang bantalan rel komposit karet dan interferensi magnetik untuk meningkatkan keselamatan kereta api, menyusul tabrakan kereta api dahsyat di Bekasi yang menewaskan sedikitnya 14 orang.

Inisiatif penelitian ini merupakan respons teknis langsung terhadap kecelakaan tragis pada Senin di Stasiun Bekasi Timur, di mana kereta ekspres Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan kereta komuter (KRL), kata Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian di sini pada Selasa.

Di luar korban jiwa langsung—yang mencakup 84 luka-luka—bencana tersebut telah menyoroti kerentanan infrastruktur yang mendesak.

Octavian menegaskan bahwa BRIN memprioritaskan “bantalan rel komposit berbahan dasar karet untuk meningkatkan keselamatan dan umur layanan infrastruktur kereta api” sambil mengembangkan sistem perlindungan otomatis yang terintegrasi langsung dengan operasi kereta api.

Sebagian besar investigasi berfokus pada kekuatan tak terlihat yang berperan selama perlintasan.

Octavian mencatat bahwa sistem kelistrikan besar di dalam lokomotif menghasilkan medan magnet yang kuat yang dapat mengganggu lalu lintas di sekitarnya, khususnya kendaraan listrik modern.

“Medan magnet merambat di sepanjang kereta; kita perlu meneliti bagaimana menetralkan medan ini di sekitar rel agar tidak mengganggu kereta yang lewat,” jelasnya.

Tabrakan pada Senin malam telah menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan transit metropolitan Jakarta.

Operator kereta api negara PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengkonfirmasi bahwa meskipun beberapa jalur telah dibuka kembali, layanan di Bekasi Timur tetap terbatas.

Layanan kereta komuter saat ini berakhir di Stasiun Bekasi dan melewati lokasi kecelakaan, sementara pos komando darurat dan informasi juga telah didirikan untuk membantu keluarga dalam mengidentifikasi korban.

KAI berjanji untuk menanggung semua biaya medis dan pemakaman bagi mereka yang terkena dampak karena Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai mengevaluasi apakah insiden tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia, kegagalan teknis, atau masalah persinyalan.

Kementerian Perhubungan Indonesia sebelumnya melaporkan bahwa bencana dimulai ketika sebuah mobil mogok di perlintasan sebidang, memaksa kereta komuter (KRL) berhenti untuk evakuasi. Hal ini menciptakan penumpukan, menyebabkan kereta komuter kedua berhenti di Stasiun Bekasi Timur, di mana kemudian ditabrak dari belakang oleh kereta ekspres Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS: Cabai Rawit Tembus Lebih dari Rp100 ribu Per Kilogram

24 September 2026 - 19:59 WIB

Pengusaha Kapal Akui Tak Semua Operator Berani Angkut Kendaraan Listrik

24 September 2026 - 19:48 WIB

Sekolah Negeri Bakal Digratiskan, Mendikdasmen: Dimulai dari TK hingga Kuliah

23 September 2026 - 20:43 WIB

Warga RI Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rp 50 Ribu, Pemerintah Siapkan Rp 3,8 T

23 September 2026 - 19:59 WIB

Pastikan Sesuai Spek, LSM Seven Gab Bersama Dinas PU Sidoarjo Pantau Proyek Jalan Bluru

23 September 2026 - 10:27 WIB

PHK Massal Bayangi Industri Keramik Jatim Imbas Pasokan Gas Terbatas

22 September 2026 - 20:36 WIB

Pemprov Jatim Amankan 411 Aset Idle dari Ancaman Mafia Tanah

22 September 2026 - 20:07 WIB

Arahan Prabowo, Bahlil Godok Strategi Konversi Batu Bara Jadi BBM

21 September 2026 - 19:12 WIB

Beras di Ritel Modern Kosong Imbas Fortifikasi Disetop, Mentan Buka Suara

21 September 2026 - 19:02 WIB

Trending di Nasional