Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Trump Jatuh Tersandung: Damn, Carpet! Tersangka Berhasil Tetobos Top Securiy Gedung Putih Mengulang Trauma 9/11

badge-check


					Saat evakuasi Trump tersandung karpet. Ia jatuh dan mengumpati karpet. Sedangkan Melania istri Trump merangkak setelah Trump jatuh, di gedung pertemuan Gedung Putih, Sabtu malam 25 April 2026. Foto: istimewa Perbesar

Saat evakuasi Trump tersandung karpet. Ia jatuh dan mengumpati karpet. Sedangkan Melania istri Trump merangkak setelah Trump jatuh, di gedung pertemuan Gedung Putih, Sabtu malam 25 April 2026. Foto: istimewa

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, WASHINGTON D.C.- Jeritan histeris, asap pekat, dan derap kaki panik memenuhi koridor Gedung Putih saat ledakan mengguncang resepsi kenegaraan.

Di pusat kekacauan itu, Presiden Donald Trump—simbol kekuatan Amerika—terjerembab jatuh, tersandung karpet merah mewah yang menjadi saksi bisu kegagalan keamanan terburuk sejak 9/11.

Pukul 20.45 waktu AS, bom C-4 milik tamu VIP Ahmed Khalil meledak di ruang tamu utama. Pecahan kaca beterbangan, lampu darurat berkedip merah, dan agen Secret Service berteriak, “Code Red! Evacuate POTUS!” .

Saar itu Trump, 79 tahun, sedang berjabat tangan dengan tamu asing ketika gelombang kejut menghantam. “Get down! Move!” Teriak agen utama, Mark Reilly, sambil menarik lengan presiden.

Evakuasi darurat menuju halaman selatan berubah jadi mimpi buruk. Koridor sempit dipenuhi staf panik yang berlarian, mendorong troli medis dan dokumen rahasia.

Trump, didorong maju oleh dua agen berbadan besar, berlari tertatih. Tiba-tiba, kakinya tersangkut karpet Persia antik yang tergeser akibat desakan massa.

Melania, ibu negara yang mengenakan gaun putih mutiara, merangkak di karpet, saat evakuasi terjadi.

“Whoa—damn carpet!” Teriaknya Trump, tubuhnya terhuyung ke depan. Ia jatuh telentang, lutut membentur lantai marmer keras. Darah tipis mengalir dari goresan, wajahnya memerah campur marah dan sakit.

Video amatir dari staf Gedung Putih, yang bocor ke X (Twitter), menangkap detik itu: Trump bangkit dengan bantuan agen, mengibaskan tangan, “I’m fine! This is sabotage!” Napasnya tersengal, tapi matanya menyala—campuran adrenalin dan kemarahan.

Helikopter Marine One mendarat 90 detik kemudian, mengangkutnya ke bunker aman di Andrews AFB.

Saksi mata, pelayan Gedung Putih Maria Gonzalez, cerita ke CNN: “Semua berlari seperti neraka. Karpet itu licin karena debu ledakan. Presiden hampir terlindas kerumunan.”

Analis militer Col. Ret. Jack Jacobs sebut, “Panik manusiawi ciptakan celah; pelatihan evakuasi gagal total.”

Kondisi Trump stabil, tapi insiden ini picu reformasi Secret Service. Di era ancaman hybrid, satu karpet sederhana jadi metafor kerapuhan kekuasaan.

Insiden mengerikan mengguncang Gedung Putih pada Sabtu malam ­26 April 2016, waktu setempat, ketika seorang tamu palsu bersenjata  berhasil menyusup ke area resepsi kenegaraan.

Ledakan kecil di ruang tamu utama memaksa evakuasi darurat Presiden Donald Trump, yang terjerembab saat tersandung karpet tebal saat panik dilakukan evakuasi pelarian.

Petugas mengamankan seorang diduga pelaku penembakan, sejauh ini belum diketahui identitasnya. Foto: News

Tersangka Guru

Kejadian ini mengejutkan dunia, mempertanyakan celah fatal dalam sistem keamanan Secret Service.

Kronologi dimulai pukul 19.30 waktu AS. Acara jamuan makan malam dengan delegasi asing berlangsung lancar.

Pelaku, diduga pria warga lolos verifikasi identitas dengan undangan palsu sebagai “investor strategis”.

Pria yang ditahan setelah insiden di Washington Hilton diidentifikasi sebagai Cole Thomas Allen, warga California berusia 31 tahun, yang bekerja sebagai guru dan juga disebut sebagai pengembang gim amatir .

Laporan media juga menyebut ia memiliki latar pendidikan teknik dan ilmu komputer, dengan gelar sarjana dari Caltech pada 2017 dan gelar magister ilmu komputer yang selesai pada 202

Ia berhasil menerobos benteng keamanan Ring 1 Gedung Putih, menyamar sebagai tamu VIP, membawa tas diplomatik berisi bahan peledak C-4 seberat 500 gram, disembunyikan di balik pakaian formal.

Rekaman CCTV menunjukkan pelaki melewati dua pos pemeriksaan magnetometer tanpa alarm—diduga karena korupsi petugas atau kegagalan teknologi deteksi.

Ledakan terjadi pukul 20.45, merusak dinding marmer dan melukai tiga agen Secret Service ringan. Trump, yang sedang berpidato, langsung dievakuasi melalui terowongan bawah tanah. Saat tim SWAT mengawalnya ke helikopter Marine One di halaman selatan, presiden tersandung karpet merah yang tergeser akibat kepanikan.

Video amatir yang viral menunjukkan Trump jatuh, bangkit dengan bantuan agen, sambil berteriak, “Fake security! Kita harus bersihkan ini!” Cedera ringan di lutut dilaporkan, tapi Trump tetap stabil.

Investigasi FBI mengungkap motif politik: Khalil terkait kelompok radikal anti-Trump, merekrut melalui dark web. Analis keamanan seperti mantan direktur Secret Service Randolph Alles menyebut, “Ini kegagalan multilayer: verifikasi tamu lemah, sensor peledak usang.”

Pemerintah AS langsung audit ulang protokol, termasuk AI deteksi ancaman. Trump, via Truth Social, menyalahkan “deep state” dan menjanjikan balasan keras.

Insiden ini mengingatkan tragedi serupa era Reagan 1981, tapi kali ini soroti kerentanan era digital. Dengan pemilu AS mendekat, kejadian ini bisa jadi bom politik bagi Trump.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bus Gunung Harta Ludes Terbakar di Tol Nganjuk, Sopir dan 30 Penumpang Selamat!

1 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Jensen Huang Merevolusi Komputasi dari SaaS Jadi GaaS: Operasi Meningkat 500 Kali Lipat

1 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Viral Dilarang Melintas di Depan Kantor Kapolda Jatim, Hesty: Apa Ada Ranjau atau Intan Disana?

1 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Marak Peredaran Narkoba, Satresnarkoba Polres Jombang Ungkap 80 Kasus

1 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Nobel untuk Shinya Yamanaka: ER-100 Meremajakan Manusia dari DNA

1 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Kamu Tanya 10-50 Pertanyaan, AI Butuh Minum Segelas Air 500 Ml

31 Juli 2026 - 18:20 WIB

Kata ESDM Soal Penyesuaian Harga Dex Series hingga Pertamax Besok

31 Juli 2026 - 17:24 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Sejahtera, Bupati Jombang Warsubi Minta Apraisal dari Tim Independen

31 Juli 2026 - 14:54 WIB

Bupati Probolinggo dan Suami Anggota DPR RI Dituntut 6 Tahun Penjara, Wajib Kembalilan Uang Rp147 M

31 Juli 2026 - 11:41 WIB

Trending di News