Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Korupsi Dana Hibah Rp242 Miliar, Kejari Magetan Menahan Ketua DPRD Suratno dan 5 Orang Lainnya

badge-check


					Suratno, ketua DPRD Magetan, menangis saat digiring ke mobil tahanan kejaksaan Magetan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kamis 23 April 2026. Foto: Instagram@beritamagetan Perbesar

Suratno, ketua DPRD Magetan, menangis saat digiring ke mobil tahanan kejaksaan Magetan, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kamis 23 April 2026. Foto: Instagram@beritamagetan

Penulis: Bambang Tjuk Winarno |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MAGETAN— Kejari Magetan menahan Ketua DPRD Magetan Suratno dan lima orang lainnya, Kamis 23 April 2026.

Dalam konferensi pers di Kejari Magetan, Kepala Kejaksaan Negeri Sabrul Iman mengumumkan penetapan Suratno sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pokir DPRD Magetan.

Mereka diduga melakukan korupsi daa hibah pokok pikiran (Pokir) Rp 242 miliar, periode 2020-2024.

Kejari Magetan juga menahan lima orang lainnya. ML dan MT merupakan anggota DPRD, sedangkan AN, TH, dan ST berperan sebagai tenaga pendamping dewan.

Kasus ini terkait dugaan penyalahgunaan dana hibah yang bersumber dari APBD Kabupaten Magetan melalui program pokir DPRD.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan puluhan saksi dan ratusan dokumen pendukung.

Kronologi

  • Berikut kronologi dugaan korupsi dana pokir DPRD Magetan yang berujung pada penahanan Suratno
  • 2025 akhir: Kasus ini mulai mencuat ke publik setelah ada laporan dugaan penyalahgunaan anggaran pokir DPRD Magetan.
  • Awal 2026: Kejaksaan Negeri Magetan mulai mengusut dugaan korupsi terkait dana pokir DPRD, dengan fokus pada periode anggaran 2021–2023.
  • 10 April 2026: Status perkara disebut naik ke tahap penyidikan.
  • Pertengahan April 2026: Penyidik memeriksa ratusan saksi; salah satu laporan menyebut sekitar 245–247 saksi sudah dimintai keterangan.
  • 17 April 2026: Kejari Magetan menggeledah 6 lokasi dan menyita dokumen serta perangkat elektronik terkait perkara.
  • 22 April 2026: Kejari menetapkan Suratno dan lima orang lain sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dana hibah/pokir.
  • 23 April 2026: Suratno resmi ditahan dan dibawa ke mobil tahanan; sejumlah media menyorot momen ia tampak menangis saat digiring penyidik.

Nilainya yang paling sering disebut dalam pemberitaan adalah Rp242,9 miliar sebagai realisasi dana hibah pokir yang diduga bermasalah, dari total anggaran Rp335,8 miliar.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

APINDO Jombang Siap Bangun Rumah Janda Sulasih Warga Sambong Duran dalam Tempo Satu Bulan

31 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Menelisik Akar Terorisme (75): Martin Luther King Korban Keganasan Klan

31 Oktober 2026 - 06:20 WIB

Truk Angkut Bunga Angrek Terbakar, BPBD Jombang Puji Bantuan Warga Plumbon Gambang

31 Oktober 2026 - 05:40 WIB

Pemerintah Siapkan Hadiah Rp1 Triliun bagi Pemprov dan Pemkab/ Pemkot Pendukung MBG Terbaik

29 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

29 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Wasev Sterad Mabes TNI Turun ke Klitih Plandaan Meninjau dan Evaluasi TMMD 130

29 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Yogya Mencekam, Sri Sultan Turun Tangan Temui Demonstran di Depan Polda Kamis Dinihari

29 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Minyak Sawit RI Mengalir Sampai ke Israel Lewat Singapura Sejak 2023

28 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kunjungan Pasca Kebakaran, Bupati Warsubi Janjikan Pasar Cukir Bisa Dioperasikan sebelum Idul Fitri 2027

28 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Trending di News