Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Harga Emas Terus Melemah, Ini Biang Keroknya

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pelemahan harga emas terus berlanjut. Kemarin, harga emas ANTAM turun Rp 50.000 per gramnya. Bahkan hari ini pun harganya juga turun Rp 25.000 per gram.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan melemahnya harga emas dipicu oleh ketengan geopolitik di Timur Tengah masih memanas. Terlebih pertemuan Anerika Serikat dengan Iran yang diprakarsai oleh Pakistan tak berjalan mulus.

Kondisi ini, kata Ibrahim, membuat Dolar menguat dan harga minyak dunia naik. Investor pun kini tak lagi melirik emas sebagai instrumen yang aman dalam berinvestasi dan lebih memilih Dolar AS.

“Naiknya harga-harga komoditas akibat inflasi tinggi dari minyak mentah berdampak negatif terhadap emas. Karena, investor yang tadinya berfokus terhadap logam mulia, mereka berpindah ke Dolar sebagai safe haven,” ujar Ibrahim saat dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2026).

Ibrahim memprediksi pergerakan harga emas masih akan cenderung fluktuatif tergantung pada perkembangan geopolitik global. Jika harga emas ANTAM terus alami penurunan, dia memprediksi akan mentok di harga Rp 2.750.000 per gram.

“Kalau seandainya turun pun juga kemungkinan besar hanya di 2.750 juta. Itu level terendah. Karena apa? harus ingat bahwa rupiah terus mengalami pelemahan. Pelemahan rupiah yang sekarang sudah di atas Rp 17.300 ini mengindikasi bahwa logam mulia itu akan kembali berjaya lagi,” kata Ibrahim.

Senada, pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan turunnya harga emas terjadi karena konflik AS Iran yang masih berlanjut hingga hari ini karena ketidakjelasan negosiasi damai yang mengganggu suplai minyak mentah dunia. Hal itu membuat harga minyak naik lagi dan akan menaikkan harga barang-barang lainnya dan menaikkan inflasi.

“Aset safe haven Dolar AS menjadi semakin menarik karena ekspektasi kenaikan inflasi ini menaikan tingkat imbal hasil obligasinya. Tingkat imbal hasil yang semakin menarik ini memicu peralihan aset dari safe haven emas ke Dolar AS sehingga harga emas turun belakangan ini dan Dolar AS menguat,” kata Ariston.

Sebagai informasi, berdasarkan situs Logam Mulia Antam, satuan harga emas hari ini yang terkecil ukuran 0,5 gram berada di angka Rp 1.452.500. Sementara harga emas 10 gram dijual dengan harga Rp 27.545.000 dan ukuran emas terbesar yakni 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2.745.600.000.

Jika ditarik dalam sepekan terakhir, harga emas Antam berada di rentang Rp 2.805.000-2.893.000 per gram. Dalam sebulan terakhir harga emas Antam juga turun dengan rentang Rp 2.805.000-2.992.000 per gram.

Sementara itu, buyback harga emas hari ini ikut melemah sebesar Rp 30.000 per gram dan kini berada di level Rp 2.610.000 per gram. Harga buyback adalah jika ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. PPh Pasal 22 tersebut akan dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional