Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Rupiah Tembus Rp17.300/US$, Begini Kata Airlangga

badge-check


					Menko Airlangga Perbesar

Menko Airlangga

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang semakin melemah pada perdagangan Kamis (23/4/2026). Rupiah melemah 0,76% dan menyentuh Rp17.305/US$ pada 09:40 WIB.

“Kita monitor saja karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak,” kata Airlangga di Kantor BKPM, Kamis (23/4/2026).

Terkait rupiah yang terus melemah bahkan hingga lebih dari asumsi makro yang ditetapkan dalam APBN 2026, dia menyebut pihaknya tidak bisa setiap hari reaktif. Dia juga menyebut Bank Indonesia bertugas menjaga pergerakan rupiah.

“Ya kita monitor saja dan BI tugasnya menjaga [rupiah],” tambahnya.

Rupiah melemah 0,76% dan menyentuh Rp17.305/US$ pada 09:40 WIB. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan yang melemah.

Menyusul rupiah, ada peso Filipina, baht Thailand, ringgit Malaysia, won Korea Selatan, dolar Singapura, yuan China, dan yen Jepang. Hanya dolar Taiwan dan Hong Kong yang mencoba defensif meski perubahannya tipis saja 0,04% dan 0,02%.

Perang yang masih jauh dari kata damai, terus menggempur pasar energi dan menyebabkan gangguan pasokan energi akibat penutupan Selat Hormuz kembali.

Pelemahan rupiah juga menyengat pasar surat utang, dan menyebabkan aksi jual sejak kemarin. Kenaikan imbal hasil merata terjadi di hampir semua tenor.

Untuk tenor pendek seperti 1 tahun imbal hasil naik 2,5 bps ke 5,71%, disusul tenor 3 tahun naik 10,6 bps ke 6,21%. Imbal hasil tenor 5 tahun dan 6 tahun juga tercatat naik masing-masing 9,8 bps ke 6,46% dan 5,1 bps ke 6,47%.

Bank Indonesia (BI) terus berupaya meredam gejolak nilai tukar dengan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter. Intervensi dilakukan di pasar offshore NDF, spot dan DNDF domestik.

Selain itu, BI juga memperluas operasi moneter valas, termasuk melalui instrumen spot dan swap dalam mata uang yuan offshore untuk mendukung rupiah serta memperluas transaksi menggunakan mata uang lokal. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Harga Anjlok, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta

14 Juni 2026 - 19:45 WIB

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Trending di Nasional