Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Inflasi Jatim Maret 2026 Tembus 0,39 Persen, Surabaya Terendah

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat inflasi sebesar 0,39 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Maret 2026. Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan hingga energi menjadi faktor utama pendorong inflasi di bulan Ramadan tersebut.

Plt Kepala BPS Jawa Timur, Herum Fajarwati, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan dari 107,43 pada Maret 2025 menjadi 111,50 pada Maret 2026.

“Secara historis, Jawa Timur memang kerap mengalami inflasi saat Ramadan dan Idul Fitri, terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujarnya, Kamis (2/3).

Ia menjelaskan, kondisi cuaca turut berperan dalam mendorong kenaikan harga. Curah hujan selama Maret 2026 yang berada pada kategori menengah hingga tinggi berdampak pada terganggunya produksi, kualitas hasil panen, hingga distribusi sejumlah komoditas pangan.

Sejumlah komoditas mencatat kenaikan harga cukup signifikan. Daging ayam ras mengalami inflasi 4,66 persen dengan andil 0,09 persen, disusul daging sapi yang naik 4,87 persen dengan andil 0,04 persen. Bensin juga mengalami kenaikan 0,84 persen dengan kontribusi 0,04 persen terhadap inflasi.

Kenaikan tajam juga terjadi pada komoditas hortikultura. Tomat melonjak hingga 18,16 persen dengan andil 0,03 persen, cabai merah naik 16,12 persen, serta cabai rawit sebesar 2,96 persen.

Selain itu, udang basah mengalami inflasi 7,06 persen, telur ayam ras 2,05 persen, minyak goreng 1,71 persen, serta ikan bandeng 8,7 persen. Beberapa komoditas lain seperti beras, ikan mujair, anggur, dan jeruk juga turut menyumbang inflasi meski dengan andil yang lebih kecil.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Jawa Timur pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,79 persen. Sementara inflasi tahun kalender, yakni Maret 2026 terhadap Desember 2025, mencapai 1,13 persen.

BPS juga mencatat seluruh 11 kabupaten/kota sampel mengalami inflasi. Kabupaten Gresik menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 0,98 persen, sedangkan Kota Surabaya mencatat inflasi terendah sebesar 0,13 persen.

Adapun daerah lain yang mengalami inflasi antara lain Sumenep 0,89 persen, Probolinggo 0,69 persen, Bojonegoro dan Jember masing-masing 0,65 persen, Madiun 0,49 persen, Tulungagung 0,47 persen, Kediri 0,41 persen, Banyuwangi 0,37 persen, serta Malang 0,34 persen.

Dengan tren ini, tekanan inflasi di Jawa Timur pada periode Ramadan menunjukkan pola musiman yang masih cukup kuat, terutama dipengaruhi oleh dinamika pasokan pangan dan kondisi cuaca.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jatim Siapkan Progam Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Mulai 1-31 Agustus 2026

31 Juli 2026 - 18:39 WIB

PLN Tambah Stasiun Pengisian Daya Mobil Listrik di Tol Solo-Ngawi

31 Juli 2026 - 17:11 WIB

Daftar Lengkap Harga Emas Tiga Jenama Pegadaian pada Kamis

30 Juli 2026 - 19:07 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Selat Bali

30 Juli 2026 - 18:54 WIB

Harga Komoditas Pangan Berisiko Naik karena El Nino

30 Juli 2026 - 18:33 WIB

Misi Dagang Jatim di Hong Kong Bukukan Kesepakatan Transaksi Rp12 Triliun

29 Juli 2026 - 19:38 WIB

BRI Tunjukkan Peran Motor Utama Pembiayaan Sektor Perumahan Nasional

29 Juli 2026 - 19:24 WIB

Tahun Depan Gaji Peserta Magang Nasional Bakal Naik

28 Juli 2026 - 19:45 WIB

Zulhas Bantah Ada Pengadaan Proyek Kipas Angin Kopdes Rp 1,8 T

28 Juli 2026 - 19:15 WIB

Trending di Nasional