Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Casgevy Terapi Genetika Termahal di Dunia Rp35 Miliar/Suntik, Untuk Pengobatan Thalassemia dan Anemia Sel Sabit

badge-check


					Pord Fatwa Adikusuma, ahli genetika molekuler di Indonesia. Foto: Instagram@Dr_fatwa_adikusuma Perbesar

Pord Fatwa Adikusuma, ahli genetika molekuler di Indonesia. Foto: Instagram@Dr_fatwa_adikusuma

Penulis: Jacobus E. Lato   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Casgevy adalah terapi gen berbasis CRISPR untuk mengobati thalassemia beta dan anemia sel sabit, dengan harga sekitar Rp 35 miliar per dosis suntik sekali pakai.

Malalui akun medsosnya, Dr. Fatwa Adiskusuma (dari akun @Dr_fatwa.adikusuma) menjelaskan  tentang Casgevy sebagai obat termahal di dunia,  menyebut obat super mahal Rp 35 miliar untuk penyakit genetik seperti thalassemia.

Casgevy menggunakan teknologi CRISPR/Cas9 untuk mengedit gen pada sel induk hematopoietik pasien, menargetkan kelainan pada gen hemoglobin terkait thalassemia beta dan anemia sel sabit.

Prosesnya melibatkan pengambilan sel induk darah pasien, diedit di laboratorium dengan CRISPR yang memandu enzim Cas9 memotong DNA di lokasi spesifik (gen BCL11A), sehingga mengaktifkan produksi hemoglobin janin (HbF) yang sehat sebagai pengganti hemoglobin cacat.

Sel yang sudah diedit dimasukkan kembali via infus intravena setelah kemoterapi ringan; sel ini menempel di sumsum tulang, memproduksi sel darah merah normal, dan mengurangi kebutuhan transfusi darah seumur hidup.

Diagram ini mengilustrasikan kompleks Cas9-sgRNA yang mengikat dan memotong DNA genomik, memicu perbaikan genetik melalui NHEJ atau HDR.

Casgevy memiliki harga dasar obat sekitar US$2-2,2 juta (Rp 30-35 miliar, tergantung kurs), yang mencakup proses pengambilan sel induk, pengeditan gen CRISPR di lab, dan pengembalian sel ke pasien.

Biaya lengkap lebih tinggi karena prosedur tambahan seperti kemoterapi kondisioning (untuk membersihkan sumsum tulang), rawat inap berkepanjangan, pemantauan pemulihan selama berbulan-bulan, transportasi sel, serta tes kualitas GMP.

 

Tidak ada jaminan kesembuh total dari terapi Casgevy, meskipun menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji klinis untuk thalassemia beta dan anemia sel sabit.

Terapi ini berhasil membuat sebagian besar pasien mencapai kemandirian transfusi darah (tidak perlu transfusi lagi) setelah satu tahun, dengan tingkat respons tinggi hingga 90-100% pada kelompok tertentu dalam studi klinis.

Contoh kasus seperti pasien Chen Yan menunjukkan pemulihan hematologi normal dan kemandirian transfusi permanen setelah pengobatan.

Keberhasilan tidak mutlak karena faktor individu seperti usia, tingkat keparahan penyakit, dan respons tubuh terhadap pengeditan gen bisa bervariasi; efek jangka panjang masih dipantau. Secara medis, tidak ada pengobatan yang menjamin 100% kesembuhan, termasuk Casgevy.

Profile

Prof. Fatwa Adikusuma adalah ahli biologi molekuler dan rekayasa genetik asal Indonesia, dikenal melalui akun media sosial seperti Instagram (@Dr_fatwa.adikusuma) dan YouTube.

Ia sering membahas topik sains populer seperti CRISPR, terapi gen, dan bioteknologi dalam konteks penyakit genetik termasuk thalassemia, meskipun belum ada pernyataan spesifiknya tentang Casgevy yang terdokumentasi secara luas.

Latar Belakang

  • Pendidikan dan Spesialisasi: Fokus pada genetika dan hematologi molekuler, terkait diskusi tentang pengeditan gen untuk kelainan darah seperti yang dibahas dalam percakapan sebelumnya.

  • Aktivitas Publik: Membuat konten edukasi tentang obat mahal seperti Casgevy (Rp 35 miliar), menyoroti potensi dan tantangan terapi gen.

  • Kontribusi: Berkontribusi dalam penyebaran ilmu sains di Indonesia, termasuk rekayasa genetik untuk penyakit langka. **

 


Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KM Virgo 8 Angkut 243 Orang dan 54 Kendaraan Tenggelam Hilang di 80 Mil Arah Banjarmasin

13 September 2026 - 10:21 WIB

Menelisik Akar Terorisme (56): Tak Usah Dibunuh, agar Bayar Pajak

13 September 2026 - 03:15 WIB

Empat Pria Bertopeng Bakar Warung Mie Babi Sukoharjo, Jodi Sutanto: Kami Siap Buka Kembali

13 September 2026 - 02:40 WIB

Sopir Mengantuk Tabrak Truk di KM 687 Sumo: 4 Penumpang Tewas, 7 lukaluka

12 September 2026 - 12:54 WIB

Petani Lapor Sulit Mendapat Pupuk Subsidi, Menteri Amran Langsung Copot Manajer Gudang Banggai

11 September 2026 - 19:29 WIB

Investasi Jatim Turun 2,6%, Apindo Soroti Kepastian Berusaha

11 September 2026 - 18:59 WIB

Keracunan Massal Pindah ke Lombok Tengah: 352 Siswa di Lima SDN dan MTs Bukitliang

11 September 2026 - 17:14 WIB

Lamaran Ditolak, Mantan Pacar Bunuh Dua Remaja Kakak Beradik 5 Tahun Baru Terkuak

11 September 2026 - 11:34 WIB

Zulhas: MBG, Kita Akui Gagal! Sabar, Kita Perbaiki Manajemennya

11 September 2026 - 10:54 WIB

Trending di News