Penulis: Mayang K. Mahardhika | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, BANDUNG– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengubah mobil dinas Mercedes-Benz-nya menjadi ambulans berjalan untuk layanan kesehatan saat mudik Lebaran 2026.
Inisiatif ini menunjukkan prioritas pada pelayanan publik daripada fasilitas pribadi.
Dedi Mulyadi meninjau mobil dinas Mercedes-Benz Sprinter di Gedung Pakuan, Bandung, dan memerintahkan transformasinya menjadi ambulans siaga.
Langkah ini dimulai sejak Februari 2025, dengan rencana awal mengalihfungsikan beberapa unit Mercy untuk rumah sakit keliling.
Mobil tersebut kini dilengkapi fasilitas pemeriksaan jantung, layanan ibu hamil, hingga ruang bersalin darurat, khusus untuk pemudik di tol seperti Cipali.
KDM berencana menyulap empat unit Mercy lainnya menjadi ambulans serupa guna mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Inisiatif ini dipuji sebagai gebrakan inovatif, belajar dari pengalaman mudik tahun sebelumnya di mana ada ibu melahirkan di perjalanan. KDM sendiri memilih menggunakan Innova Zenix untuk dinas pribadi.
Estimasi Biaya
Modifikasi Mercedes-Benz Sprinter menjadi ambulans canggih biasanya memerlukan biaya sekitar Rp 1 miliar atau lebih, termasuk panel van dasar Rp 800 juta ditambah kustomisasi fasilitas medis.
Untuk Mercy dinas KDM, transformasi ini dilakukan secara internal tanpa angka resmi yang dipublikasikan, fokus pada efisiensi anggaran daerah.
Faktor PenentuBiaya dipengaruhi oleh penambahan EKG, ruang bersalin darurat, oksigen, dan monitor vital, mirip karoseri ambulance emergency yang berkisar Rp 170-500 juta untuk chassis biasa.
Proyek ini menggunakan aset inventaris existing, sehingga kemungkinan minim biaya pembelian baru.**








