Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JAKARYA– Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan terkait strategi menghadapi tantangan ekonomi global, khususnya potensi kenaikan harga BBM akibat konflik geopolitik, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026.
Ia menekankan penghematan konsumsi BBM secara proaktif meski kondisi Indonesia relatif stabil.
Arahan ini merespons dinamika global seperti konflik di Timur Tengah dan Eropa yang berpotensi memengaruhi harga energi dan pangan.
Presiden meminta kajian efisiensi energi untuk menjaga stabilitas fiskal dan APBN 2026, termasuk melalui GovTech untuk kurangi kebocoran anggaran hingga 40%.
Kebijakan Work From HomePresiden mengusulkan skenario WFH 50% untuk pegawai pemerintah dan swasta, terinspirasi keberhasilan saat pandemi COVID-19 yang hemat BBM besar-besaran serta kurangi kemacetan.
Ini juga mencakup pertimbangan pengurangan hari kerja menjadi 4 hari seminggu, seperti di Pakistan.
Pemangkasan Penggunaan MobilPresiden mendorong pembatasan penggunaan kendaraan dinas pemerintah, termasuk kurangi BBM untuk mobil resmi, hentikan pengadaan baru, serta batasi perjalanan luar negeri dan kegiatan seremonial.
Langkah ini melanjutkan upaya efisiensi anggaran kendaraan dinas sebelumnya.
Presiden menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4% di APBN 2026 dengan penurunan kemiskinan ke 6,5-7,5% dan pengangguran 4,44-4,96% melalui pengelolaan SDA optimal.
Fokus pada ekonomi berdikari menekankan kemandirian domestik tanpa ketergantungan eksternal.**







