Menu

Mode Gelap

Nasional

Tembus Rp 120 Ribu, Harga Cabai Rawit di Kota Malang

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Penulis: Sapteng Mukti Nunggal | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, MALANG-Harga cabai rawit di Kota Malang semakin tak terkendali menjelang Lebaran 2026. Hari ini, harga cabai rawit tembus Rp 120 ribu per kilogram. Melambungnya harga cabai rawit diduga akibat kondisi cuaca yang tak menentu.

Selain cabai rawit, harga bahan pokok dan komoditas lain juga terpantau terus merangkak naik di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang. Pedagang menyebut, kenaikan harga komoditas termasuk cabai rawit akibat tingginya permintaan pasar sedangkan stok barang terbatas.

“Harga cabai rawit sekarang Rp 120 ribu per kilo. Naiknya hampir setiap hari,” ungkap Mustika pedagang di Pasar Sawojajar, Kota Malang, Rabu (11/3/2026).

Mustika mengatakan, bahwa harga cabai rawit akan terus mengalami kenaikan hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

“Kemungkinan akan naik lagi biasanya mendekati Lebaran,” katanya.

Sementara Anis pedagang daging di pasar yang sama turut mengatakan, jika harga daging sapi mulai mengalami kenaikan sejak Tahun Baru Imlek beberapa waktu lalu.

“Harga daging sapi yang bagus Rp 135 ribu per kilogram. Kalau jenis daging rawonan Rp 115 ribu per kilogram,” bebernya.

Menurut Anis, harga daging sapi berpotensi kembali naik menjelang Lebaran karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Biasanya ketika maleman akan naik lagi mendekati Lebaran. Tapi biasanya ada pemberitahuan dulu dari RPH kalau ada kenaikan harga,” ungkapnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menuturkan telah melakukan pemantauan secara langsung di sejumlah pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan bahan pokok di pasar jelang Lebaran 2026.

Wahyu mengaku pemantauan langsung dilakukan secara langsung bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang dengan meninjau Pasar Sawojajar, pusat perbelanjaan, distributor, hingga gudang Bulog. Hasil sidak, Wali Kota mengatakan bahwa memang terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, terutama cabai rawit.

Berdasarkan pemantauan tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), kenaikan harga dipicu oleh faktor cuaca yang memengaruhi produksi di tingkat petani.

“Kami sudah cek langsung ke hulu, ke petani. Harga dari petani memang sudah cukup tinggi karena faktor hujan. Di petani sekitar Rp 80 ribu per kilogram, sementara di Pasar Sawojajar tadi sekitar Rp 120 ribu,” kata Wahyu kepada wartawan usai sidak.

Sementara untuk menekan kenaikan harga, Pemkot Malang berencana berkoordinasi dengan TPID serta menjajaki kerja sama antar daerah guna mencari pasokan cabai dengan harga lebih stabil.

Selain itu, pemerintah juga akan menyiapkan program Warung Tekan Inflasi sebagai upaya intervensi harga di pasaran.

“Kami akan segera rapat dengan TPID untuk mencari skenario penekanan harga,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan, bahwa untuk bahan pokok lain seperti beras, kondisi stok masih relatif aman dan kenaikan harga tidak terlalu signifikan.

“Dari Bulog disampaikan stok beras aman hingga sekitar 10 bulan ke depan. Beras SPHP maupun bantuan pangan juga siap digelontorkan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mudik Gratis Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan 2.000 Bus

11 Maret 2026 - 21:52 WIB

Dari Sektor Parkir Tepi Jalan Umum Pemkot Surabaya Targetkan PAD Rp73 Miliar 

11 Maret 2026 - 21:32 WIB

Peringatan Ancaman PHK Buruh Rokok, Ini Penyebabnya

10 Maret 2026 - 21:33 WIB

Mudik 2026: Jalanan Jatim Bebas Lubang, Tinggal Bebas Macetnya

10 Maret 2026 - 21:13 WIB

Harga Minyak Melambung, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Lebaran

9 Maret 2026 - 15:16 WIB

AirAsia Operasikan Rute Surabaya–Makassar, Buka Akses ke Luwuk, Palu, dan Kendari

9 Maret 2026 - 15:05 WIB

Siapkan Dana Rp 935 Ribu untuk Tol Mudik Jakarta-Surabaya

9 Maret 2026 - 15:01 WIB

Kemenkeu: Aktivitas Ekonomi Tambahan Jadi Target Pajak, Termasuk Bisnis Online

8 Maret 2026 - 20:37 WIB

Konflik Timur Tengah, Bisnis Pariwisata RI Harus Bertahan

8 Maret 2026 - 16:44 WIB

Trending di Nasional