Penulis: Mayang K. Mahardhika |Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JABAR- Pemerintah Pusat imbau agar seluruh provinsi, kota dan kabupaten di Indonesia memperbaiki jalan raya di wilayahnya untuk memberikan dukungan pelaksanaan arus mudik dan balik pada acara Idul Fitri 2026.
Bagaimana pelaksanaan di lapangan? Satu-satu wilayah yang telah melaksanakan dengan baik dan dan berkualitas baik adalah Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi sejak memulai masa jabatannya sekitar awal tahun 2025, sehingga dalam waktu kurang lebih satu tahun hingga Maret 2026, telah membukukan rekor pembangunan jalan 438 km jalan baru.
Total ruas jalan provinsi yang diperbaiki mencapai 418,7 km, ditambah ruas non-provinsi 19,2 km, sehingga keseluruhannya sekitar 438 km.
Pada sembilan bulan pertama, tercatat pembangunan jalan sepanjang 664 km, meski angka ini tampak bervariasi antar sumber mungkin karena tahap yang berbeda (pembangunan baru vs perbaikan).
Pemeliharaan berkala juga menjangkau 211 km dengan anggaran Rp520 miliar.
Anggaran
Anggaran awal dialokasikan dari Rp400 miliar menjadi Rp4 triliun melalui efisiensi biaya rutin provinsi.
Untuk tahun 2026, alokasi APBD mencapai Rp4,8 triliun guna target kemantapan jalan 90-95%, sementara tahun 2025 sempat Rp2,4 triliun untuk pemeliharaan provinsi.
Total kumulatif satu tahun sulit dirinci pasti karena laporan bertahap, tapi fokus utama pada infrastruktur dasar hingga 2027.
Dalam sebuah unggahan di medsos, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa tidak logis ada jalan rusak di Jawa Barat, Mengapa? Karena pendapatan pajak kendaraan bermotor Jabar Rp 8 triliun/ tahun.
“Ini pajak harus dikembalikan untuk kepentingan masyarakat. Jadi dengan satu tahun pendapatan pajak sangat berlebihan untuk membangung atau meperbaiki jalan di seluruh Jawa Barat,” katanya.
Kualitas pembangunan jalan provinsi di Jawa Barat di bawah Gubernur Dedi Mulyadi mengacu pada kualitas jalan standar tinggi: lapir pertama adalah beton cor 20-230 cm, selanjutnya lapisan hotmix setebal 20 cm untuk jalan provinsi.
Target dan Komitmen
Pemprov Jabar menargetkan minimal 90% jalan provinsi dalam kondisi baik hingga akhir 2026, dengan harapan mencapai 100% mulus dan nyaman dilalui.
Gubernur meminta maaf atas kondisi jalan bolong yang tersisa, sambil tekanan perbaikan tuntas bukan sekedar tambal sulam untuk daya tahan lebih lama.
Standar baru “jalan premium” untuk kawasan industri direncanakan mulai tahun 2026, dengan lebar lebih besar dan kuat menahan beban berat.
Masyarakat umumnya puas dengan kinerja infrastruktur Pemprov, terutama setelah perbaikan ruas seperti di Bogor yang kini lebih aman bagi pengendara.
DPRD Jabar mengapresiasi penanganan menyeluruh agar kualitas bertahan lama, meski harapan masyarakat adalah kelanjutan program berkualitas tinggi. **







