Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Tanggul Mijen Semarang Jebol Dua Pelajar Terseret Arus, Fatma Nida Telah Ditemukan Nadia Eka Masih Hilang

badge-check


					Tim BPBD dam SAR telah berhasil menemukan korban dan motor pelajar SMA 12 Semarang yang meninggal akibat terseret banir akibat tanggul Mijen Semarang jebol. Foto: Instagram_bangasep_cangkiran Perbesar

Tim BPBD dam SAR telah berhasil menemukan korban dan motor pelajar SMA 12 Semarang yang meninggal akibat terseret banir akibat tanggul Mijen Semarang jebol. Foto: Instagram_bangasep_cangkiran

Penulis: Sri Muryanto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SEMARANG– Dua kejadian terpisah akibat luapan Sungai Karangmalang di Kecamatan Mijen, Semarang, pada 10 Februari 2026, hingga kini satu siswi SMA telah ditemukan dan satu siswi SMP hilang hingga hari kelima pencarian.

Pejabat SAR Moel Wahyono dan  Endro Pudyo Martanto  dari BPBD Semarang menyatakan tetap melanjutkan upaya pencarian korban, hingga Sabtu  14 Februari 2026.

Fahma Chusnun Nida (16 tahun) , siswi SMAN 12 Semarang, adalah korban yang sudah ditemukan dalam kasus hayut di Sungai Karangmalang, Mijen.

Korban ditemukan 11 Februari 2026 pukul 06.00-07.00 WIB hingga ujung Sungai Cepoko/Kranji, Kaligetas, Mijen, berjarak 8 km dari lokasi kejadian. Korban dibawa ke rumah duka di Dusun Gares, Desa Kliris, Kecamatan Boja, Kendal, untuk dimakamkan setelah evakuasi tim SAR.

Motor Honda Beat miliknya ditemukan pada 12 Februari 2026, 500 meter dari titik awal. Sementara Nadia Eka Kurniawati (13) masih hilang.

Dua Kejadian 

Peristiwa ini terjadi Pukul 19.00 WIB, pada saat tanggul Sungai Karangmalang jebol usai hujan deras. Korban pertama, saat itu Fahma Chusnun Nida (16) , siswi SMAN 12 Semarang, mengendarai Honda Beat terseret arus di Jembatan Desa Krajan.  Motornya terdeteksi 12 Februari 500 meter dari titik awal.

Korban kedua, Nadia Eka Kurniawati (13) , siswi SMP, mengendarai Honda Scoopy bonceng Alfa Ayuda Inara (14) yang selamat. Motor dan Nadia hanyut; pencarian motor belum berhasil.

Moel Wahyono , Kepala Pelaksana Basarnas Semarang, konfirmasi kronologi dan klarifikasi dua kasus berbeda. Tim SAR Gabungan menyisir darat hingga Waduk Jatibarang per 13 Februari (hari ke-4).

Polsek Mijen terima laporan awal dan koordinasi warga; Kepala BPBD Endro Pudyo Martanto memperbarui penyisiran Jembatan Cepoko. Polrestabes Semarang fokus mengeluarkan banjir umum.

Bencana luapan sungai akibat curah hujan ekstrem; warga membersihkan sampah sungai pasca-insiden. Pencarian Nadia lebih lanjut; mempublikasikan doakan melalui media sosial.

Dua kejadian terpisah akibat luapan Sungai Karangmalang di Kecamatan Mijen, Semarang, pada 10 Februari malam melewati satu siswi SMA dan menyisakan satu siswi SMP hilang hingga hari kelima pencarian.

Kronologi 
  • 10 Februari 2026, pukul 19.00 WIB : Tanggul Sungai Karangmalang jebol akibat hujan deras di wilayah Mijen; arus banjir mengamuk di Jembatan Desa Krajan.

  • 19.05 WIB : Fahma Chusnun Nida (16), siswi SMAN 12 Semarang, mengendarai Honda Beat terseret arus saat melintasi jembatan.

  • 19.10 WIB : Nadia Eka Kurniawati (13), siswi SMP, mengendarai Honda Scoopy bonceng Alfa Ayuda Inara (14) juga hayut di lokasi sama; Alfa selamat, Nadia dan motor hilang.

  • 19.30 WIB : Polsek Mijen terima laporan awal dari warga; upaya mandiri pencarian dimulai.

  • 11 Februari 2026, pukul 07.00 WIB : Jenazah Fahma mengatakan jaraknya sekitar 8 km dari daerah setempat.

  • 12 Februari 2026 : Motor Honda Beat Fahma terdeteksi 500 meter dari titik awal; motor Scoopy Nadia belum ditemukan.

  • 13 Februari 2026 (hari ke-4) : Tim SAR Basarnas sisir darat hingga Waduk Jatibarang dan Jembatan Cepoko; belum ada temuan.

Moel Wahyono , Kepala Pelaksana Basarnas Semarang, konfirmasi kronologi dan klarifikasi dua kasus berbeda. Polsek Mijen koordinasi awal; Kepala BPBD Endro Pudyo Martanto update penyisiran terkini. Polrestabes Semarang fokus mengeluarkan banjir umum.

Bencana memicu curah hujan ekstrem; warga membersihkan sampah sungai pasca-insiden. Pencarian Nadia dilanjutkan dengan doa publik melalui media sosial. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Trending di News