Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Jeruk Bali Dapat Menjadi Silent Killer, Ini Sebabnya

badge-check


					Jeruk Bali Perbesar

Jeruk Bali

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Menurut dokter Bui Dac Sang dari Asosiasi Pengobatan Tradisional Hanoi, jeruk bali adalah buah yang familiar dan menawarkan banyak manfaat kesehatan. Dalam pengobatan tradisional, jeruk bali digunakan sebagai obat untuk menghilangkan angin, melarutkan dahak, mengurangi batuk, membantu pencernaan, dan mencegah mabuk perjalanan.

Dari segi nutrisi, jeruk bali kaya akan vitamin C, serat, mineral, dan antioksidan, yang berkontribusi pada peningkatan sistem kekebalan tubuh dan perlindungan kardiovaskular. Namun, jeruk bali harus dikonsumsi pada waktu yang tepat dan oleh orang yang tepat.

Meskipun kaya akan vitamin, jika jeruk bali dikonsumsi secara tidak benar bersamaan dengan minum alkohol atau mengonsumsi obat-obatan, senyawa furanocoumarin dapat mengubah buah ini menjadi pembunuh senyap (silent killer), merusak sel-sel hati.

Banyak orang percaya bahwa jeruk bali, karena berair dan kaya akan vitamin, dapat membantu “menyembuhkan” mabuk. Menurut para ahli, ini adalah kesalahpahaman.

Faktanya, jeruk bali mengandung furanocoumarin, senyawa yang dapat menghambat enzim metabolisme di usus dan hati. Jika dikombinasikan dengan alkohol, senyawa ini dapat meningkatkan toksisitas etanol dalam tubuh, sehingga menambah beban pada hati.

Praktisi pengobatan tradisional Bui Dac Sang menyarankan bahwa setelah minum alkohol, orang sebaiknya menunggu sekitar 48 jam sebelum mengonsumsi jeruk bali untuk menghindari potensi efek negatif terhadap kesehatan.

Jeruk bali dapat berinteraksi tidak hanya dengan alkohol tetapi juga dengan banyak obat-obatan. Beberapa penelitian medis modern menunjukkan bahwa jeruk bali dapat mengubah konsentrasi obat dalam darah, mengurangi efektivitasnya atau meningkatkan risiko efek samping.

Secara khusus, orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk kanker, penyakit kardiovaskular, atau obat-obatan yang dimetabolisme oleh hati sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi jeruk bali. Sementara itu, bagi penderita diabetes, jeruk bali merupakan buah yang bermanfaat jika dikonsumsi dengan benar dan dalam jumlah yang tepat.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Berapa Honor Shakira di Piala Dunia 2026? Jawabannya Mengejutkan

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Nonton Piala Dunia 2026 Bisakah Pakai STB TV Tabung?

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Dijuluki Gadis Tercantik di Dunia, Penny Lane Balas Komentar Negatif Soal Tubuhnya

8 Juni 2026 - 19:36 WIB

Sarwendah Jadi sorotan Publik, Lontarkan Kata Cong, Terkait Perseteruannya dengan Ruben Onsu

4 Juni 2026 - 19:45 WIB

70 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Alami Penyakit Hati Kronis

3 Juni 2026 - 20:03 WIB

Trending di Life Style