Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Gubernur NTT Mengaku Malu, Gegara Miskin Anak SD di Ngada Tewas Secara Tragis

badge-check


					Gubernur NTT,  Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegur keras Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada menyusul meninggalnya seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu. Melki mengaku sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Foto: delik.tv


 keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu. Perbesar

Gubernur NTT, Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegur keras Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada menyusul meninggalnya seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu. Melki mengaku sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Foto: delik.tv  keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu.

Penulis: Eko Wienarto  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, NTT-  Peristiwa tragis menimpa seorang bocah 10 tahun siswa sebuah SDN di kabupaten Ngada, gegara miskin tak mampu membeli pinsil dan buku, hingga nekad mengakhiri hidupnya, kasus ini mendapat respon  Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena.

Ia menyatakan rasa malu dan terpukul karena kejadian ini mencerminkan kegagalan pemerintah daerah dalam menangani kemiskinan dan persoalan sosial.​​

Siswa berinisial YBR (10), kelas IV SD, ditemukan meninggal pada 29 Januari 2026 di kebun warga, diduga akibat gantung diri karena tak mampu membeli buku dan alat tulis.​​

Karena beritanyanya viral, Gubernur Melki kesulitan menghubungi Bupati Ngada, sehingga menerjunkan tim provinsi ke lokasi untuk investigasi langsung.

Gubernur juga  keras Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngada atas lambatnya respons terkait kematian siswa SD berusia 10 tahun di Kecamatan Jerebuu.​​

Teguran disampaikan saat peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa di Kupang pada 4 Februari 2026.​​

Melki menyebut insiden ini sebagai “alarm keras” kegagalan pranata sosial dan pemerintahan NTT, terutama dalam deteksi dini masalah kemiskinan anak.

Ia mengaku terganggu karena sejumlah menteri dan pimpinan nasional menghubunginya menanyakan kasus tersebut.​​

Kasus ini disebut tamparan bagi sistem pendidikan dan perlindungan warga miskin.​

Bupati Ngada Raymundus Bena menyebut penyebab kematian belum pasti dan bisa melibatkan faktor kompleks lain, berbeda dengan penilaian gubernur.​

Gubernur menekankan urgensi perbaikan koordinasi pemda agar kejadian serupa tak terulang.​

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena telah menginstruksikan bantuan langsung kepada keluarga siswa SD berinisial YBR (atau YBS) yang meninggal diduga gantung diri di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.

Ia memerintahkan Pemprov NTT dan Pemkab Ngada untuk memberikan dukungan materi yang diperlukan keluarga korban, termasuk pembangunan rumah layak huni.

Koordinasi dilakukan sejak awal kejadian untuk memastikan pendampingan cepat dan solutif.
Selain itu, gubernur menyampaikan belasungkawa mendalam dan mendorong perbaikan sistem agar bansos bisa diakses meski ada kendala administrasi kependudukan.

Meski keluarga sebelumnya tak menerima bansos penuh karena perpindahan domisili dari Nagekeo ke Jerebuu, gubernur menekankan urgensi perbaikan data penduduk untuk mencegah kejadian serupa.

Tidak ada laporan detail tentang besaran bantuan tunai atau realisasi fisik hingga 5 Februari 2026, tapi fokus utama adalah dukungan jangka pendek dan panjang. **​

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kini Sudah Lahir Buku Gastronomi Berisi Catatan Kekayaan Masakan Khas Jombang

14 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Lautan Massa Padati Acara Jombang Bersholawat, Hadirkan Gus Iqdam dan Hadrah Sabilu Taubah

14 Oktober 2026 - 08:31 WIB

OTT KPK Sasar Kantor BNPB, Tangkap 14 Pejabat dan Pengusaha, Uang dan Emas Batangan

13 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Israel Melarang Pesawat Kargo Ethiopia Mendarat, karena Pilotnya Warga Indonesia

13 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Desak Penutupan 23 Pabrik Rokok Ilegal, Massa LSM Lempari Telur Kantor Bea Cukai Madura di Pamekasan

13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Suasana Memanas, Bentrok Massa AMPB Vs LSM Aksi Pati Bangkit di Halaman PN

13 Oktober 2026 - 21:17 WIB

TMMD Ke 130 Buka Akses Desa Klitih Plandaan: Bangun Jalan Rabat Beton 1.338 M, 10 RLTH dan 6 WC Umum

13 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Trending di Nasional