Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Pemdes Sobrah Bangun Pendopo Punden Desa Rp 180 Juta, Ternyata Ini Manfaatnya

badge-check


					Inilah pendopo punden desa Sobraj, kecamatan Wungu, Madiun, telah selesai dibangun. Berfungsi sebagai fasilitas untuk para peziarah, serta acara desa di lokasi tersebut. Foto: Bambang Tjuk W Perbesar

Inilah pendopo punden desa Sobraj, kecamatan Wungu, Madiun, telah selesai dibangun. Berfungsi sebagai fasilitas untuk para peziarah, serta acara desa di lokasi tersebut. Foto: Bambang Tjuk W

Penulis: Bambang Tjuk Winarno  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MADIUN- Pemerintah Desa Sobrah, kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, baru saja menyelesaikan pembangunan pendopo punden di wilayahnya. Fasilitas ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sosial, budaya, serta keagamaan yang diyakini masyarakat setempat.

Bangunan yang menjadi pusat pertemuan warga desa tersebut sangat penting karena berfungsi sebagai ruang utama kehidupan sosial sekaligus sebagai penjaga tradisi dan kearifan lokal. Pendopo punden juga menjadi simbol identitas budaya dan adat yang terus dipertahankan hingga saat ini.

Kepala Desa Sobrah, Siti Asiyah, S.H, menyampaikan kepada wartawan di kantornya pada Kamis, 20 November 2025, bahwa fasilitas tersebut merupakan kebutuhan utama yang harus segera disediakan demi mendukung kegiatan masyarakat desa.

Karena proyek ini dikerjakan secara swakelola, pelaksanaan sepenuhnya dipercayakan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa. Kepala desa memberikan wewenang kepada TPK yang dipimpin oleh Suwito agar pelaksanaan pembangunan bisa berjalan sesuai rencana.

“Pendopo ini sudah rampung dan resmi digunakan. Warga desa kini dapat memanfaatkannya untuk mendukung berbagai kegiatan sosial, adat, dan budaya yang masih dilestarikan sampai sekarang,” ujar Siti Asiyah.

Ketua TPK Desa Sobrah, Suwito, menambahkan bahwa pendopo punden ini sudah lama dinantikan oleh warga. Meskipun sudah beberapa kali terjadi pergantian kepala desa, baru kali ini harapan warga terwujud.

Menurut Suwito, pendopo memiliki fungsi penting sebagai tempat berlindung dan pusat berkumpul saat diadakannya acara budaya, keagamaan, dan kegiatan sosial lainnya.

Beberapa kegiatan rutin yang diadakan di pendopo ini antara lain acara bersih desa yang menjadi agenda tahunan, serta kegiatan ritual doa dan pemberian sesaji kepada leluhur demi keselamatan dan kelancaran hajatan seperti pernikahan atau khitanan.

“Pendopo ini menjadi tempat berkumpul warga saat kegiatan bersih desa, dan juga sering dipakai untuk doa saat ada acara adat seperti temanten dan khitanan,” jelas Suwito.

Pembangunan pendopo berukuran 9×9 meter ini dikerjakan selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2025, oleh delapan pekerja dari tim swakelola. Dana yang digunakan berasal dari Dana Desa (DD) dengan total anggaran Rp180 juta.

Suwito secara terbuka mengakui ada pengurangan spesifikasi bahan kayu jati penyangga, dari tiang tengah semula 20 cm menjadi 14 cm, dan tiang pinggir dari 18 cm menjadi 11 cm.

Namun, keputusan ini tidak diambil sembarangan, melainkan melalui rapat bersama kepala desa, sekretaris desa, perencana, BPD, dan pihak terkait lainnya yang dituangkan dalam berita acara resmi.

Pengurangan bahan kayu dilakukan karena harga kayu jati dengan spesifikasi awal terlalu tinggi dan melebihi anggaran yang tersedia. Oleh sebab itu, penyesuaian spek kayu penyangga disepakati secara musyawarah.

“Sesuai musyawarah bersama, kami menurunkan spesifikasi kayu demi menyesuaikan anggaran. Prosesnya transparan dan kami memiliki berita acara untuk itu,” terang Suwito.

Terkait anggaran, seluruh dana proyek sebesar Rp180 juta sudah termasuk PPN 12,5% dan seluruhnya telah terserap untuk kegiatan pembangunan pendopo tersebut. Data realisasi fisik di lapangan dan laporan di sistem online pemerintah desa juga sudah sinkron dan tercatat dengan baik. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dugaan Permintaan Aborsi Seret Runner-up Raka Raki Jatim 2026, Begini Respons Pemkot Surabaya

10 Agustus 2026 - 20:54 WIB

DJP Tegaskan Belum Ada Rencana Pajaki Pemilik Rumah Kontrakan pada 2027

10 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Mirip Film Perang Fiksi, RRT Lawan Nyamuk Gunakan Senjata Laser

10 Agustus 2026 - 20:34 WIB

BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP

10 Agustus 2026 - 20:24 WIB

Ritual Malam Bakar Obat Nyamuk Nasional, Nilai Pasar Rp7,8 Triliun/ Tahun

10 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Prakiraan APBD Jombang 2027: Cuma Naik Rp167 Miliar

10 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Harga Naik Terus, Koperasi Unggas Sejahtera Bagikan Gratis 600 Ekor Ayam kepada Warga Batang

10 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Diduga Kasus Tanah Kaveling, Polresta Malang Terbitkan Surat DPO terhadap Ipda Wibowo Hari Sucahyo

10 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

Trending di News