Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Beberapa Siswa SMAN 72 Jakarta Minta Pindah Sekolah pasca Ledakan Bom

badge-check


					Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa banyak siswa ingin berpindah sekolah dari SMAN 72 Jakarta. Dok.Pramono Anung Perbesar

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa banyak siswa ingin berpindah sekolah dari SMAN 72 Jakarta. Dok.Pramono Anung

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Setelah terjadinya ledakan di SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025, timbul masalah baru di kalangan siswa.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa banyak siswa ingin berpindah sekolah dari SMAN 72 Jakarta.

Pramono juga mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi.

“Ternyata dampaknya melebihi apa yang saya bayangkan. Banyak siswa yang akhirnya meminta pindah sekolah,” kata Pramono di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, pada Minggu (16/11/2025).

“Saya sudah meminta kepada pihak sekolah dan juga Ibu Kepala Dinas untuk merumuskan hal ini dengan baik, karena saya tidak ingin dampaknya berlanjut terlalu lama,” tambahnya.

Saat ini, pelajaran di SMAN 72 Jakarta tetap dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Saya katakan kepada Ibu Kepala Sekolah, batas waktu untuk pembelajaran daring itu sampai hari Senin,” ucap Pramono lagi.

“Pada hari Senin, mereka akan mengundang para siswa dan guru untuk memberikan pilihan, apakah mereka mau belajar secara langsung atau tetap daring,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMAN 72 Jakarta, Tetty Helena Tampubolon, menjelaskan bahwa proses belajar mengajar (KBM) pada hari Senin, 17 November 2025, masih akan dilakukan secara daring.

“Kami masih memantau dan memastikan kepada orang tua apakah sudah boleh PJJ atau menggunakan metode hybrid. Jadi kami harus memastikannya dengan orang tua,” ujar Tetty.

Mengenai kekhawatiran atas insiden tersebut, Tetty mengakui masih ada rasa cemas yang dirasakan oleh orang tua siswa.

“Orang tua murid sangat memberikan izin karena mereka masih khawatir, jangan-jangan kejadian serupa bisa terjadi lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa ledakan di SMAN 72 Jakarta terjadi pada Jumat, 7 November 2025, ketika para siswa dan staf sedang melaksanakan salat Jumat di masjid sekolah.

Akibat dari peristiwa itu, setidaknya ada 96 orang yang menjadi korban, dengan rincian 67 korban mengalami luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 orang luka berat.

Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, terungkap ada 7 bom yang ditemukan di area SMAN 72 Jakarta pada waktu kejadian.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri UMKM Siapkan Kebijakan Khusus buat Hadapi Aturan Wajib Halal

14 September 2026 - 19:01 WIB

Gempa M 5,2 Malang Tak Begitu Dirasakan Warga, Ini Penyebabnya

14 September 2026 - 18:36 WIB

,Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Kompak Naik, Daftar Harga BBM Terbaru 13 September 2026

13 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Emas Antam Loyo, Turun Sedalam Ini Sepekan

13 September 2026 - 19:08 WIB

Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90 Ribu/Kg

13 September 2026 - 19:00 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Harga Pertamax Bisa Tembus ke Rp 20.000

11 September 2026 - 18:41 WIB

Akhir Bulan Ini Semua SPBU Bisa Jual B50

11 September 2026 - 18:32 WIB

Jasa Marga Ungkap Daftar Jalan Tol Baru yang Siap Beroperasi

9 September 2026 - 19:17 WIB

1.845 KK di Surabaya Tercatat Turun Kelas Desil

9 September 2026 - 19:06 WIB

Trending di Nasional