Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Wiko: Waspadai Banjir! Sungai Gunting dan Pancir Meluas Banjir 1,5 M di Kademangan

badge-check


					Hujan deras selama 12 jam di kawasasn Jombag, menyebabkan beberapa titik banjir dengan kedalaman hingga 1,5 meter, 10 November 2035. Tititk banjir tertinggi ada di wilayah desa kademangan, Mojoagung, Foto: kolase/detik/ bhirawa,/berita jatim Perbesar

Hujan deras selama 12 jam di kawasasn Jombag, menyebabkan beberapa titik banjir dengan kedalaman hingga 1,5 meter, 10 November 2035. Tititk banjir tertinggi ada di wilayah desa kademangan, Mojoagung, Foto: kolase/detik/ bhirawa,/berita jatim

Penulis: Arief Hendro Susatyo   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Curah hujan semakin deras dan lama, menyebabkan terjadi beberap titik genangan banjir di wilayah kabupaten Jombang, saat terjadi hunajn selama 12 jam, Senin 10 November 2025.

Merespon hal itu, Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa, menyatakan bahwa terkait meluasnya banjir di wilayah Jombang pada November 2025, ia mengimbau kepada warga semakin waspadai kejadian sekecil apapun efek dari musim hujan ini.

Ia menyampaikan bahwa kondisi banjir semakin naik karena curah hujan tinggi dan volume air yang terus bertambah. BPBD Jombang telah mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk tim relawan, untuk membantu evakuasi warga terdampak dan mendirikan posko pengungsian serta dapur umum.

Menghadapi musim penghujan kali ini ditambahkan, dengan peirngatan dari BMKG bahwa musim hujan deras dan panjang akan terjadi mulaia awal Novembwer  hingga Maret 2025, maka BPBD Jombang siap menerima laporan adanya risiko ini.

“Jangan segan-segan warga melaporkan kepada kami bisa menemukan gejalan dan peristiwa efek musim penghujan saat ini, “Mengapa? Agar kami bisa segerahkan perugas ke lokasi, sehingag banyak yang bisa diatas secara cepat,” turut Wiku Birawa.

Wiku juga menyampaikan bahwa komunikasi terus dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengantisipasi kondisi.

Di beberapa titik seperti Dusun Beluk dan Dusun Kedondong, ribuan warga terdampak dan sebagian sudah mengungsi di gedung sekolah atau tempat pengungsian lainnya.

Ia menekankan bahwa BPBD bersama seluruh pihak terkait, termasuk TNI, Polri, dan relawan, terus berupaya mengatasi kondisi banjir agar warga mendapatkan bantuan secepatnya dan risiko dampak banjir dapat diminimalkan.

Pernyataan ini sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Titik Banjir Bertambah

Titik banjir dengan ketinggian air tertinggi di wilayah Jombang pada hari Senin, 10 November 2025, terjadi di desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung.

Ketinggian air di sana mencapai antara 100 hingga 150 cm (1 sampai 1,5 meter), merendam permukiman warga dan jalanan sekitar.

Titik tertinggi yang tercatat adalah 1,5 meter di RT 03 RW 01 Dusun Beluk, Desa Kademangan. Banjir ini terutama disebabkan oleh luapan Sungai Gunting dan Sungai Pancir yang menggenangi wilayah tersebut, serta hujan lebat yang berlangsung lebih dari 12 jam.​

Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa, telah memberikan pernyataan terkait meluasnya banjir di wilayah Jombang pada November 2025.
Ia menyampaikan bahwa kondisi banjir semakin naik karena curah hujan tinggi dan volume air yang terus bertambah. BPBD Jombang telah mengerahkan seluruh sumber daya, termasuk tim relawan, untuk membantu evakuasi warga terdampak dan mendirikan posko pengungsian serta dapur umum.

Wiku juga menyampaikan bahwa komunikasi terus dilakukan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mengantisipasi kondisi.

Di beberapa titik seperti Dusun Beluk dan Dusun Kedondong, ribuan warga terdampak dan sebagian sudah mengungsi di gedung sekolah atau tempat pengungsian lainnya.

Ia menekankan bahwa BPBD bersama seluruh pihak terkait, termasuk TNI, Polri, dan relawan, terus berupaya mengatasi kondisi banjir agar warga mendapatkan bantuan secepatnya dan risiko dampak banjir dapat diminimalkan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (76): Mafia, Gangster Berbasis Kekuarga

1 November 2026 - 10:43 WIB

Legislatif-Eksekutif Bahas RAPBD 2027, Hadi Atmaji: Pintu Masuk Masa Depan Jombang

1 November 2026 - 09:48 WIB

APINDO Jombang Siap Bangun Rumah Janda Sulasih Warga Sambong Duran dalam Tempo Satu Bulan

31 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Menelisik Akar Terorisme (75): Martin Luther King Korban Keganasan Klan

31 Oktober 2026 - 06:20 WIB

Truk Angkut Bunga Angrek Terbakar, BPBD Jombang Puji Bantuan Warga Plumbon Gambang

31 Oktober 2026 - 05:40 WIB

PIHPS Catat Harga Cabai di Jatim Turun Tajam, Rawit Merah Kini Rp45 Ribu per Kg

30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

BMKG Ungkap Musim Hujan di Jawa Timur akan Berlangsung Selama Empat Bulan Saja

30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Pemerintah Siapkan Hadiah Rp1 Triliun bagi Pemprov dan Pemkab/ Pemkot Pendukung MBG Terbaik

29 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Trending di News