Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Kasus OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, Hotman Paris Sebut Ada Kejanggalan

badge-check


					Hotman menyorot kendaraan yang disita KPK dari Wamenaker Perbesar

Hotman menyorot kendaraan yang disita KPK dari Wamenaker

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

JAKARTA, KREDONEWS.COM- Penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (20/8/2025) malam terus menuai sorotan publik.

Salah satu komentar datang dari pengacara ternama Hotman Paris Hutapea, yang menilai ada hal janggal dalam penanganan kasus tersebut, khususnya terkait penyitaan sejumlah kendaraan mewah milik Immanuel.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Hotman menyampaikan dukungan terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan KPK.

Namun, ia mengajukan pertanyaan mengenai dasar hukum penyitaan mobil dan motor yang dipamerkan KPK setelah operasi tangkap tangan (OTT) berlangsung.

“Kita mendukung tindakan dari KPK melakukan tindakan penegakan hukum. Namun ada pertanyaan serius dari Hotman Paris dalam kasus OTT Immanuel atau Noel Ebenezer” ujar Hotman, 22 Agustus 2025.

Hotman menyoroti kendaraan yang disita KPK, menurutnya kendaraan tersebut terlihat merupakan hasil pembelian sejak beberapa tahun lalu.

“Apabila melihat mobil-mobil dan motor-motor milik dari Immanuel yang disita, yang dipamerkan di depan gedung KPK, itu sepertinya adalah mobil dan motor yang dibeli tahun-tahun lalu.” kata Hotman.

“Pertanyaannya, apa dasarnya untuk menyita, apa kaitannya dengan perkara OTT yang kejadiannya adalah baru-baru ini, bukan jauh-jauh sebelumnya,” tuturnya.

Hotman menegaskan bahwa pertanyaan ini penting untuk memberikan kepastian hukum. Ia menilai publik perlu mendapatkan kejelasan apakah aset lama bisa langsung dikaitkan dengan kasus yang baru terjadi.

“Mobil-motor sudah dibeli dari bertahun-tahun lalu, OTT baru bulan Agustus 2025, kenapa mobil dan motornya ikut disita? Ini hanya untuk kepastian hukum. Kita perlu pelajaran hukum,” kata Hotman menutup pernyataannya..****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Tuntut Keadilan, 50 Perwakilan Karyawan PT SGS Unjuk Rasa di Disnaker Jombang

17 Juli 2026 - 21:12 WIB

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Trending di News