Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Walikota Surabaya Bongkar 125 Bangunan Liar di Pinggir Kalianak

badge-check


					Walikota Surabaya bongkar 125 bangunan liar di saluran sungai Kalianak, Surabaya. Betapa kumuh suasana perumahan di sepanjang Kalianak, sebagai bagian yang menyebabkan banjir. Tangkap layar video Instagram@surabayakabarmetro Perbesar

Walikota Surabaya bongkar 125 bangunan liar di saluran sungai Kalianak, Surabaya. Betapa kumuh suasana perumahan di sepanjang Kalianak, sebagai bagian yang menyebabkan banjir. Tangkap layar video Instagram@surabayakabarmetro

Penulis: Saifudin   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembongkaran 125 bangunan liar di bantaran Sungai Kalianak sebagai upaya penanggulangan banjir yang sering melanda wilayah kecamatan Asemrowo dan kecamatan Krembangan.

Penertiban ini ditargetkan selesai hingga akhir Mei 2025, dengan proses pembongkaran yang sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu dan terus dikebut hingga mencapai titik Station (STA) 4+00 di sepanjang bantaran sungai tersebut.

Pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan melibatkan alat berat, termasuk tiga unit excavator jenis long arm yang dikerahkan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya untuk mempercepat prosesnya.

Sebelumnya, 42 bangunan telah dibongkar, dan pada hari-hari berikutnya dilakukan pembongkaran tambahan hingga mencapai total 125 bangunan.

Pemkot Surabaya juga melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan warga penghuni bangunan liar tersebut, memberikan opsi pembongkaran mandiri dengan bantuan teknis jika diperlukan, serta melakukan penandaan rumah yang masuk dalam lahan aliran sungai.

Warga dan RT/RW setempat menunjukkan sikap kooperatif dan mendukung penuh penertiban ini demi kebaikan bersama dan pengurangan risiko banjir.

Penertiban ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Surabaya untuk menormalisasi Sungai Kalianak dan menata kawasan bantaran sungai menjadi lebih tertib dan aman, sehingga mengurangi hambatan aliran air akibat penyempitan ruas sungai oleh bangunan liar.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa pembongkaran itu sebagai bagian dari  pembangunan dan pelayanan publik di Surabaya pada tahun 2025.

Karena kawasan tersebut selain kumuh, juga menyebabkan penyempitan sungai, sehingga arus air menjadi tidak lancar penyebab banjir.

Ia menegaskan banyak hal yang ingin dikerjakan, seperti pembangunan jalan lingkar barat, rumah sakit, dan underpass yang harus segera terwujud. Selain itu, Eri juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat Surabaya.

Ia berharap dengan penyelesaian proyek-proyek besar yang sempat tertunda, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari keberadaan pemerintah kota. Selain itu, Eri juga berencana mengembangkan tempat-tempat wisata untuk menarik wisatawan dan menggerakkan UMKM lokal.

Dalam menghadapi tantangan ke depan, terutama terkait pengelolaan fiskal, Eri menyatakan bahwa Pemkot Surabaya telah menginventarisasi program pembangunan periode 2025-2030 agar program kerakyatan dapat berjalan efektif.

Eri juga menanggapi isu sosial seperti urbanisasi pasca-Lebaran 2025 dengan tegas, di mana pendatang tanpa tujuan jelas dan pekerjaan akan dipulangkan ke daerah asalnya demi menjaga ketertiban dan kesejahteraan warga asli Surabaya.

Selain itu, Eri menanggapi kritik terkait kegiatan tasyakuran yang digelar di tengah kebijakan efisiensi anggaran. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Terjebak Love Scam Dunia Maya, Ibu 54 Tahun dari Jakarta Rela Transfer Rp250 Juta setelah Jual Mobil

13 Juli 2026 - 20:33 WIB

Ibu ini berusia 54 tahun alamat di Jakarta Selatan, terbius oleh rayuan gombal lewat love scam. Ia bahkan rela jual mobil dan transfer Rp250 juta kepada pria yabg mengaku polisi yang bertugas di Polda Metro Jaya. Foto: cyber netwotk

Jangan Panik! Beras Anda Aman dari Kutu dengan Trik Sederhana

13 Juli 2026 - 20:22 WIB

Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Shell, dan VIVO

13 Juli 2026 - 20:07 WIB

Pasca Penggeledahan Jampidsus, Kapolri Lakukan Pertemuan Tertutup dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin

13 Juli 2026 - 17:39 WIB

12 Orang Tewas Laka Beruntun di Indramayu, Rombongan Pengantin dari Desa Cempeh Lelea

13 Juli 2026 - 16:56 WIB

Mahfud MD Merasa Kena Prank Penyerahan Kasus Hukum Febrie Adriansyah kepada Kejaksaan Agung

13 Juli 2026 - 13:57 WIB

RSKKA Kembali Melayari 4 Pulau Terluar Jatim, Layani Kesehatan dan Deteksi Dini Penyakit Katastropik

12 Juli 2026 - 22:28 WIB

Motor Melaju Kencang Menabrak Salon Kecantikan di Kintelan Mojokerto, Pardu Warga Diwek Meninggal Dunia

12 Juli 2026 - 20:10 WIB

Suami Pamit Buang Air Kecil di Hutan Loa Janan Samarinda, 9 Jam Kemudian Muncul Dalam Kondisi Linglung

12 Juli 2026 - 19:28 WIB

Trending di News