Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

BAP Pemotongan Rp 200 Ribu Jalan Terus, Dedi Mulyadi Undang Makan 350 ASN Dishub Bogor

badge-check


					Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tetap tegas agar persoalan pemotongan uang Rp 200 ribu dana kompensasi sopir angkot Bogor tetap dilanjutkan melalui BAP kepolisian. Disisi lain, dia mengundang 350 orang ASN Dishub Bogor, untuk makan malam bersama di rumahnya, hari Minggu,  12 April 2025. 
Tangkap layar video Instagram@dedimulyadi71 Perbesar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tetap tegas agar persoalan pemotongan uang Rp 200 ribu dana kompensasi sopir angkot Bogor tetap dilanjutkan melalui BAP kepolisian. Disisi lain, dia mengundang 350 orang ASN Dishub Bogor, untuk makan malam bersama di rumahnya, hari Minggu, 12 April 2025. Tangkap layar video Instagram@dedimulyadi71

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANDUNG– Kasus hukum pemotongan uang Rp 200.000, dana kompensasi sopir angkot jalan terus. Tetapi, gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi juga mengundang 350 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Perhubungan (Dishub) kabupaten Bogor ke kediamannya untuk makan malam, Minggu,  12 April 2025 mendatang.

Pernyataan ini muncul dalam sesi video call antara Dedi Mulyadi dengan kepada Dishub kabupaten Bogor, Dadang Kosasih pada hari Minggu,  tanggal 6 April 2025.

Dalam video caal itu, Dedi mengatakan bahwa BAP di kepolisian tetap berjalan, dan mengundang seluruh ASN Dishub Bogor, sebanyak 350 orang untuk makan malam. Bahkan Dedi sudah siapkan 7 unit bus untuk transportasi ke rumahnya.

Undangan ini merupakan langkah untuk mempererat hubungan dan menyelesaikan isu yang muncul terkait pemotongan Rp 200.000, uang kompensasi bagi sopir angkot di kawasan Puncak, yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

Kasus itu muncul setelah Dedi Mulyadi melaksanakan kebijaksaan baru,  memberikan uang kompensasi sebesar Rp 1,5 juta kepada sopir angkot di kabupaten yang beban arus lalu lintasnya sangat padat.

Rincian dari kompensasi tersebut adalah Rp 1 juta dalam bentuk uang tunai dan Rp 500 ribu dalam bentuk sembako. Namun, terdapat laporan bahwa sejumlah sopir mengalami pemotongan sebesar Rp 200 ribu dari total kompensasi yang mereka terima.

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa pemotongan tersebut sangat berarti bagi keluarga sopir angkot, dan ia berencana untuk mengganti jumlah yang dipotong tersebut. Sebaliknya, Dedi juga menegaskan akan memproses hukum terhadap oknum yang terlibat dalam pemotongan dana kompensasi ini, meskipun uangnya sudah dikembalikan.

Dedi Mulyadi adalah gubenur pertama kali yang berani mengeluarkan kompensasi untuk sopir angkot agar tidak operasi selama arus mudik hingga arus balik. Dia mengeluarkan total dana kompensasi sebesar Rp 1,5 juta setiap sopir angkot di kawasan Puncak Bogor. Rincian dari dana tersebut adalah Rp 1 juta dalam bentuk uang tunai dan Rp 500 ribu dalam bentuk sembako.

Kompensasi ini diberikan kepada 1.322 sopir angkot di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor untuk menghentikan operasi mereka selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri.

Dengan demikian, total dana kompensasi yang dikeluarkan untuk semua sopir angkot adalah sekitar Rp 1.983.000.000 (1,98 miliar rupiah), jika dihitung berdasarkan jumlah sopir yang menerima kompensasi.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, sejauh ini merupakan pejabat yang paling bertanggung jawab atas kasus pemotongan dana kompensasi sopir angkot itu. Dia menyatakan bahwa undangan ini bertujuan untuk meredakan ketegangan setelah ada tuduhan pemotongan dana yang dialamatkan kepada petugas Dishub.

Kosasih mengungkapkan bahwa situasi ini telah menyebabkan tekanan emosional bagi jajaran mereka, dan mereka berharap dapat menjelaskan situasi secara langsung dalam pertemuan tersebut.

Sebelumnya, Dedi Mulyadi telah berkomitmen untuk mengganti kerugian yang dialami oleh sopir angkot akibat pemotongan yang dilakukan oleh oknum petugas Dishub.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima dan akan ada proses hukum bagi para pelaku.

Dalam pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi mengundang Dadang dan jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor untuk makan malam sebagai langkah untuk meredakan ketegangan terkait isu pemotongan kompensasi sopir angkot.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wibisono: Patut Diduga Langgar Tiga UU Sekaligus, Uang Anggota Rp124 M Dibelikan Tanah oleh Pengurus KPRI Jombang

17 Juli 2026 - 15:05 WIB

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Trending di News