Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Viral, STNK Asli Muncul Setelah Bayar, Kejadian di Samsat Jawa Timur, Sejak 2013

badge-check


					Viral, STNK Asli Muncul Setelah Bayar, Kejadian di Samsat Jawa Timur, Sejak 2013 Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Curhat Warganet yang diunggah di Facebook Umar Al Faruq, memantik perhatian publik usai menceritakan pengalaman tak mengenakkan saat mengurus STNK lima tahunan di salah satu kantor Samsat di Jawa Timur.

Dalam unggahan yang dibagikan seminggu lalu itu, Umar mengaku tidak diberi lembaran STNK asli dengan alasan “kertas habis.” Namun situasi berubah ketika ia menyanggupi membayar Rp250 ribu.

“Gak dikasih lembar STNK yang 5 tahunan. Alasannya kertasnya habis. Terus akhirnya saya lobby, akhirnya bisa” ujarnya.dalam video yang diunggah

“Dan ditarif satu lembarnya ini 250. Kalau gak bayar, suruh nunggu 6 bulan,”
imbuhnya.

Ia menyebut kejadian ini mencerminkan bobroknya layanan Samsat di Jawa Timur. “Gimana mau maju negara ini, kertas aja di korupsi,” ucapnya dengan nada kecewa.

Dalam curhat tersebut, Umar tak menyebutkan lokasi pasti kantor Samsat yang ia kunjungi, hanya merujuk pada “Samsat Jawa Timur”.

Meski begitu, keluhannya menyoroti praktik yang dinilai sebagai pungli dan penyalahgunaan wewenang.

Hingga saat ini, pihak kepolisian atau Bapenda Jatim belum memberikan tanggapan resmi terkait unggahan viral tersebut,

Untuk diketahui fenomena kertas habis berdasarkan jejak digital yang ditemukan oleh redaksi dimulai sejak tahun 2013,

Saat itu Korps Lantas (Korlantas) Polri menjelaskan bahwa hal ini semata mata karena untuk kehati-hatian. “Oleh sebab itu Korlantas harus melakukan perhitungan yang lebih teliti atas dasar kehati-hatian dan ketelitian yang lebih tinggi dengan konsultan yang kompeten,” kata Kabid Registrasi dan Identifikasi (Regiden) Korlantas Polri, Kombes Sam Budi Gustian, dalam keterangan pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jl Senjaya, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013), dikutip dari detik

Budi menambahkan keterlambatan juga disebabkan karena pihak Korlantas baru melakukan lelang setelah ada petunjuk Presiden terkait pagu definitif yang sudah ditetapkan oleh Dirjen Perbendaharaan.

Untuk pagu anggaran pengadaan BPKB tahun 2013 sebesar Rp 251, 324 miliar. Sementara hasil Perhitungan Sendiri (HPS) Korlantas yang diumumkan melalui LPSE adalah sebesar Rp 227,179 miliar.

Sementara pagu anggaran pengadaan STNK 2013 ini adalah sejumlah Rp 296, 726 miliar. Sementara HPS Korlantas senilai Rp 230,261 miliar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gus Alex ‘Gigit’ 24 Anggota DPR: Minta Oleholeh 3.000 Riyal/ Orang Saat Kunker di Makkah

4 September 2026 - 18:00 WIB

William Gunawan Minta Bantuan Presiden Prabowo: Emas 2.2 Kg Senilai Rp6.6 Miliar Hilang di Bank BJB

3 September 2026 - 21:31 WIB

Menelisik Akar Terorisme (52): Potong Tangan dan Hidung

3 September 2026 - 20:57 WIB

Insiden Keracunan MBG di SMPN Kabuh Jombang: 256 Siswa dan 4 Guru Dirawat, Santap Udang Saus Padang

3 September 2026 - 20:24 WIB

Pisang Cavendish Lumajang Siap Ekspor, Hong Kong dan Malaysia Jadi Sasaran

3 September 2026 - 19:03 WIB

Setelah Sidoarjo, Keracunan MBG Terjadi Nganjuk: 53 Siswa dan Satu Guru SMAN 3 Dibawa ke Rumah Sakit

2 September 2026 - 21:00 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:09 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:27 WIB

Keracunan MBG Sidoarjo: 566 Santri/ Siswa Dirawat dari 19 Pondok dan Sekolah

2 September 2026 - 14:57 WIB

Trending di News