Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Sisi Kapitalisme: Tubuh Wanita Ditutup atau Telanjang Sama Saja

badge-check


					Sisi Kapitalisme: Tubuh Wanita Ditutup atau Telanjang Sama Saja Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, TAMARIND AVE-Menurut Nawal El Saadawi, dunia saat ini berada di bawah kendali sistem kapitalisme global. Dalam sistem ini, perempuan dan laki-laki diperlakukan sebagai komoditas, bagian dari pasar besar yang hanya mengejar keuntungan.

Ia menegaskan bahwa tubuh perempuan telah menjadi sumber keuntungan ekonomi. “Ketelanjangan perempuan, riasan wajah mereka, semuanya, semua itu menghasilkan banyak keuntungan.” Dengan kata lain, tubuh perempuan dimanfaatkan baik saat ditutupi maupun saat dipamerkan.

“Pertama-tama, kita hidup di satu dunia—yaitu pasar, kapitalisme.” Di dalam sistem pasar kapitalis, perempuan menjadi objek ekonomi. “Perempuan adalah komoditas, kita adalah komoditas, laki-laki dan perempuan, dalam pasar besar ini, pasar kapitalis.” kata Nawal dalam sebuah Podcast, Leopotrek 24 Juli 2025.

Menurut logika pasar ini, tubuh perempuan bisa ditutup atau dibuka, tergantung mana yang paling menguntungkan. “Perempuan harus ditutup dan dibuka.” Ia menjelaskan, “Ditutup karena banyak uang bisa dihasilkan dari pemakaian penutup tubuh.” Contohnya, industri busana religius, simbol-simbol kesalehan, dan produk-produk terkait.

Sebaliknya, “Dibuka karena banyak uang juga bisa dihasilkan dari ketelanjangan.” Maksudnya, ketika tubuh perempuan diekspos lewat pakaian minim atau simbol kebebasan tubuh, pasar kecantikan, mode, dan hiburan pun mendapat keuntungan besar.

Ia melihat bahwa negara, masyarakat, dan media massa semua memainkan peran dalam mendukung kedua sisi ini. “Anda akan melihat bahwa masyarakat, atau pemerintah, atau media, mendukung baik ketelanjangan maupun pemakaian penutup tubuh.”

El Saadawi menyimpulkan bahwa “ketelanjangan dan penutupan tubuh adalah dua sisi dari mata uang yang sama.” Keduanya membawa pesan yang serupa: perempuan dianggap hanya sebatas tubuh.

“Ketika Anda menutup tubuh perempuan, itu berarti dia hanyalah tubuh yang harus ditutup.” Ia menambahkan, “Karena Anda tidak menutup pikiran, Anda menutup tubuh.”

Demikian juga ketika tubuh dibuat telanjang. “Ketika Anda membuat tubuh telanjang, itu berarti dia hanyalah tubuh.” Sebab, “Anda tidak bisa membuat pikiran telanjang atau tidak telanjang.” Artinya, baik ditutup maupun dibuka, perempuan tetap dipandang hanya sebagai tubuh, bukan sebagai pemilik akal dan pikiran.

Konsep perempuan sebagai objek tubuh yang dijual inilah yang mendatangkan keuntungan besar bagi pasar. “Ini akan membawa keuntungan.”

“Penutupan tubuh perempuan membawa banyak keuntungan bagi pasar, pasar kapitalis.” Begitu pula dengan perempuan modern yang dirias dan ditelanjangi secara simbolik. “Ketelanjangan perempuan dan riasan mereka, semua itu, perempuan pascamodern, membawa banyak keuntungan bagi pasar.”

Dengan begitu, Nawal El Saadawi menunjukkan bagaimana tubuh perempuan diperalat demi kepentingan ekonomi. “Jadi Anda bisa melihat bagaimana perempuan digunakan dalam pasar.”

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sarwendah Jadi sorotan Publik, Lontarkan Kata Cong, Terkait Perseteruannya dengan Ruben Onsu

4 Juni 2026 - 19:45 WIB

70 Juta Warga Indonesia Diperkirakan Alami Penyakit Hati Kronis

3 Juni 2026 - 20:03 WIB

Perempuan Singapura, Selingkuh Demi Karier

3 Juni 2026 - 19:36 WIB

Kasur, Ponsel, dan Gaya Hidup Baru Anak Muda

2 Juni 2026 - 18:40 WIB

Kebiasaan Minum Belasan Vitamin Sekaligus, Reizuka Ari Tuai Kritik

1 Juni 2026 - 20:13 WIB

Sensasi Pedas: Mengapa Cabai Jadi Favorit Banyak Orang

31 Mei 2026 - 21:30 WIB

Menguak Mitos Mata Berkedut Pertanda Buruk

31 Mei 2026 - 21:09 WIB

Irina Shayk Hanya Mengenakan Perhiasan Sebagai Atasan Tanpa Bra

29 Mei 2026 - 21:12 WIB

Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Minum Air Saat Musim Panas

28 Mei 2026 - 20:52 WIB

Trending di Life Style