Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Sidang Isbat 1 Ramadhan: Kemenag-NU Jatuh Kamis 19 Februari 2026, Muhammadiyah Rabu 18 Februari 2026

badge-check


					Hasil Sidang Isbat penentuan 1 Kemena-NU jatuh 19 Febaruari 2026. Foto: Instagram@infobanyuwangi Perbesar

Hasil Sidang Isbat penentuan 1 Kemena-NU jatuh 19 Febaruari 2026. Foto: Instagram@infobanyuwangi

Penulis: Sri Muryanto   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan hasil sidang isbat bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berarti awal puasa dimulai hari itu.

Sidang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Selasa (17/2/2026), dipimpin Menag Nasaruddin Umar. Hilal 29 Sya’ban belum terlihat dan tidak memenuhi kriteria MABIMS (ketinggian 3 derajat, elongasi 6,4 derajat).

Keputusan berdasarkan hisab Tim Hisab Rukyat Kemenag dan tidak adanya laporan rukyat hilal dari wilayah Indonesia. Sidang melibatkan duta besar, DPR, MUI, dan ormas Islam dalam tiga tahap.

Pemerintah dan NU menetapkan 19 Februari, sementara Muhammadiyah jatuh pada 18 Februari berdasarkan hisab mereka.

Perbedaan penetapan 1 Ramadan 1447 H antara Kemenag (19 Februari 2026) dan Muhammadiyah (18 Februari 2026) disebabkan oleh metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda.

Metode Kemenag

Kemenag menggunakan kombinasi hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung), mengikuti kriteria MABIMS: hilal harus mencapai ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Pada 17 Februari, hilal di Indonesia negatif dan tidak terlihat, sehingga Sya’ban digenapkan 30 hari.

Muhammadiyah menganut Hisab Hakiki Wujudul Hilal berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) atau Kriteria Turki 2016, yang memprediksi wujud hilal secara global tanpa menunggu rukyat lapangan.

Hal ini membuat muhammadiyah menetapkan lebih awal satu hari melalui Maklumat PP Muhammadiyah.

Perbedaan ini rutin terjadi dan diterima sebagai rukun dalam kemajemukan; umat mengikuti mazhab masing-masing tanpa konflik. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kosmak Ungkap Dugaan Gurita Bisnis Besar yang Libatkan Nama Febrie Adriansyah

17 Juli 2026 - 11:46 WIB

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Trending di News