Menu

Mode Gelap

Headline

Radityo Tewas Tercebur di Sungai Kedung Ceplok, Teman: Kami tak Bisa Berenang!

badge-check


					Rim BPBD, SAR dan realawan megevakuasi jasad Radtyo Destan, remaja 15 tahun, yangf tewas tercebur sungai Kedung Ceplok,  Desa Pragak, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur, ditemukan tewas tercebur ke sungai sedalam 5 meter,  Sabtu sore, 21 November 2025. Foto: Bambang Tjuk W Perbesar

Rim BPBD, SAR dan realawan megevakuasi jasad Radtyo Destan, remaja 15 tahun, yangf tewas tercebur sungai Kedung Ceplok, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur, ditemukan tewas tercebur ke sungai sedalam 5 meter, Sabtu sore, 21 November 2025. Foto: Bambang Tjuk W

Penulis: Bambang Tjuk Winarno   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MAGETAN – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Pragak, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur, setelah Raditya Destan, bocah laki-laki berusia 15 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke sungai sedalam 5 meter, Sabtu sore, 22 November 2025.

Raditya yang tengah berkumpul bersama tiga sahabat sebayanya menghabiskan waktu memancing di bibir Sungai Kedung Ceplok, Desa Lembeyan Kulon, sebelum kejadian nahas itu menimpa.

Ketiga temannya, Andre (13), Misel (16), dan Kelvin (15), yang tinggal di satu kampung dengan Raditya, berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya ketika ia mulai tenggelam. Namun, keterbatasan kemampuan berenang membuat upaya mereka gagal, meninggalkan luka mendalam bagi rekan-rekan dan keluarga yang kehilangan anak tercinta mereka.

“Saya berusaha menolong teman saya saat dia tenggelam, tapi kami tidak bisa berenang,” ujar salah seorang teman dengan suara pilu. Mereka lantas segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar agar pencarian dapat segera dilakukan.

Kepala Desa Lembeyan Kulon, Dodik Dwiarto, menyatakan bahwa saat hendak pulang sekitar pukul 13.00, Raditya terpeleset dan jatuh ke bagian sungai yang memang memiliki kedalaman berbahaya antara 3 hingga 5 meter.

Tim SAR BPBD Magetan bersama warga langsung melakukan evakuasi dan berhasil menemukan jasad Raditya dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Pihak kepolisian bersama tim medis Puskesmas setempat kemudian membawa jenazah Raditya ke rumah duka, memberi kesempatan keluarga dan warga untuk berdoa dan melepas kepergian anak yang penuh harapan ini.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu menjaga dan mengawasi anak-anak, terutama saat berada di sekitar sumber air yang rentan bahaya. Meski terlihat tenang, arus di sekitar bendungan bisa sangat kuat dan menyesatkan.

“Harapan kami, semua keluarga di Magetan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pengawasan ekstra terhadap anggota keluarga, terutama anak-anak, agar tragedi seperti ini tidak terulang,” pesan Reny Wahyu Puspita Sari, Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Magetan.

Kematian Raditya mengajarkan kita tentang rapuhnya waktu dan betapa pentingnya menjaga satu sama lain dengan penuh kasih dan perhatian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Latihan Batalyon Infanteri 133, Dua Orang Terkena Peluru Nyasar di Kampus UNP

3 Juni 2026 - 10:09 WIB

Dadan Hindayana Dipecat, Nanik S. Deyang Menjadi Kepala BGN

2 Juni 2026 - 22:12 WIB

Mengejutkan Presiden Prabowo Memecat Kepala BGN Dandan Hindayana

2 Juni 2026 - 21:47 WIB

Emil Dardak Pastikan Penutupan SPPG Demi Mutu Program MBG

2 Juni 2026 - 19:16 WIB

Biaya Administrasi Bulanan BCA Kini Dipotong di Awal Bulan

2 Juni 2026 - 18:59 WIB

Menelisik Akar Terorisne (11): Balas Dendam Tanpa Batas

2 Juni 2026 - 15:58 WIB

PT Pegadaian XII Surabaya Edukasi Investasi Emas kepada 100 Muslimat di Tuban

2 Juni 2026 - 15:13 WIB

Satu Pelaku Begal HP Tak Berkutik Dibekuk Polisi

2 Juni 2026 - 14:45 WIB

Sarasehan Tempat dan Tahun Lahir Bung Karno: Surabaya (1901) Vs Jombang (1902) di Sekretariat DPC PDI-P

2 Juni 2026 - 14:25 WIB

Trending di News