Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Radityo Tewas Tercebur di Sungai Kedung Ceplok, Teman: Kami tak Bisa Berenang!

badge-check


					Rim BPBD, SAR dan realawan megevakuasi jasad Radtyo Destan, remaja 15 tahun, yangf tewas tercebur sungai Kedung Ceplok,  Desa Pragak, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur, ditemukan tewas tercebur ke sungai sedalam 5 meter,  Sabtu sore, 21 November 2025. Foto: Bambang Tjuk W Perbesar

Rim BPBD, SAR dan realawan megevakuasi jasad Radtyo Destan, remaja 15 tahun, yangf tewas tercebur sungai Kedung Ceplok, Desa Pragak, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur, ditemukan tewas tercebur ke sungai sedalam 5 meter, Sabtu sore, 21 November 2025. Foto: Bambang Tjuk W

Penulis: Bambang Tjuk Winarno   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MAGETAN – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Pragak, Kecamatan Parang, Magetan, Jawa Timur, setelah Raditya Destan, bocah laki-laki berusia 15 tahun, ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke sungai sedalam 5 meter, Sabtu sore, 22 November 2025.

Raditya yang tengah berkumpul bersama tiga sahabat sebayanya menghabiskan waktu memancing di bibir Sungai Kedung Ceplok, Desa Lembeyan Kulon, sebelum kejadian nahas itu menimpa.

Ketiga temannya, Andre (13), Misel (16), dan Kelvin (15), yang tinggal di satu kampung dengan Raditya, berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkannya ketika ia mulai tenggelam. Namun, keterbatasan kemampuan berenang membuat upaya mereka gagal, meninggalkan luka mendalam bagi rekan-rekan dan keluarga yang kehilangan anak tercinta mereka.

“Saya berusaha menolong teman saya saat dia tenggelam, tapi kami tidak bisa berenang,” ujar salah seorang teman dengan suara pilu. Mereka lantas segera memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar agar pencarian dapat segera dilakukan.

Kepala Desa Lembeyan Kulon, Dodik Dwiarto, menyatakan bahwa saat hendak pulang sekitar pukul 13.00, Raditya terpeleset dan jatuh ke bagian sungai yang memang memiliki kedalaman berbahaya antara 3 hingga 5 meter.

Tim SAR BPBD Magetan bersama warga langsung melakukan evakuasi dan berhasil menemukan jasad Raditya dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Pihak kepolisian bersama tim medis Puskesmas setempat kemudian membawa jenazah Raditya ke rumah duka, memberi kesempatan keluarga dan warga untuk berdoa dan melepas kepergian anak yang penuh harapan ini.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu menjaga dan mengawasi anak-anak, terutama saat berada di sekitar sumber air yang rentan bahaya. Meski terlihat tenang, arus di sekitar bendungan bisa sangat kuat dan menyesatkan.

“Harapan kami, semua keluarga di Magetan agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pengawasan ekstra terhadap anggota keluarga, terutama anak-anak, agar tragedi seperti ini tidak terulang,” pesan Reny Wahyu Puspita Sari, Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Magetan.

Kematian Raditya mengajarkan kita tentang rapuhnya waktu dan betapa pentingnya menjaga satu sama lain dengan penuh kasih dan perhatian. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Setelah Sidoarjo, Keracunan MBG Terjadi Nganjuk: 53 Siswa dan Satu Guru SMAN 3 Dibawa ke Rumah Sakit

2 September 2026 - 21:00 WIB

Dua Kapolsek dan Kasihumas Polres Jombang Bergeser

2 September 2026 - 19:09 WIB

RI Posisi ke-4 Kemiskinan Tertinggi Versi Bank Dunia, di Bawah Timor Leste

2 September 2026 - 19:02 WIB

Sertifikasi Halal Berpotensi Buat Harga Kosmetik RI Naik

2 September 2026 - 18:50 WIB

Aksi Pengeroyokan Usai Kegiatan Ijazah Kubro, Polres Jombang Tetapkan 8 Tersangka

2 September 2026 - 15:27 WIB

Keracunan MBG Sidoarjo: 566 Santri/ Siswa Dirawat dari 19 Pondok dan Sekolah

2 September 2026 - 14:57 WIB

120 Santri Manba’ul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Gus Wachid: Seluruh Penderita Dirawat RS Rujukan

1 September 2026 - 21:48 WIB

Koleksi Baru KBS, Kura-Kura Aldabra Raksasa Hadir untuk Pertama Kalinya

1 September 2026 - 20:00 WIB

Harga BBM di SPBU Pertamina Naik Mulai 1/9/2026, Cek Rincian Harga

1 September 2026 - 19:35 WIB

Trending di Nasional