Menu

Mode Gelap

Headline

Purbaya Undang Hacker Indonesia Bantu Perbaiki App Coretax, Proyek Rp 1,22 Triliun LG CNS-Qualysoft Ini Bermasalah

badge-check


					Aplikasi pembayaran pajak menggunakan online Coretax milik Perpajakan sudah hampir setahun mengalami masalah, sering ngadat dan banyak masalah. Menyebabkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengundang hacker Indonesia untuk memantu mengurai permasalahn itu. Foto: Instagram@purbayayudhi_official Perbesar

Aplikasi pembayaran pajak menggunakan online Coretax milik Perpajakan sudah hampir setahun mengalami masalah, sering ngadat dan banyak masalah. Menyebabkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengundang hacker Indonesia untuk memantu mengurai permasalahn itu. Foto: Instagram@purbayayudhi_official

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengundang hacker-hacker jagoan dari Indonesia untuk membantu memperbaiki sekaligus mengamankan sistem Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak yang selama ini mengalami gangguan.

Menurut Purbaya, hacker Indonesia memiliki kemampuan yang sangat baik dan bahkan ditakuti di dunia internasional, sehingga memilih tenaga ahli lokal bukan asing untuk membantu perbaikan ini.

Para hacker top yang diundang tersebut telah melakukan pengujian dan hasilnya sudah cukup membaik.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan imbauan dan pengundangannya kepada hacker-hacker Indonesia untuk membantu keamanan sistem Coretax pada hari Jumat, 24 Oktober 2025, di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Purbaya menegaskan bahwa hacker Indonesia yang dipanggil adalah yang terbaik dan bahkan memiliki reputasi dunia, untuk menguji dan memperbaiki celah keamanan sistem Coretax agar tidak rentan terhadap kebocoran data.

Ia  juga menegaskan bahwa tidak ada penambahan anggaran untuk perbaikan sistem Coretax tersebut, sehingga ini merupakan upaya maksimal dengan sumber daya yang ada.

Sebelumnya, Purbaya juga sempat berencana memanggil pakar IT dari luar negeri, namun kemudian memutuskan mengandalkan ahli-ahli IT dalam negeri untuk menangani masalah keamanan Coretax demi percepatan dan efektivitas perbaikan.

Target perbaikan sistem ini adalah dalam waktu satu bulan agar sistem administrasi perpajakan bisa segera stabil dan andal.

Selain itu, Purbaya terus melakukan pengecekan langsung ke layanan perpajakan untuk memastikan pengoperasian Coretax berjalan sesuai harapan dan untuk menghindari budaya “Asal Bapak Senang” (ABS) dalam pelaporan kinerja.

Jadi, secara ringkas, Purbaya telah mengajak hacker terbaik Indonesia untuk membantu memperbaiki dan mengamankan Coretax dengan hasil yang sudah mulai membaik, tanpa perlu menambah anggaran, dan dengan target perbaikan selesai dalam satu bulan ke depan.​​

Proyek Rp 1,22 Triliun

Siapa yang bertanggung jawab membangun Apps Cortax? Adalah LG CNS-Qualysoft Consortium, anak usaha LG Group asal Korea Selatan, adalah pemenang tender pengadaan System Integrator Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,22 triliun termasuk pajak.

Mereka bertanggung jawab menyediakan solusi Commercial Off The Shelf (COTS) untuk Coretax dan mengimplementasikan sistem tersebut, menggantikan sistem lama yang telah usang sejak 2002.

Proyek ini berlangsung hingga 2024, dan LG CNS-Qualysoft bertugas menghadirkan sistem administrasi perpajakan yang andal, terpercaya, dan terintegrasi dengan teknologi mutakhir yang mengadopsi praktik terbaik internasional.

Namun, ada banyak keluhan atas kinerja Coretax selama pengelolaan oleh LG, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana memutus kontrak pengelolaan sistem oleh LG.

Purbaya menilai kualitas sistem yang dikembangkan oleh perusahaan asing tidak memenuhi standar harapan sehingga ingin mengurangi ketergantungan pada pihak luar dan lebih mengandalkan tim IT domestik lokal.

Ia percaya setelah kode sistem Coretax sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah, proses perbaikan akan berlangsung lebih cepat dan pengelolaan sistem dapat dilakukan sendiri oleh tenaga IT Indonesia.

Singkatnya, LG bertanggung jawab penuh atas penyediaan dan implementasi sistem Coretax berdasarkan kontrak tender hingga 2024, tetapi rencana pemutusan kontrak sedang dipersiapkan oleh pemerintah karena ketidakpuasan pada performa dan niat memperkuat pengelolaan lokal ke depan.

Belum Ada Sanksi

Sanksi resmi terhadap LG CNS-Qualysoft terkait kendala pengelolaan sistem Coretax belum diumumkan secara eksplisit. Namun, Purbaya telah menyatakan niatnya untuk memutus kontrak pengelolaan Coretax dengan LG,  karena kualitas pekerjaan yang dinilai rendah dan ketidakmampuan mereka memperbaiki sistem.

Ia bahkan mengkritik kualitas tenaga ahli yang ditugaskan LG sebagai setingkat lulusan SMA, sehingga pemerintah ingin mengurangi ketergantungan pada pihak asing dan lebih mengandalkan IT lokal.

Pada sisi lain, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sudah memberikan relaksasi berupa penghapusan sanksi administratif kepada wajib pajak yang terdampak kendala Coretax, tetapi itu terkait pengguna sistem, bukan sanksi kepada LG.

Jadi, meskipun belum ada sanksi hukum atau denda resmi yang diumumkan ke LG, pemutusan kontrak dan evaluasi keras terhadap kinerja mereka merupakan tindakan tegas pemerintah terhadap vendor tersebut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Bahlil Kode Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi dalam Waktu Dekat

17 April 2026 - 20:20 WIB

KEK Industri Halal Sidoarjo Siap Tarik Investasi Global, Incar Rp 97,8 Triliun

17 April 2026 - 20:02 WIB

Jaga Stabilitas dan Ketertiban, FPII Laporkan Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 18:38 WIB

Kejati Sita Uang Rp2,3 Miliar Terkait Dugaan Pungutan Liar Dinas ESDM Jatim

17 April 2026 - 17:15 WIB

Membawa Materi Koreksi Rezim, Aktivis GMNI Jombang Unjuk Rasa dan Berdialog dengan Dewan

17 April 2026 - 15:53 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 8): Kejahatan di Jalur Emas

17 April 2026 - 15:31 WIB

Dua Tim KPK Turun ke Pemkab Jombang, Bicara Gratifikasi dan LHKPN

17 April 2026 - 14:48 WIB

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

Trending di News