Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Presiden Azerbaijan Indikasikan Pesawat yang Jatuh Akibat Terkena Rudal Rusia

badge-check


					Patahan badan pesawat jenis Embraer 190, milik maskapai penerbangan Azerbaijen di bandara Aktau, Kashakstan. Tangkap layar video youtube@GenFun Perbesar

Patahan badan pesawat jenis Embraer 190, milik maskapai penerbangan Azerbaijen di bandara Aktau, Kashakstan. Tangkap layar video youtube@GenFun

Penulis: Yupen Sugiarno  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, AZEBAIJAN- Laporan awal dari berbagai sumber menunjukkan bahwa pesawat tersebut mungkin telah terkena rudal dari sistem pertahanan udara Rusia, khususnya jenis Pantsir-S. Kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines yang terjadi pada 25 Desember 2024, di dekat Aktau, Kazakhstan, kini menjadi sorotan terkait dugaan keterlibatan sistem pertahanan udara Rusia.

Pesawat Embraer 190 yang membawa 67 orang tersebut jatuh setelah mengalihkan rute dari Baku, Azerbaijan, menuju Grozny, Rusia, kemungkinan akibat cuaca buruk dan gangguan navigasi.

Menurut pejabat dari Azerbaijan dan informasi yang diperoleh oleh media internasional, pesawat itu berbelok jauh dari jalurnya dan terbang melintasi Laut Kaspia sebelum jatuh. Sistem komunikasi pesawat dilaporkan mengalami gangguan akibat “peperangan elektronik” saat mendekati Grozny.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, dan pejabat tinggi lainnya telah mengindikasikan bahwa mereka berharap Rusia mengakui kemungkinan kesalahan dalam insiden ini. Meskipun tidak ada klaim bahwa penembakan itu dilakukan dengan sengaja, sumber-sumber menyebutkan bahwa investigasi sedang berlangsung untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa Putin tidak secara spesifik menyebutkan apakah kecelakaan itu disebabkan oleh rudal Rusia

Penyelidikan masih berlanjut untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan. Sampai saat ini, banyak sumber yang merekomendasikan bahwa rudal Rusia mungkin bertanggung jawab atas kecelakaan ini, meskipun bukti fisik yang konkret belum sepenuhnya didapatkan.

Kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines yang terjadi pada 25 Desember 2024, di dekat Aktau, Kazakhstan, kini menjadi sorotan terkait dugaan keterlibatan sistem pertahanan udara Rusia.
Pesawat Embraer 190 yang membawa 67 orang tersebut jatuh setelah mengalihkan rute dari Baku, Azerbaijan, menuju Grozny, Rusia, kemungkinan akibat cuaca buruk dan gangguan navigasi.
Laporan awal dari berbagai sumber menunjukkan bahwa pesawat tersebut mungkin telah terkena rudal dari sistem pertahanan udara Rusia, khususnya jenis Pantsir-S.
Menurut pejabat dari Azerbaijan dan informasi yang diperoleh oleh media internasional, pesawat itu berbelok jauh dari jalurnya dan terbang melintasi Laut Kaspia sebelum jatuh. Sistem komunikasi pesawat dilaporkan mengalami gangguan akibat “peperangan elektronik” saat mendekati Grozny.
Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, dan pejabat tinggi lainnya telah mengindikasikan bahwa mereka berharap Rusia mengakui kemungkinan kesalahan dalam insiden ini. Meskipun tidak ada klaim bahwa penembakan itu dilakukan dengan sengaja, sumber-sumber menyebutkan bahwa investigasi sedang berlangsung untuk memastikan penyebab kecelakaan.
Kecelakaan ini mengakibatkan 38 orang tewas dan 29 lainnya selamat. Pemerintah Azerbaijan telah menetapkan hari berkabung nasional dan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki lebih lanjut.
Meskipun penyelidikan masih berlangsung, indikasi awal menunjukkan bahwa kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines mungkin terkait dengan sistem pertahanan udara Rusia. Hal ini menambah kompleksitas situasi geopolitik yang sudah tegang di kawasan tersebut.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Perundungan Seksual Beruntun Libatkan 27 Pelaku, Polisi Sampang Ringkus 17 Tersangka

20 Juli 2026 - 23:05 WIB

Menelisik Akar Terorisme (37): Seni dan Sastra Awal Teror

20 Juli 2026 - 20:37 WIB

Habiburrokhman: Awas UU Perampasan Aset Berubah Jadi Abuse of Power Aparat Penegak Hukum

20 Juli 2026 - 20:12 WIB

19 Siswa SDN Sendangrejo Blora Keracunan, Diduga dari Susu Kotak

20 Juli 2026 - 19:45 WIB

Pengacara Muda Rocky Martin Napitupulu Tewas Terjatuh dari Tingkat 46 Apartemen Mastepiece Jakarta

20 Juli 2026 - 14:08 WIB

Pelaku Perampokan Bersenjata Toko Emas Tapaktuan Ternyata Oknum Polisi, Kini Ditahan di Mapolda Banda Aceh

20 Juli 2026 - 12:01 WIB

Menang di PTUN, Warga Mutiara Regency Total Hadapi Bupati Sidoarjo yang Ajukan Banding

19 Juli 2026 - 20:56 WIB

Pro Bono Hotman Paris Bela Jampindsus, Frank Alexander: 911 Cuma Trik Pemasaran

19 Juli 2026 - 20:06 WIB

Pria Bersenjata Laras Panjang Merampok Toko Emas, Gondol Perhiasan Senilai Rp350 Juta

18 Juli 2026 - 22:36 WIB

Trending di News