Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Pemkot Mojokerto akan mengembangkan Kampung Siaga Bencana di 18 Kelurahan

badge-check


					Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana di Pendopo Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (25/9/2025). Dok.Humas Perbesar

Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana di Pendopo Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kamis (25/9/2025). Dok.Humas

Penulis: Gandung Kardiyono | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KOTA MOJOKERTO, – Pemerintah Kota Mojokerto mengadakan sesi informasi tentang kebencanaan dengan tajuk

“Membangun Budaya Sadar dan Siaga Bencana Melalui Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Bencana” di Pendopo Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, pada hari Kamis (25/9/2025).

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan bahwa mereka baru saja membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang sudah memiliki fasilitas yang cukup baik.

Pembentukan BPBD ini membuat pengelolaan masalah bencana di Kota Mojokerto kini lebih terorganisir dan terpusat dibandingkan yang dulu.

“Kita semua tidak berharap terjadi bencana. Tapi kita harus siap dengan memberitahu dan melatih masyarakat.

Kita perlu tahu bagaimana bersiap menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja dan tanpa pemberitahuan,” jelas Ning Ita, panggilan akrab wali kota tersebut.

Ia juga menambahakan bahwa tujuan ke depan adalah membentuk Kampung Siaga Bencana di setiap kelurahan.

“Saya berharap, sekarang ada BPBD, kita bisa mengembangkan kampung Siaga Bencana di 18 Kelurahan. Hal ini penting agar warga di masing-masing kelurahan memiliki pemahaman yang baik jika ada musibah yang tiba-tiba muncul,” ungkapnya.

Walaupun Kota Mojokerto dianggap cukup aman, ancaman banjir masih ada karena letaknya yang berada di dataran rendah dan berisiko terkena banjir dari aliran sungai.

“Dasarnya, lebih baik kita mempersiapkan payung sebelum hujan. Meskipun daerah ini tidak rawan, masyarakat tetap perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan tentang kebencanaan.

Tugas BPBD adalah bekerja sama dengan dinas lainnya untuk mewujudkan hal ini,” tutupnya.

Sesi informasi ini dihadiri oleh camat, lurah, serta relawan tagana dengan pembicara dari ketua tim penanganan bencana alam Provinsi Jawa Timur. **

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

4 Anak Michael Bambang Hartono Terima Warisan Rp52 T per Orang

13 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Okupansi Hotel di Kawasan Bromo Anjlok Dampak Kebakaran

13 Agustus 2026 - 20:27 WIB

Prabowo: Motor Listrik Lebih Hemat dan Efisien

13 Agustus 2026 - 20:11 WIB

5 Jurusan Kuliah dengan Jumlah Pengangguran Terbanyak di Indonesia

12 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Harga Pertalite Dijamin Tidak Naik sampai Desember 2026

12 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Kapal Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 1 Penumpang Meninggal

12 Agustus 2026 - 16:47 WIB

Fatwa MUI: Pria Haram Berpakaian Wanita dan Sebaliknya saat Rayakan 17 Agustus

11 Agustus 2026 - 20:40 WIB

Alasan SPAI Tolak Status Ojol jadi UMKM, Sudah Ada UU

11 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Diskon Khusus Bus Trans Jatim di HUT RI ke-81

11 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Trending di Nasional