Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Pemakaman Korban Dugaan Bullying di SMPN 19 Tangsel dalam Suasana Haru

badge-check


					dugaan perundungan yang dialami siswa SMPN 19 Tangsel hingga meninggal dunia. (Instagram.com / @abouttng_official) Perbesar

dugaan perundungan yang dialami siswa SMPN 19 Tangsel hingga meninggal dunia. (Instagram.com / @abouttng_official)

Penulis: Gandung Kardiyono| Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TANGERANG – Tangisan keluarga pecah saat pemakaman MH (13) yang meninggal karena diduga mengalami perundungan di SMPN 19 Tangerang Selatan (Tangsel) pada hari Minggu, 16 November 2025.

Proses pemakaman berlangsung mulai pukul 10.00 WIB di Kelurahan Ciater, Serpong.

Keluarga dan teman-temannya tidak bisa menahan kesedihan, mereka terisak sambil memegang batu nisan MH dan melihat kepergiannya.

Diyah Puspitarini, yang merupakan komisioner KPAI, meminta pihak kepolisian segera menyelesaikan penyelidikan dan memastikan keadilan untuk keluarga korban.

“Kami berharap hukum dapat berjalan dengan baik,” kata Diyah.

Dia menekankan bahwa proses hukum itu penting supaya keluarga bisa mengerti dengan jelas penyebab kematian dan anak yang sudah tiada tidak mendapat cap buruk.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Semoga anak tersebut mendapatkan tempat baik di sisi Tuhan,” tambahnya.

Diyah juga menekankan jika sekolah tidak bisa menyelesaikan masalah ini, maka harus ada cara lain yang diambil.

“Kalau sekolah tidak bisa, ya harus ada alternatif lain,” tegas Diyah.

Sebelumnya, kakaknya, Rizky, mengatakan bahwa perundungan itu terjadi berkali-kali dan membuat adiknya semakin terpuruk.

“Dari waktu MPLS, yang paling parah terjadi pada tanggal 20 Oktober 2025, dia dipukul di kepala pakai kursi,” jelas Rizky.

Korban yang diduga mengalami perundungan itu baru berani menceritakan semua yang terjadi saat kondisinya sudah memburuk.

“Dia baru berbicara setelah keadaannya sudah sangat parah,” kata Rizky.

Rizky menjelaskan tentang adiknya yang semakin lemah hingga akhirnya harus dibawa ke RS Fatmawati.**

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

REI: Kenaikan BI Rate Jadi Pukulan Telak bagi Properti Nonsubsidi

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

ESDM Pastikan Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tidak Akan Naik

11 Juni 2026 - 19:59 WIB

Harga Pangan Hari Ini, Beras dan Minyak Kompak Naik

11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Anies, AHY, dan Jokowi Kembali Aktif Saat Prabowo Hadapi Tantangan

9 Juni 2026 - 19:23 WIB

Dinilai Lamban Tangani Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Polresta Sidoarjo Diancam Didemo

9 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga Telur Anjlok, Pemprov Jatim dan BGN Tingkatkan Porsi Telur di MBG

9 Juni 2026 - 18:59 WIB

Telkom Restrukturisasi Bisnis, 12–14 Anak Perusahaan Akan Ditutup

9 Juni 2026 - 18:47 WIB

Cadangan Devisa Susut Rp23 Triliun, BI Intervensi Jaga Rupiah

8 Juni 2026 - 19:05 WIB

Trending di Nasional