Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Pecah Ban Karena Kelebihan Angin atau Kurang Angin? Ini Kata Rifat Sungkar

badge-check


					Pecah Ban Karena Kelebihan Angin atau Kurang Angin? Ini Kata Rifat Sungkar Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, ,JAKARTA– Pecah ban masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Menurut Rifat Helmy Sungkar yang merupakan pereli top di Indonesia, mengatakan sebagian besar insiden pecah ban justru terjadi akibat tekanan angin ban yang kurang, bukan karena kelebihan tekanan.

“Unfortunately, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan ban meledak itu disebabkan kebanyakan dari ban yang kekurangan angin, bukan yang kelebihan angin,” jelas Rifat, dikutip dari akun pribadinya, 28 April 2024.

Ia menjelaskan bahwa ban dengan tekanan ideal memiliki kompresi yang stabil. Sementara ban yang kelebihan angin akan membuat mobil terasa lebih keras, namun masih bisa diidentifikasi dengan mudah dan tidak mudah berubah tekanannya. Sebaliknya, ban dengan tekanan kurang akan kehilangan bentuk dan tidak mampu berdiri tegak.

“Bannya nggak bisa berdiri tegak. Bannya pasti akan bengkok-bengkok sebenarnya,” ujarnya.

Kondisi tersebut menyebabkan dinding kiri dan kanan ban menjadi titik tumpu utama saat ban berputar. Akibatnya, gesekan meningkat dan menghasilkan panas. Panas ini mendorong tekanan dalam ban meningkat dengan cepat.

“Kalau dimulai dari tekanan angin yang kurang, berarti dia punya room besar untuk berkembang. Tapi karena tekanan anginnya itu panas, dia akan inflasi dalam satu titik terakhir dan boom!” tegas Rifat.

Untuk mencegah hal ini, ia mengingatkan pentingnya menjaga tekanan angin ban dalam kondisi ideal agar mobil tetap aman dan memiliki grip maksimal. Ia juga menambahkan:

“Jangan lupa juga, ban itu ada umurnya. Jadi ganti pada waktunya.”

Rekomendasi Tekanan Ban dan Umur Pemakaian

Menurut Auto2000, tekanan angin ban mobil yang ideal bervariasi tergantung jenis kendaraan:

SUV: 35–40 psi
Sedan: 30–33 psi
City Car: 30–36 psi
MPV: 33–36 psi

Selain tekanan, usia ban juga krusial. Auto2000 merekomendasikan penggantian ban setiap tiga tahun, meskipun kembangnya masih tebal. Karet ban dapat mengeras seiring waktu, yang pada akhirnya mengurangi kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Penting untuk memeriksa tekanan angin secara rutin dan mengganti ban sesuai usia pakainya guna menghindari risiko pecah ban dan memastikan keselamatan di jalan.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Inilah Putri Bungsu, Tercantik dan Pintar Sultan Brunei

2 September 2026 - 19:18 WIB

Trending di Life Style