Menu

Mode Gelap

News

Nekad Palsukan Tanda Tangan Kades, Sekdes Bakalan Dibekuk Polisi

badge-check


					tersangka diapit petugas Perbesar

tersangka diapit petugas

Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG-Ulah perangkat desa yang satu ini benar-benar nekad. Hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi, perangkat desa ini palsukan tanda tangan kepala desanya. Tak pelak, atas aksi nekadnya itu, dia diringkus anggota Satreskrim Polres Jombang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Dia adalah Sutarji (57), Sekretaris Desa (Sekdes) Bakalan, Kecamatan Sumobito. Pria ini ditetap sebagai tersangka kasus dugaan pemalsuan surat jual beli tanah. Otomatis, dia ditahan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. “Kasus ini terungkap berawal dari adanya laporan kasus tersebut,” ungkap Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, Rabu (4/3/2026).

Dijelaskan, kasus ini berawal dari adanya transaksi jual beli tanah antar warganya pada Jumat (18/8/2023) lalu sekitar pukul 11.00. Saat itu, dibuatlah surat pernyataan jual beli. Namun kepala desa disebut tidak berada di tempat dan proses pengurusan diambil alih oleh tersangka selaku Sekdes. Tentu saja, tersangka meminta sejumlah uang agar proses tersebut selesai.

Sekitar dua minggu kemudian, surat tersebut sudah selesai dan diserahkan melalui perantara kepada pembeli. Masalah baru terungkap saat dokumen itu hendak digunakan untuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2026. “Pembeli menemukan kesalahan penulisan nama dalam surat tersebut. Setelah dicek ulang, kepala desa menyatakan tidak pernah menandatangani surat itu,” jelas Dimas.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tanda tangan kepala desa maupun para pihak dalam dokumen tersebut merupakan hasil pemindaian (scan). Bahkan tanda tangan pembeli dan saksi juga diduga dipalsukan. ”Tanda tangan dan stempel kepala desa diketahui hasil scan,” tegasnya.

Atas kejanggalan itu, petugas yang terima laporan lakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta mengamankan barang bukti berupa satu lembar surat pernyataan jual beli tertanggal 18 Agustus 2023.

Berdasarkan alat bukti yang cukup, Satreskrim Polres Jombang menangkap dan menahan tersangka untuk proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan surat juncto Pasal 391 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Minyak Dunia $US 107/Barel: Beban Subsidi RI Naik Jadi Rp500 Triliun, Jepang Paling Parah

27 April 2026 - 10:40 WIB

Kiandra Gemparkan Jerez Spanyol, Start 17 Berhasil Tampil Juara I Red Bull GP Rookie Cup 2026

26 April 2026 - 21:00 WIB

Guyub Rukun Komunitas Club Sori Selenggarakan Ketupat Onthel di Desa Kedunglosari Jombang

26 April 2026 - 19:35 WIB

Terus Semburkan Lava, Gunung Merapi Berstatus Siaga III

26 April 2026 - 17:26 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri-9) Ketergantungan Massal Candu di Batavia

26 April 2026 - 16:54 WIB

Hasto Wardoyo akan Sweeping seluruh Penitipan Anak dan PAUD di Yogyakarta, Pasca Kasus Little Areshsa

26 April 2026 - 12:40 WIB

Trump Jatuh Tersandung: Damn, Carpet! Ahmed Khalil Berhasil Tetobos Top Securiy Gedung Putih Mengulang Trauma 9/11

26 April 2026 - 11:31 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

Terjadi Penembakan, Trump dan Istri Dievakuasi ke Luar Acara Jamuan Makan Malam

26 April 2026 - 09:30 WIB

Trending di News