Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Uncategorized

Menko PMK: Presisi dan Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Penanganan Stunting

badge-check


					Forum Data Keluarga Nasional ini digelar sebagai bagian dari upaya BKKBN untuk memperkuat data berbasis keluarga dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk percepatan penurunan stunting. Foto: BKKBN Perbesar

Forum Data Keluarga Nasional ini digelar sebagai bagian dari upaya BKKBN untuk memperkuat data berbasis keluarga dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk percepatan penurunan stunting. Foto: BKKBN

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pentingnya pendekatan presisi dan kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanganan stunting di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam Forum Data Keluarga Nasional yang digelar oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Auditorium BKKBN, Jakarta Timur, pada Jumat, 29 Novembet 2024.

Menurut Pratikno, data menjadi fondasi utama dalam membangun kebijakan yang presisi.

Ia menekankan bahwa pemetaan masalah dan intervensi berbasis data akan menghasilkan kebijakan yang akurat dan tepat sasaran, atau yang disebutnya sebagai precision stunting policy.

“Data adalah kunci, tetapi pengolahan data, baik data masalah maupun data intervensi, itulah yang menjadi inti dari kebijakan presisi,” ujarnya.

Dia membandingkan pendekatan presisi dalam kebijakan dengan konsep precision medicine dan precision nutrition yang berkembang di dunia kedokteran.

“Setiap individu itu berbeda, sehingga kebijakan atau intervensi juga harus spesifik sesuai kebutuhan. Hal ini membutuhkan data yang lengkap dan terintegrasi,” katanya.

Pratikno juga menyoroti pentingnya kolaborasi sebagai elemen pendukung utama dalam 7 mengimplementasikan kebijakan presisi.

Ia menyebutkan bahwa Kemenko PMK sebagai orkestrator memerlukan dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan koordinasi berjalan efektif.

“Kolaborasi adalah kunci. Dengan data yang kuat, kita bisa mendorong semua pihak untuk bekerja bersama secara terarah,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pratikno turut mengapresiasi BKKBN yang telah memulai pengumpulan data keluarga secara menyeluruh hingga ke pelosok.

Data tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting dalam memetakan kondisi keluarga di Indonesia, termasuk mengidentifikasi keluarga yang rentan stunting.

“Saya senang melihat dashboard berbasis data yang telah dikembangkan BKKBN. Ini adalah langkah besar menuju kebijakan berbasis bukti yang presisi,” tambahnya.

Forum Data Keluarga Nasional ini digelar sebagai bagian dari upaya BKKBN untuk memperkuat data berbasis keluarga dalam mendukung program prioritas nasional, termasuk percepatan penurunan stunting.(*)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Agustiar Sabran Pamit dan Tidak Kembali, Massa Aksi Demo Segel Kantor Gubernur Kalteng

19 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Karhutla Gambut Bisa Diprediksi Secara Sains

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Trans Jatim Koridor Malang Raya Diluncurkan 30 Oktober 2026

19 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Aturan Baru Ojol 2026: Pengemudi Bebas Kerja di Banyak Aplikator

19 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kartiyono 12 Tahun di Bapemperda Jombang: Pastikan Perda Sesuai Kebutuhan dan Hidup di Masyarakat!

19 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Bakar Lahan 800 M2, Warga Bareng Tangkap Pengamen dan Diikat di Tiang Listrik

19 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (70): KKK Punya 4 Juta Anggota

19 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Kapolres Jombang Pantau Langsung Ketersediaan BBM di SPBU

19 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Kapolres Jombang, AKBP Yanto Mulyanto saat memantau langsung ketersediaan BBM di salah satu SPBU

Jombang Bersarung Empat Hari 19-22 Oktober, Peringati Hari Santri

19 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Trending di News