Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menko PMK Ingatkan Bulan Desember-Februari Sebagai Puncak Bencana Hidrometeorologi

badge-check


					Menko PMK Ingatkan Bulan Desember-Februari Sebagai Puncak Bencana Hidrometeorologi Perbesar

Penulis: Anwar Hudijono | Editor: Ipong D Cahyono

KREDONEWS.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan bahwa bulan Desember sampai dengan Februari sebagai puncak bencana hidrometeorologi di Indonesia.

Menko PMK mengatakan hal itu pada Musyawarah Nasional (Munas) XXII Palang Merah Indonesia (PMI) di Hotel Grand Sahid Jaya Sudirman, Jakarta, Senin (9/12).

Pratikno menekankan bahwa meskipun pandemi COVID-19 telah mereda, Indonesia kini menghadapi berbagai bencana secara berturut-turut, baik bencana alam maupun bencana non alam.

“Ada erupsi gunung, konflik sosial di NTT yang membakar 52 rumah dan menewaskan satu orang, hingga ancaman bencana hidrometeorologi yang puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember 2024 dan Februari 2025,” ungkapnya.

Menurut dia, perubahan iklim yang semakin memperbesar risiko bencana alam. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat mitigasi dan respons cepat, termasuk melalui dukungan dari BNPB dan Kementerian Sosial.

Pratikno mengapresiasi keterlibatan PMI yang selalu hadir mendukung penanganan darurat bencana, termasuk penyediaan tenda pengungsian di lokasi terdampak.

Selain bencana alam, Menko PMK juga menyoroti “bencana non alam” lainnya, seperti stunting dan tingginya angka kematian akibat penyakit menular, yang memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak untuk segera ditangani.

“Kematian akibat penyakit menular jauh lebih besar daripada COVID-19. Ini menjadi perhatian utama kita bersama,” ujar Pratikno.

Tidak hanya itu, Pratikno menekankan pentingnya pendidikan kemanusiaan sebagai bagian dari upaya revolusi mental.

Ia mengusulkan agar pendidikan tentang kemanusiaan, seperti yang dilakukan oleh PMI, diintegrasikan ke dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.

“Kita harus mendidik anak-anak agar memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi,” tegasnya.

Dalam agenda Munas XXII PMI, turut hadir sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua PMI Muhamad Jusuf Kalla, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Dewan Kehormatan PMI Chairul Tanjung, dan Anggota Dewan Kehormatan PMI Hamdan Zoelva.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

182 Personel SAR Gabungan Sukses Evakuasi 110 Pendaki G. Arjuno yang Terbakar Hebat

18 Oktober 2026 - 03:20 WIB

Asap Karhutla, NEA Singapura Beri Surat Pencegahan kepada Tujuh Perusahaan Konsesi Hutan di RI

17 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Nyekar Makam Gus Dur, Kapolri Suyudi: Utamakan Kerukunan dan Toleransi

17 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Dari Halaman Polres Jombang Kapolri Resmikan Desk Ketenagakerjaan: 7-8 Harus Selesai Secara Adil

17 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Dipanggil ke KPK, Nusron Wahid Malah Pergi Malaysia Ada Apa?

17 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Soto Ayam Golkar Rp10.000 Laris Manis, Agus Karim 8 Tahun Menggelar Jumat Legi Berkah Makan Gratis

17 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Trending di News