Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Uncategorized

Masuk Jurnal ZooKeys, Peneliti Temukan Ikan Buta di Gua Vertikal Klapanunggal Bogor

badge-check


					Inilah ikan buta jatan dan betina yang ditemukan peneliti Indonesia di gua vertikal Klapnunggan, Bogor, Jawa Barat. Instagram@seasia.news Perbesar

Inilah ikan buta jatan dan betina yang ditemukan peneliti Indonesia di gua vertikal Klapnunggan, Bogor, Jawa Barat. [email protected]

Penulis: Yusran Hakim  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM,  BOGOR– Sebuah tim penelusur gua menemukan spesies ikan unik yang tidak memiliki mata di Gua Cisodong 1, Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, yang hanya berjarak satu jam perjalanan dari Jakarta, kota megapolitan yang ramai.

Tim itu terdiri dari Kunto Wibowo, M. Iqbal Willyanto, Anik Budhi Dharmayanthi, Cahyo Rahmadi, dan Daniel Natanael Lumbantobing, menemukan ikan-ikan tersebut di kolam dangkal di dalam sistem gua vertikal yang penuh dengan tantangan.

Ikan yang tidak memiliki mata dan memiliki kulit yang menutupi rongga mata ini kemudian diidentifikasi sebagai spesies baru yang diberi nama Barbodes klapanunggalensis, atau duri gua buta Klapanunggal.

Penemuan ini didokumentasikan tahun 2020  dan dipublikasikan di jurnal ZooKeys yang telah melalui proses peer-review pada tanggal 24 Februari 2025.

Klapanunggal blind cave barb menyerupai silver barb, ikan air tawar pada umumnya, tetapi dibedakan dari penampilannya yang tidak bermata dan ciri-ciri morfologi unik lainnya. Ikan ini memiliki warna putih keperakan, moncong bulat, dan duri seperti kumis di sekitar mulutnya.

Mereka mendiami kolam gua dangkal yang terletak 90 hingga 170 kaki (27,5 – 51,8 meter) ) di bawah permukaan, yang terhubung ke sistem sungai bawah tanah musiman.

Perilaku mereka termasuk diam di air yang tenang tetapi berenang secara aktif ketika diganggu, menunjukkan adaptasi mereka terhadap lingkungan gua.

Meskipun penemuan ini sangat menarik, spesies ini sudah dianggap terancam karena distribusinya yang terbatas, populasinya yang kecil, dan potensi dampak dari kegiatan industri di wilayah tersebut.

Para peneliti menamai spesies ini sesuai dengan nama kecamatan Klapanunggal, tempat pertama kali ditemukan.

Identifikasi ini didasarkan pada karakteristik morfologi, karena analisis DNA tidak dilakukan. Penemuan ini menyoroti pentingnya melestarikan ekosistem gua yang unik dan rapuh. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Piala Dunia 202: Inilah Rundown Pembukaan serta 12 Grup yang Akan Berlaga

10 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prihatin Ibu Hamil Meninggal, Prabowo akan Bangun 400 RS Pemerintah dan 10.000 Puskesmas

10 Juni 2026 - 17:47 WIB

Gema BISA Edukasi Makan Bergizi dari 4 Sehat 5 Sempurna Jadi B2SA

10 Juni 2026 - 17:01 WIB

Terkumpul Rp 1,4 Miliar, Terbongkar Praktek Ilegal Uang Dam dan Badal Haji

10 Juni 2026 - 15:50 WIB

Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik, Cek Harga Terbarunya

10 Juni 2026 - 15:20 WIB

Peternak Telur Sambut Positif Penguatan HAP Rp 26.500 per Kg

10 Juni 2026 - 15:09 WIB

Ketua PERABA Jatim Sutoyo: Permendag Mematikan Usaha Perajin Emas dan Perak

10 Juni 2026 - 13:21 WIB

Pasang Kamera di Kamar Mandi Masjid, Pria Gedek Mojokerto Dintuntut 4 Tahun Penjara Denda Rp500 Juta

9 Juni 2026 - 20:38 WIB

PT Pegadaian Dinobatkan sebagai Best Company to Work For in Asia untuk Kedelapan Kalinya

9 Juni 2026 - 20:01 WIB

Trending di News