Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Massa AMPB Pati Demo Tuntut Kapoltes Dicopot, Botok: Jumat Kami Datang Kembali!

badge-check


					Masa AMPB Pati mnggeruduk Mapolres Pati, diterima oleh wakapolres. Foto: ist Perbesar

Masa AMPB Pati mnggeruduk Mapolres Pati, diterima oleh wakapolres. Foto: ist

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PATI— Ribuan orang berseragam baju hitam melaksanakan unjuk rasa secara damai, di mapolres Pati, Jateng, Rabu, 13 Mei 2026.

Aksi diikuti ribuan orang, terbesar tahun ini digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Markas Kepolisian Resor Pati, Jalan Jenderal Sudirman.

Ribuan warga itu berkumpul padat di depan gerbang barat mulai pukul 13.00 WIB, menuntut keadilan yang selama ini terasa digantung.

Data Aksi 

– Penyelenggara: Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB)
– Pimpinan Aksi: Supriyono alias Botok (47 thn) (Koordinator Lapangan) dan Teguh Istiyanto (49 thn) (Wakil Koordinator sekaligus Juru Bicara).

Aksi unjuk rasa terbesar tahun ini digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Markas Kepolisian Resor Pati, Jalan Jenderal Sudirman.

Ribuan warga yang mengenakan serba hitam sebagai simbol keprihatinan bergerak tertib sejak pagi, lalu berkumpul padat di depan gerbang barat mulai pukul 13.00 WIB, menuntut keadilan yang selama ini terasa digantung.

Ajukan 5 Tuntutan

Naskah tuntutan yang sudah disusun rapi diserahkan langsung ke perwakilan pimpinan Polres. Isinya:

  •  Tangkap dan proses hukum pelaku utama kasus Tongtek Maut di Kayen yang bertahun-tahun tidak terungkap
  • Usut tuntas kasus pembunuhan warga di Sukolilo, buka seluruh berkas penyidikan secara transparan ke publik
  • Kembalikan tanah milik Desa Tambahmulyo seluas 4,2 hektare yang diduga dialihkan menjadi aset Polres tanpa prosedur hukum yang sah
  • Selidiki tuntas peristiwa pembakaran rumah dan ancaman nyawa terhadap aktivis Teguh Istiyanto pada 3 Mei lalu
  • Copot Kombes Pol Jaka Wahyudi dari jabatan Kapolres Pati, dinilai arogan, lamban menangani kasus, dan gemar merekayasa perkara serta mengkriminalisasi rakyat kecil

Massa berkumpul secara tertib, mengibarkan spanduk bertuliskan: “Polri Pengayom Bukan Alat Kekuasaan”, “Keadilan untuk Rakyat Pati”, dan “Tanah Kami Kembali”. Suasana tetap kondusif tanpa insiden bentrokan atau perusakan fasilitas umum.

Naskah tuntutan diterima secara resmi oleh Wakapolres Pati, AKBP Dwi Santoso, yang menyampaikan tanggapan mewakili pimpinan:

“Kami menghormati hak konstitusional saudara-saudara untuk menyampaikan aspirasi. Semua poin tuntutan sudah kami catat dan terima dengan baik. Kami berjanji akan meninjau ulang seluruh kasus yang disinggung, serta melaporkan perkembangannya secara terbuka paling lambat 3 hari ke depan. Terkait permintaan pencopotan Kapolres, kami akan segera sampaikan ke pimpinan di Polda Jawa Tengah.”

Sementara itu, Kapolres Kombes Jaka Wahyudi memilih tetap berada di dalam ruang kerjanya dan tidak tampak keluar menghadap massa.

Ia memerintahkan seluruh pasukan menjaga sikap sabar dan tidak memicu ketegangan.

Penutup

Setelah dokumen tuntutan diserahkan dan massa mulai bersiap membubarkan diri, Supriyono alias Botok memberikan orasi penutup sekaligus pernyataan tegas yang disampaikan langsung di hadapan massa dan awak media sekitar pukul 15.55 WIB:

“Hari ini ribuan rakyat Pati sudah bicara, sudah menyerahkan amanah, sudah menampar muka hukum yang tumpul dan berat sebelah di kota ini. Kami datang dengan damai, kami bertindak tertib, tapi jangan ada yang mengira kami ini lemah dan bisa dikecewakan sembarangan!”

Dengar baik-baik: Ini bukan permohonan, ini titah rakyat. Kalau sampai hari Jumat tanggal 15 Mei nanti tidak ada jawaban nyata, tidak ada bukti kasus ditangani serius, tidak ada tanah rakyat dikembalikan, dan Kapolres tidak dicopot dari jabatannya—kami akan kembali lagi ke sini membawa 10.000 orang lebih, mengepung total Mapolres ini sampai gerbangnya tak bisa dibuka siapa pun!

Kenapa kami pakai baju serba hitam hari ini? Bukan mau cari rusuh, tapi ini simbol hati yang sedang berduka. Selama ini kami lihat polisi di Pati galaknya luar biasa kalau berhadapan dengan rakyat kecil, tapi luluh lantak dan tutup mata kalau yang bersalah itu punya kuasa dan duit. Hari ini kami buktikan: rakyat yang bersatu itu jauh lebih kuat daripada jabatan apa pun juga!

Saya Botok, Teguh, dan seluruh kawan di AMPB tak gentar diancam, tak takut dikriminalisasi. Kalau satu ditangkap, seribu akan tumbuh menggantikannya. Perjuangan ini bukan buat nama saya atau jabatan, tapi supaya anak cucu Pati ke depannya bisa merasa aman dan adil hidup di tanah kelahirannya sendiri.

Ingat janji kita semua: Jumat pagi jam 08.00, kita kumpul lagi di sini. Kalau belum ada jawaban yang memuaskan? Kita bawa peralatan tidur, kita diam di sini siang malam sampai tuntutan kita dikabulkan. Terima kasih kawan semua yang rela berpanas dan berkorban hari ini!”

Menjawab tuduhan yang menyebut gerakan ini diatur pihak tertentu, Botok menegaskan:

“Siapa yang bilang demo ini diatur, itu fitnah kotor yang tidak berdasar. Ini gerakan nurani rakyat yang sudah tidak tahan lagi. Yang merasa bersalah, pasti akan gelisah. Yang memang benar, takkan takut diperiksa. Tunggu saja buktinya!”

Status

Aksi ini dinilai sebagai gelombang tekanan publik terbesar yang pernah diterima Polres Pati dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

AMPB sudah menegaskan jadwal pertemuan lanjutan dan bersiap mengerahkan kekuatan yang jauh lebih besar jika janji kepolisian tidak ditepati.

Hingga berita ini diturunkan, massa sudah bubar sepenuhnya dan keadaan sekitar Mapolres kembali tenang, namun ketegangan masih terasa menunggu jawaban resmi yang dijanjikan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

57 ASN di Kukar Terima Transferan Rp36,7 Miliar, BPK Kaltim: Bukan Kelebihan Bayar Biasa

15 Juli 2026 - 21:26 WIB

Trending di News