Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kisah di Balik Masker COVID-19: Irjen Ferdi Sambo Pecat Komjen Dharma Pongrekun

badge-check


					Komisaris Jenderal (Purn) Dharma Pongrekun. Instagram@pongrekundhrama88 Perbesar

Komisaris Jenderal (Purn) Dharma Pongrekun. Instagram@pongrekundhrama88

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Sekadar mengingatkan bahwa masih ada sosok polisi jujur dan nasionalis yang berani melawan kebijakan institusi yang sewenang-wenang, dialah Komjen Dharma Pongrekun.

Narasi itu muncul pada sebuah unggahan berupa video wawacara dengan Komjen (Purn) Dharma Pongrekun, dalam akun [email protected], Sabtu dinihari, 22 Februari 2025. Ternyata kariernya dihabisi ketika mulai merebak COVID-19, gegara menolak pemakaian masker. Dia tegas menyatakan bahwa COVID-19 adalah permainan.

Hebatnya pula, orang yang menghabisi karier Dharma Pongrekun adalah Irjen Ferdy Sambo saat itu menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri. Tak lain terpidana peristiwa penembakan Brigade Nofriansyah Yosua Hutabarat yang terjadi pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Memang saya pada akhirnya diparkir,” kata Pongrekun

Gara-gara apa diparkir?

“Gara-gara masker!”  jawab Pongrekun. Lalu muncul cuplikan video pidato Ferdy Sambo: “Mendukung dan mengamankan  kebijakan pemerintah, ada lagi ada anggota yang bilang saya nggak bolehlah! Jangan pakai masker…. Eeee sikat!” begitu narasi Ferdy Sambo.

“Kalau masih mau jadi polisi, ya sudah ikuti aturan internal. Ikuti aturan kepolisian. Ikuti pemerintah, nggak ada lagi yang nglawan-nglawan kebijaksanaan pemerintah. Itu namanya penghianat!” ujar Ferdi Sambo.

“Waktu saya menjabat sebagai wakil kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Mungkin waktu itu saya dianggap menjegal kebijaksaan soal masker. Ya merugikan bisnis masker. Padahal, masud saya bukan itu,” kata pria kelahiran Palu, Sulawesi Tengah itu.

Pongrekun mengatakan tujuanya waktu itu ingin mengembalikan bawa kita ini ciptaaan Tuhan, “Percayalah sama Tuhan. jangan percaya kepada hasil manusia. Sebab manusia yang menyuruh kita percaya itu dia sendiri tidak bisa menentukan dirinya. Tidak bisa menolong dirinya sendiri, dan bukti sudah ada,” kata Pongrekun.

“Banyak orang-orang yang menyuruh, sudah pergi mendahului kita! Jadi kembalilah, percaya kepada Tuhan. Dia berdaulat. Dia yang menghadirkan kita, dan hanya dia yang akan memanggil kita pulang. ” tambahnya.

Jadi, kata Pongrekun, konsep science membuat kita memiliki mindset, inletegensia itu terekayasa, ter-engineering. Oleh karena itu,  dia mengajak setiap insan kembali kepada Tuhan, sang Pencipta.

Komjen Dharma Pongrekun dipecat dari jabatannya sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada tanggal 9 Oktober 2021. Posisinya digantikan oleh Irjen Sutanto. Menurut BSSN, pergantian ini adalah bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier di lingkungan TNI dan Polri, di mana Dharma Pongrekun telah menjabat selama 3,5 tahun,

Kepala BSSN, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, menyatakan pergantian tersebut adalah hal biasa dalam birokrasi. Setelah pemecatannya, Dharma Pongrekun dikembalikan ke Markas Besar Polri (Mabes Polri), meskipun posisi barunya di Polri belum diumumkan secara resmi.

Sebelum pemecatan ini, Dharma Pongrekun sempat menjadi sorotan publik karena beberapa kontroversi, terutama terkait pandangannya mengenai Covid-19 yang dianggap tidak biasa.

Ia pernah mengklaim bahwa Covid-19 merupakan hasil dari rencana yang telah ada sejak 2010 dan menyebut vaksin sebagai “berhala” yang tidak ingin ia gunakan. Kontroversi ini berkontribusi pada citranya di masyarakat dan mungkin mempengaruhi keputusan untuk menggantinya dari posisi strategis di BSSN.

Setelah pensiun dari kepolisian pada tahun 2024, Dharma mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta melalui jalur independen pada pemilihan gubernur 2024, berpasangan dengan Kun Wardana Abyoto. Mereka berhasil mengumpulkan dukungan melebihi ambang batas yang diperlukan untuk mencalonkan diri.

Data Pribadi:

Nama Lengkap: Dharma Pongrekun

Tanggal Lahir: 12 Januari 1966

Tempat Lahir: Palu, Sulawesi Tengah

Kebangsaan: Indonesia

Pendidikan:

  • Akademi Kepolisian (Akpol): Lulus tahun 1988
  • Master Ilmu Kepolisian: Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, 1995
  • Master Manajemen: Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, 2002
  • Master Hukum: Universitas Gadjah Mada, 2006
  • Doktor Kehormatan (H.C.): MBC University, Depok, 2023

Karier:

Jabatan Terakhir: Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri (2021-2024)

Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN): 2019 – 2021

Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN: Sejak Mei 2018

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri

Karorenmin Bareskrim Polri.  **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kajian Kadin-TVRI: Piala Dunia Punya Efek Ekonomi Langsung Rp5 Triliun bagi RI

17 Juli 2026 - 10:17 WIB

300 Anggota Resah: Kas KPRI Sejahtera Jombang Kosong, Punya Beban Rp124 Miliar

17 Juli 2026 - 05:20 WIB

Menhub Targetkan Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo Rampung 2029

16 Juli 2026 - 20:03 WIB

BPOM Ungkap Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok

16 Juli 2026 - 19:49 WIB

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Trending di News