Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Kasus Campak Melonjak, Indonesia Urutan Kedua Tertinggi Dunia

badge-check


					Vaksin campak Perbesar

Vaksin campak

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti adanya peningkatan kasus campak di Indonesia. Oleh karena itu mereka menyerukan agar beberapa langkah luar biasa diambil oleh para pemangku kepentingan.

IDAI menyebut tahun 2025 ada 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi dan 69 kematian. Sedangkan Hingga minggu ke-7 tahun 2026, tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian.

Berdasarkan data WHO yang dirilis CDC per Februari 2026 Indonesia menempati urutan kedua kasus campak tertinggi di dunia dengan 10.747 kasus. Menempatkan Indonesia ada di bawah Yaman dan di atas India.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan dengan kondisi darurat tersebut perlu langkah luar biasa para pemangku kepentingan. Sebagai upaya memproteksi anak-anak Indonesia dari penyakit campak.

“Kita harus bertindak cepat untuk melindungi anak-anak Indonesia. Imunisasi adalah hak dasar anak dan kewajiban kita untuk memastikan setiap anak terlindungi,” katanya, melalui keterangan persnya yang diterima wartawan, Rabu, 11 Maret 2026.

Menyikapi kondisi tersebut, IDAI lantas merekomendasikan enam langkah strategis. Yakni dengan menekankan tiga titik fokus untuk mengatasi masalah campak.

Pertama, kejar imunisasi campak rubella. Terutama anak berusia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun yang belum imunisasi.

Kedua, tingkatkan surveilans penyakit campak dan rubella. Sebab cakupan imunisasi campak rubella dosis kedua (MR2) saat ini hanya mencapai 82,3 persen pada tahun 2024.

Ia menyebut, angka cakupan imunisasi campak rubella dosis kedua jauh dibawah target nasional 95 persen. Sehingga kekebalan kelompok (herd immunity) belum terbentuk optimal.

“Langkah ketiga yang perlu dilakukan yaitu memperkuat kapasitas laboratorium diagnostik campak dan rubella. Ini penting untuk mendukung kegiatan surveilans dan penegakan diagnosis,” katanya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

PIHPS Catat Harga Cabai di Jatim Turun Tajam, Rawit Merah Kini Rp45 Ribu per Kg

30 Oktober 2026 - 19:22 WIB

BMKG Ungkap Musim Hujan di Jawa Timur akan Berlangsung Selama Empat Bulan Saja

30 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Meriahkan Operasi Patuh Semeru 2026 Satlantas Polres Gresik Bagikan Cokelat

28 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Pemkab Gresik Lakukan Seleksi Sertifikasi BNSP Pelaku Kuliner

28 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Catat, Daftar Rute dan Kota Tujuan Mudik Gratis Nataru

27 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Mendadak Menlu Singapura Vivian Balakrishnan, Kunjungi Jakarta

27 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Trending di Nasional