Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Kali Lamong dan Bengawan Solo Meluap 7 Kecamatan Di Gresik Terendam

badge-check


					Kali Lamong dan Bengawan Solo Meluap 7 Kecamatan Di Gresik Terendam Perbesar

Penulis: Sanny | Editor: Ipong D Cahyono

KREDONWES.COM, GRESIK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik melaporkan,
hingga Minggu (2/3) pukul 18.00 WIB, banjir masih merendam beberapa wilayah dengan kondisi yang bervariasi akibat meluapnya Kali Lamong dan Bengawan Solo.

Hingga kini banjir akibat luapan Kali Lamong merendam 4 kecamatan, yakni Kecamatan Benjeng, Cerme, Menganti, dan Kecamatan Kedamean.

Untuk Kecamatan Benjeng genangan di beberapa desa, dengan ketinggian antara 10 hingga 70 cm. Desa Deliksumber menjadi salah satu yang terdampak paling parah, sebanyak 120 rumah terendam.

Kecamatan Cerme juga terdampak cukup luas, di Desa Morowudi 95 rumah terendam dan di Desa Pandu 35 hektar tambak terendam.

Di Desa Boboh Kecamatan Menganti 230 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Sementara di Perumahan Maharaja Residence dan Graha Menganti 2, puluhan rumah terendam dengan ketinggian variatif.

Desa Cerme Kecamatan Kedamean, sawah warga 22 hektar terendam.

“Hingga petang ini, kondisi di Kecamatan Balongpanggang mulai surut, sementara di Kecamatan Cerme, Menganti, dan Kedamean, air masih mengalami peningkatan perlahan,” ujar Sukardi, Kepala BPBD Gresik.

Selain Kali Lamong, luapan Bengawan Solo juga mengakibatkan banjir di Kecamatan Bungah, Dukun dan Kecamatan Manyar.

Di Kecamatan Bungah, banjir merendam 35 rumah, termasuk masjid dan sekolah. Banjir ini hampir merata menimpa sejumlah desa yang lokasinya di pinggiran Bengawan Solo.

Desa Madumulyorejo dan Jrebeng Kecamatan Dukun, puluhan rumah warga dan jalan lingkungan juga terendam air dengan ketinggian variatif.

Di Kecamatan Manyar, tiga rumah di bantaran sungai di Desa Sembayat tergenang, sehingga warga harus membuat tanggul penahan air.

Ditegaskan Sukardi, pihaknya bersama berbagai institusi telah melakukan berbagai langkah penanganan

Di antaranya koordinasi dengan BBWS Bengawan Solo, BPBD Jawa Timur, serta pemerintah desa dan kecamatan terdampak.

BPBD Gresik juga telah mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman, sekaligus distribusi logistik ke dapur umum di desa-desa terdampak.

“BPBD Gresik juga telah mendirikan sejumlah tenda pengungsian di Desa Bringkang dan Desa Boboh. Sekaligus menyiapkan perahu evakuasi di wilayah kritis, termasuk di Desa Pandu Kecamatan Cerme,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Trending di Nasional