Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Hidup Bersama 10 Ekor Anjing di Rungkut Surabaya, Jasad Korban Ditemukan Alami Luka Mengerikan

badge-check


					Petugas BPBD kota Surabaya melakukan evakuasi jasad seorang pria dalam kondisi menderita luka-luka mengenaskan pada kepala dan tangannya. Ia hidup bersama 10 ekor anjing di rumahnya Rungkut Harapan, Surabaya, Kamis 11 April 2025. Foto: suarasurabayamedia/ BPBD Surabaya Perbesar

Petugas BPBD kota Surabaya melakukan evakuasi jasad seorang pria dalam kondisi menderita luka-luka mengenaskan pada kepala dan tangannya. Ia hidup bersama 10 ekor anjing di rumahnya Rungkut Harapan, Surabaya, Kamis 11 April 2025. Foto: suarasurabayamedia/ BPBD Surabaya

Penulis: Saifudin   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SURABAYA– Seorang pria berninisial  YA, 53, ditemukan meninggal dalam kondisi dunia mengenaskan di rumahnya di Rungkut Harapan, Surabaya, Jumat, 11 April 2025.

Menurut laporan dari Kapolsek Rungkut, AKP Agus Santoso, korban ditemukan dengan luka serius di bagian kepala dan tangan, yang diduga disebabkan oleh gigitan anjing peliharaannya.

Korban tinggal sendiri di kamar belakang rumahnya, sementara kakaknya dan keluarganya tinggal di bagian depan. Kakak korban terakhir berkomunikasi dengan YA pada sore hari sebelum penemuan mayatnya.

Kematian korban baru diketahui saat anjing-anjing peliharaannya menggonggong tanpa henti dan tidak ada respons dari YA saat dipanggil. Ketika tetangga mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam, mereka menemukan YA dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan luka parah di kepala dan tangan.

Korban, YAS, dan kakaknya, HDF, tinggal serumah, tetapi dalam dua bagian yang terpisah. YA tinggal di kamar belakang rumah, sementara HDF bersama keluarganya tinggal di bagian depan rumah. Meskipun mereka tinggal di rumah yang sama, mereka tidak selalu berinteraksi secara langsung.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan telah membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat menentukan apakah kematian YA disebabkan oleh gigitan anjing atau karena sudah meninggal sebelum diserang.

Korban terakhir kali berkomunikasi dengan kakaknya pada sore hari sebelumnya. Kematian korban baru diketahui ketika anjing peliharaannya menggonggong tanpa henti dan tidak ada respons dari YA saat dipanggil.

Tetangga kemudian mendobrak pintu kamar yang terkunci dan menemukan YA dalam keadaan tidak bernyawa. Kamar korban terkunci dari dalam, dan terdapat 10 ekor anjing peliharaan bersamanya.
Korban menderita luka di tangan kanan korban terlihat parah, termasuk bagian yang hilang, sedangkan kepala korban mengalami kerusakan signifikan.

Polisi dari Polsek Rungkut segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi guna menentukan penyebab kematian secara pasti.

Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah YA meninggal karena serangan anjing atau memiliki kondisi kesehatan yang menyebabkan kematiannya sebelum diserang. **

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Seorang pria paruh baya berusia 53 tahun, yang dikenal dengan inisial YA, ditemukan meninggal dalam kondisi dunia dalam kondisi menggenaskan di rumahnya di Rungkut Harapan, Surabaya, Jumat, 11 April 2025.

Menurut laporan dari Kapolsek Rungkut, AKP Agus Santoso, korban ditemukan dengan luka serius di bagian kepala dan tangan, yang diduga disebabkan oleh gigitan anjing peliharaannya.

Korban tinggal sendiri di kamar belakang rumahnya, sementara kakaknya dan keluarganya tinggal di bagian depan. Kakak korban terakhir berkomunikasi dengan YA pada sore hari sebelum penemuan mayatnya.

Kematian korban baru diketahui saat anjing-anjing peliharaannya menggonggong tanpa henti dan tidak ada respons dari YA saat dipanggil. Ketika tetangga mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam, mereka menemukan YA dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, dengan luka parah di kepala dan tangan.

Korban, YAS, dan kakaknya, HDF, tinggal serumah, tetapi dalam dua bagian yang terpisah. YAS tinggal di kamar belakang rumah, sementara HDF bersama keluarganya tinggal di bagian depan rumah. Dengan demikian, meskipun mereka tinggal di rumah yang sama, mereka tidak selalu berinteraksi secara langsung.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban dan telah membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Hasil autopsi diharapkan dapat menentukan apakah kematian YA disebabkan oleh gigitan anjing atau karena sudah meninggal sebelum diserang.

Korban terakhir kali berkomunikasi dengan kakaknya pada sore hari sebelumnya. Kematian korban baru diketahui ketika anjing peliharaannya menggonggong tanpa henti dan tidak ada respons dari YA saat dipanggil.

Tetangga kemudian mendobrak pintu kamar yang terkunci dan menemukan YA dalam keadaan tidak bernyawa. Kamar korban terkunci dari dalam, dan terdapat 10 ekor anjing peliharaan bersamanya.
Korban menderita luka di tangan kanan korban terlihat parah, termasuk bagian yang hilang, sedangkan kepala korban mengalami kerusakan signifikan.

Polisi dari Polsek Rungkut segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi guna menentukan penyebab kematian secara pasti.

Pihak kepolisian masih menyelidiki apakah YA meninggal karena serangan anjing atau memiliki kondisi kesehatan yang menyebabkan kematiannya sebelum diserang. **

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Jaksa Tuntut Hukuman 12 Tahun Penjara, Kasus Pelecehan Siswa di SMP Jombang

16 Juli 2026 - 14:01 WIB

CRV Ditumpangi 9 Orang Sekeluarga, Tabrak Truk Parkir di Tol Pandaan 5 Orang Tewas

16 Juli 2026 - 13:17 WIB

3.000 ASN Disdik Brebes Bobol Presensi Daring, Sembilan Guru Dijebloskan ke Tahanan

16 Juli 2026 - 09:52 WIB

Satu Korban Luka, Akibat Kebakaran Rumah dan Toko di Johowinong Mojoagung

16 Juli 2026 - 08:39 WIB

Kemenkop Pasang Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Beli 1.800 Unit Kipas Angin, Ferry Yuliantoro Mengaku tak Tahu!

16 Juli 2026 - 08:06 WIB

Jaksa Teliti Asal Usul 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah, Mahfud MD: Ini Gempa Hukum Terbesar

16 Juli 2026 - 05:32 WIB

57 ASN di Kukar Terima Transferan Rp36,7 Miliar, BPK Kaltim: Bukan Kelebihan Bayar Biasa

15 Juli 2026 - 21:26 WIB

Yuenchi Arwindi Merasa Difitnah: Demi Allah, Saya tak Ada Hubungan dengan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

15 Juli 2026 - 20:17 WIB

Hentikan Oven Dumping 2028, Menteri LH Jumhur Hidayat Turun Langsung ke TPA Banjardowo Jombang

15 Juli 2026 - 16:57 WIB

Trending di News