Menu

Mode Gelap

News

Gulper: Robot Ikan Pemangsa Sampah Plastik di Laut untuk Jadi Energi Sendiri

badge-check


					Gulper robot ikan buatan University of Surrey Inggeris, robot ini memangsa mikro plastik di laur, dan dijadikan bahan bakar untuk dirinya sendiri. Foto: strangest Perbesar

Gulper robot ikan buatan University of Surrey Inggeris, robot ini memangsa mikro plastik di laur, dan dijadikan bahan bakar untuk dirinya sendiri. Foto: strangest

Penulis: Jacobus E. Lato    |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, INGGERIS- Peneliti dari University of Surrey telah menciptakan robot ikan mini bernama Gulper. Robot ikan Gulper (atau Gulfer) buatan peneliti Universitas Surrey, Inggris, dirancang untuk membersihkan polusi mikroplastik di perairan.

Kehebatannya terletak pada kemampuan berenang otonom tanpa kendali manual, menyedot dan mengumpulkan sampah plastik kecil secara efisien.

Fitur Utama

Robot ini membantu kurangi polusi plastik yang sulit dijangkau alat konvensional. Ia bergerak seperti ikan asli, hemat energi, dan berpotensi dikembangkan massal.

Robot ikan Gulper dari University of Surrey mampu mengumpulkan lebih dari 2 kg mikroplastik dalam waktu 12 jam operasi.

Kapasitas ini berasal dari desain mulutnya yang bisa menyedot partikel kecil secara efisien, mirip ikan asli. Prototype awal diuji untuk membersihkan perairan tercemar dengan tingkat keberhasilan tinggi pada skala kecil.

Sebagai robot mini, ia fokus pada mikroplastik (<5mm), bukan sampah besar, dan bergantung pada baterai untuk operasi berkelanjutan. Pengembangan lanjutan berpotensi tingkatkan kapasitasnya.

Robot ikan Gulper dari University of Surrey memiliki spesifikasi terbatas pada informasi publik yang tersedia, karena masih dalam tahap prototype penelitian.

Dimensi dan Desain

Robot ini berukuran mini (sekitar panjang beberapa cm, mirip ikan kecil) dengan bentuk aerodinamis untuk berenang otonom di air. Mulutnya dilengkapi mekanisme penyedot khusus untuk menangkap mikroplastik berukuran kurang dari 5 mm.

  • Didukung baterai ringan untuk operasi hingga 12 jam.

  • Menggunakan gerakan sirip seperti ikan asli, memungkinkan navigasi di area sempit tanpa kendali eksternal.

Mampu mengumpulkan lebih dari 2 kg mikroplastik per 12 jam, dengan sensor untuk deteksi polutan dan pengumpulan otomatis.

Proyek ini masih dalam tahap prototype penelitian, kemungkinan hanya satu atau beberapa unit untuk pengujian laboratorium dan lapangan. Belum ada indikasi produksi massal atau penyebaran komersial.

Peneliti fokus pada pengujian efisiensi pengumpulan mikroplastik, bukan replikasi skala besar. Update lebih lanjut mungkin muncul di publikasi universitas jika proyek dilanjutkan.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Basarnas Telah Temukan Reruntuhan Helikopter di Tapang Tingang Sekadau

16 April 2026 - 22:28 WIB

Kades Sampurno Ketawa-ketawa, Dikeroyok 15 Orang dan Dibacok di Rumahnya Pakel Lumajang

16 April 2026 - 21:24 WIB

155 Siswa SD-SMP dan SMA di Anambas Keracunan MBG, Pemkab Langsung Menutup MBG

16 April 2026 - 18:12 WIB

Pembakar Sampah Keputih Mangkrak 25 Tahun, Beban Utang Pemkot Surabaya Rp 104 Miliar

16 April 2026 - 17:34 WIB

Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan di Plandaan Jombang Dorong PAD untuk Infrastruktur Desa

16 April 2026 - 17:11 WIB

Pemkab Jombang Salurkan Insentif Rp1 Juta/ Guru TPQ, Sasar 6.500 Pengajar di 1.816 Lembaga

16 April 2026 - 16:42 WIB

Perayaan 115 ASN Purna Bhakti, Bupati Warsubi: Regenerasi Birokrasi Wajar demi Keberlanjutan

16 April 2026 - 16:26 WIB

Kriminologi 500 Tahun Jakarta (Seri 7): Ketika Negara Menjadi Bandar Candu

16 April 2026 - 16:12 WIB

BMKG: Solo Masih Hujan, Dua Hari Banjir Melanda 11 Kalurahan 715 KK

16 April 2026 - 15:54 WIB

Trending di News