Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

Gempa Poso M5,8 Mengguncang, Ada Kerusakan Bangunan dan Aktivitas Susulan

badge-check


					Situasi pasca gempa Poso Sulteng, 17/08/25 Sumber: Daryono Perbesar

Situasi pasca gempa Poso Sulteng, 17/08/25 Sumber: Daryono

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, POSO– Pagi ini masyarakat Poso Sulawesi Tengah, kembali dirundung keresahan setelah terjadi gempa bermagnitudo 5,8 yang memicu kerusakan pada sejumlah bangunan, termasuk gereja di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.

Data dari BMKG yang disampaikan oleh narasumber Daryono mengungkapkan berbagai fakta penting mengenai gempa ini dan dampaknya.

Gempa yang mengguncang Poso pagi ini termasuk dalam kategori gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Tokoraru (Tokoraru Thrust). Dari hasil analisis mekanisme sumber, gempa ini merupakan jenis gempa dengan pergerakan naik (thrust fault), yang biasanya berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan di permukaan bumi.

Sejak pagi terjadi gempa utama M5,8 tersebut, BMKG melaporkan adanya 25 kali gempa susulan (aftershocks) yang terus dipantau untuk mengantisipasi potensi risiko lanjutan bagi masyarakat di sekitar Poso. Sebelumnya, wilayah ini juga telah mengalami dua kali gempa signifikan, sehingga warga diminta tetap waspada.

Dilaporkan pula bahwa gempa ini memicu tsunami minor dengan ketinggian sekitar 4,8 cm, berdasarkan hasil monitoring Tsunami Gauge. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa status tsunami baru akan diumumkan apabila ketinggian gelombang mencapai 25 cm atau lebih, sehingga masyarakat belum perlu panik akan potensi tsunami besar.

Getaran dahsyat gempa ini dirasakan cukup kuat di Poso dengan intensitas V-VI MMI, yang menyebabkan beberapa kerusakan material pada bangunan. Di kota-kota sekitarnya seperti Luwu Timur, Mamuju, Masamba, Majene, Palopo, Pasangkayu, dan Polman, getaran tercatat pada level III-IV MMI, yang menyebabkan efek seperti pecahnya gerabah serta suara pintu dan dinding yang bergetar. Bahkan di wilayah Tana Toraja dan Wajo, getaran gempa sampai terasa seperti lalu lintas truk besar di dekat lokasi.

Kerusakan di Gereja Desa Masani menjadi gambaran nyata dampak gempa terhadap struktur bangunan yang tidak dirancang khusus menahan gempa. Hal ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, terutama di daerah-daerah yang rawan gempa seperti Poso.

BMKG terus melakukan pemantauan intensif terhadap gempa susulan dan potensi tsunami pasca gempa ini, serta selalu mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Kemenkeu Incar Pajak dari Rumah Kontrakan dan Properti Sewa pada 2027

6 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Tak Ada Demo Besar Buruh di Agustus-September

6 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Karhutla Bromo Meluas 80 Hektare, Helikopter dan Drone Diterjunkan

5 Agustus 2026 - 21:53 WIB

Jumlah Penduduk Miskin RI Berkurang 430 Ribu, Masih Sisa 22,93 Juta Orang

5 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Jargas Bantu Rumah Tangga Hemat hingga Rp900.000 per Tahun

5 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Pengusaha Angkutan Modifikasi Mesin Respons Implementasi B50

4 Agustus 2026 - 16:40 WIB

Kementan dan Industri Pakan Tunda Kenaikan Harga untuk Lindungi Peternak

4 Agustus 2026 - 16:18 WIB

Balik Nama SHM Maksimal Cuma 10 Hari di 15 Daerah, Ini Daftarnya

4 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Pajak Marketplace Diprotes, Ditjen Pajak Janji Evaluasi

3 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Trending di Nasional