Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Dua Atlet Terjun Payung Tewas Tercebur Laut Pangandaran, Perubahan Angin pada Ketinggian 10.000 Feet

badge-check


					Dua peserta meninggal dunia dalam acara Kejurda Terjun Payung 2025 di Pangandaran, Jawa Barfat, Selas, 30 Desember 2025. Persitiwa ini terjadi akibat perubahan angin pada ketinggian 10.000 m. Foto: Perbesar

Dua peserta meninggal dunia dalam acara Kejurda Terjun Payung 2025 di Pangandaran, Jawa Barfat, Selas, 30 Desember 2025. Persitiwa ini terjadi akibat perubahan angin pada ketinggian 10.000 m. Foto:

Penulis: Mayang Kresnaya Mahardhika   |     Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, PANGANDARAN- Dua atlet penerjun payung meninggal dunia  dalam insiden tragis saat Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung 2025 di Pangandaran, Jawa Barat, pada Selasa (30 Desember 2025).

Korban bernama Rusli dan Widiasih, keduanya warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Penyebab utama adalah perubahan arah angin signifikan di ketinggian 10.000 feet, menyebabkan mereka kehilangan kendali dan jatuh ke perairan Laut Bojongsalawe.

Pesawat Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB membawa lima atlet: Rusli, Widiasih, Karni, Kudori, dan Mustofa. Insiden terjadi pukul 10.39-11.00 WIB ketika angin berubah tiba-tiba, membuat pendaratan gagal.

Tiga atlet lain mendarat darurat selamat di Pantai Bojongsalawe, sementara kedua korban tewas akibat tenggelam setelah jatuh ke laut.

Identitas Korban:

  • Rusli, laki-laki kelahiran Medan pada 7 Oktober 1961 (umur 64 tahun), beralamat di Kecamatan Margahayu atau Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia ditemukan pertama kali dalam keadaan meninggal akibat tenggelam setelah dievakuasi ke Puskesmas Cijulang.​                                                                                                                         
  • Widiasih, perempuan kelahiran Bandung pada 27 Juni 1967 (umur 58 tahun), warga Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Ia sempat dinyatakan hilang sebelum ditemukan dan dikonfirmasi meninggal dunia berdasarkan pemeriksaan medis akibat tenggelam.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan mengonfirmasi korban ditemukan meninggal pasca-pemeriksaan medis. Kegiatan terjun payung dihentikan sementara karena panitia tidak memberitahu polisi sebelumnya. Operasi pencarian dan tim SAR terlibat, meski akhirnya kedua korban dinyatakan meninggal.

Penyebab kecelakaan terjun payung di Pangandaran pada 30 Desember 2025 adalah perubahan arah dan kecepatan angin secara mendadak di ketinggian sekitar 10.000 feet, yang menyebabkan para atlet kehilangan kendali atas parasut mereka.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan menyatakan faktor alam ini sebagai pemicu utama, karena angin kencang membawa penerjun keluar dari drop zone yang ditentukan.

Penyebab

Cuaca ekstrem di ketinggian tinggi, termasuk hembusan angin signifikan, membuat arah pendaratan berubah dan gagal terkendali saat sesi free fall.

Tidak ada indikasi kegagalan teknis peralatan atau pesawat Cessna 185 PK-SRC, melainkan kondisi alam yang tidak terprediksi sepenuhnya.

Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk evaluasi keselamatan, meski penyebab primer sudah diidentifikasi sebagai faktor cuaca.

Kronologi

  • 10:15 WIB: Pesawat Cessna 185 PK-SRC lepas landas dari Bandara Nusawiru membawa lima atlet: Rusli, Widiasih, Karni, Kudori, dan Mustofa.

  • 10:39-11:00 WIB: Atlet melompat dari ketinggian 10.000 feet di atas Batukaras, Cijulang; angin kencang tiba-tiba berubah arah, menyebabkan kehilangan kendali.

  • Sekitar 11:40 WIB: Rusli dan Widiasih jatuh ke Laut Bojongsalawe/Pantai Bojongsalawe; tiga lainnya (Karni, Kudori, Mustofa) mendarat darurat selamat di pantai.

  • Siang hari: Tim SAR dan polisi dikerahkan; Rusli ditemukan tewas, Widiasih awalnya hilang tapi akhirnya dikonfirmasi meninggal pasca-pemeriksaan medis.​ **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Diduga Tak Kuat Tahan Beban Jembatan Gantung Anjlok, Saat Dilewati Bupati Pangandaran Bersama 50 Orang

31 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Terpilih Jadi Ketum PB NU, KH Abdul Halim Mahfudz Tanda Tangan Fakta Integritas

31 Agustus 2026 - 10:49 WIB

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Stok Sapi Feedlot Cuma Cukup hingga November, Harga Daging Berpotensi Terus Naik

30 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Cuaca Panas di Sidoarjo Belum Reda, Musim Hujan Datang Akhir Oktober

30 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Trending di News