Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

China Ciptakan Prosesor Zuchongzhi-3, Mampu Melakukan Penghitungan 1.000 Triliun Dibanding El Capitan

badge-check


					Zu Chongzhi adalah matematikawan dan astronom China abad 5, yang memecahkan bilangan pi. (Bawah) Prosesor terbaru dan terkuat di dunia bernama Zuchongzhi-3 buatan China yang diklaim mampu melakukan komputasi 1.000 triliun kali kecepatan super komputewr El Capitan. 
Foto: BH-Theo/ruangparabintang.com/cloudcomputing.id Perbesar

Zu Chongzhi adalah matematikawan dan astronom China abad 5, yang memecahkan bilangan pi. (Bawah) Prosesor terbaru dan terkuat di dunia bernama Zuchongzhi-3 buatan China yang diklaim mampu melakukan komputasi 1.000 triliun kali kecepatan super komputewr El Capitan. Foto: BH-Theo/ruangparabintang.com/cloudcomputing.id

Penulis: Jacobus E. Lato   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, CHINA– Semakin jauh melesat ke masa depan. China baru saja meluncurkan prosesor kuantum terbaru bernama Zuchongzhi-3. Prosesor ini diklaim memiliki kemampuan komputasi  luar biasa, mampu melakukan perhitungan hingga 1.000 triliun kali lebih cepat dibandingkan superkomputer terkuat saat ini, yaitu El Capitan.

Arti dari kata  Zuchongzhi (祖冲之) berasal dari nama seorang tokoh sejarah Tiongkok, yaitu Zu Chongzhi. Ia adalah seorang matematikawan, astronom, dan penemu terkenal pada abad ke-5 selama dinasti Liu Song dan Qi Selatan. Zu Chongzhi dikenal karena kontribusinya yang signifikan dalam menghitung nilai π (pi) dengan akurasi sangat tinggi, yaitu antara 3,1415926 dan 3,1415927, yang merupakan rekor yang bertahan selama hampir 900 tahun.

Nama itu diambil menjadi produk prosesor tercanggih di dunia saat ini Zuchongzhi-3 diklaim mampu melakukan perhitungan hingga 1.000 triliun kali lebih cepat dibandingkan superkomputer terkuat saat ini, El Capitan. El Capitan sendiri memiliki kemampuan komputasi sekitar 2 exaflops, setara dengan 2 × 1018 operasi/ detik.

Dengan demikian, jika Zuchongzhi-3 dapat melakukan perhitungan 1.000 triliun kali lebih cepat, maka kemampuan komputasinya dapat dihitung sebagai berikut:

Kemampuan Zuchongzhi-3= 1.000 triliun×2 exaflops=2×1021 flops. Jadi, Zuchongzhi-3 dapat melakukan sekitar 2 zettaflops (atau 2×1021 flops) dalam satu detik.

Zuchongzhi-3 merupakan bagian dari upaya China untuk memimpin dalam teknologi kuantum, yang diharapkan dapat membawa kemajuan signifikan dalam berbagai bidang seperti kecerdasan buatan, pengolahan data besar, dan simulasi ilmiah. Kecepatan luar biasa dari prosesor ini dapat membuka peluang baru dalam penelitian dan pengembangan teknologi yang lebih efisien dan efektif.

Dengan peluncuran ini, China menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemimpin global dalam inovasi teknologi dan kuantum, yang dapat berdampak besar pada ekonomi dan keamanan nasional.

Prosesor kuantum Zuchongzhi-3 buatan China bekerja dengan memanfaatkan prinsip dasar komputasi kuantum, yaitu superposisi dan entanglement (keterikatan kuantum), didukung oleh desain teknis canggih. Berikut penjelasan detailnya:

Prinsip Kerja
Qubit Transmon Superkonduktor: Zuchongzhi-3 menggunakan 105 qubit transmon berbasis sirkuit superkonduktor. Qubit transmon dirancang untuk mengurangi sensitivitas terhadap gangguan elektromagnetik, sehingga meningkatkan stabilitas operasional.

Grid 15×7: Qubit disusun dalam pola grid untuk memaksimalkan interaksi antar qubit.

Fidelitas 99,90%: Akurasi operasi gerbang logika kuantum (single-qubit gates) mencapai 99,90%, mengurangi kesalahan komputasi.

Waktu koherensi 72 mikrodetik: Waktu ini memungkinkan qubit mempertahankan keadaan kuantumnya lebih lama sebelum mengalami dekoherensi (gangguan lingkungan).

Sampling Sirkuit Acak
Prosesor ini diuji dengan pengambilan sampel sirkuit acak menggunakan 83 qubit dan 32 siklus operasi. Tugas ini melibatkan operasi kuantum acak yang menghasilkan distribusi probabilitas unik. Komputer klasik seperti El Capitan membutuhkan ribuan tahun untuk mensimulasikannya, sedangkan Zuchongzhi-3 menyelesaikannya dalam hitungan detik.

Keunggulan Teknis
Skalabilitas: Peningkatan dari 66 qubit (Zuchongzhi-2) menjadi 105 qubit memungkinkan komputasi yang lebih kompleks.

Kecepatan: Diklaim 1.000 triliun kali lebih cepat dari superkomputer El Capitan dan 1 juta kali lebih cepat dari prosesor Sycamore milik Google (53 qubit).

Entanglement: Keterikatan antar qubit memungkinkan pemrosesan paralel masif, yang tidak mungkin dilakukan komputer klasik.

Tantangan dan Batasan
Dekohorensi: Meski waktu koherensi relatif panjang (72 mikrodetik), gangguan lingkungan tetap menjadi hambatan untuk operasi berkepanjangan.

Koreksi Kesalahan: Teknologi koreksi kesalahan kuantum masih dalam pengembangan untuk memastikan akurasi komputasi skala besar.

Pendinginan: Prosesor ini memerlukan suhu mendekati -273°C untuk menjaga stabilitas qubit superkonduktor. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Perlawanan/ Eksepsi atas Dugaan Penipuan Rp5 Miliar, Tuding Dakwaan Jaksa Kabur dan Minta Hakim Bebaskan Terdakwa

6 Juli 2026 - 22:43 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

1 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Trending di Headline