Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Upacara 17 Agustusan Paling Nyeleneh: Kursi VIP di Gedung Sate untuk Petani, Nelayan, Tukang Sapu dan Rakyat Jelata

badge-check


					Dedi Mulyadi bikin kejutan lagi. Upacara 17 Agustus 2026 di gedung Sate, Bandung. Deretan kursi VIP,  diduduki oleh rakyat jelata kuli bangunan, petani, nelayan, ojol, tukang sapu. Foto: pemprovjabar.gov Perbesar

Dedi Mulyadi bikin kejutan lagi. Upacara 17 Agustus 2026 di gedung Sate, Bandung. Deretan kursi VIP, diduduki oleh rakyat jelata kuli bangunan, petani, nelayan, ojol, tukang sapu. Foto: pemprovjabar.gov

Penulis: Mayang K. Mahardhika  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, BANDUNG — Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, meninggalkan kesan yang berbeda dan menyentuh hati.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya: memberikan area VIP — barisan tempat terbaik dan paling terhormat — bukan untuk pejabat tinggi semata, melainkan untuk para pekerja biasa yang selama ini jarang disorot.

Mereka adalah petani, nelayan, pengemudi ojek online, tukang sapu, hingga pekerja bangunan.

Fakta & Data Acara

Acara Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81
Tanggal Senin, 17 Agustus 2026
Lokasi Halaman Pesanggrahan Pancarasa, Kompleks Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat
Inisiator Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

Konsep utama Area VIP khusus untuk lapisan masyarakat paling bawah — mereka yang bekerja keras membangun Jawa Barat

Tamu undangan khusus Petani, nelayan, pengemudi ojek online (ojol), tukang sapu jalanan, pekerja bangunan, pedagang kecil.

Detail Acara & Makna

Berbeda dengan upacara-upacara pada umumnya, di mana barisan depan biasanya didominasi oleh pejabat, tokoh masyarakat, dan tamu kehormatan, di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi, susunan tempat duduk diubah total.

Para pekerja harian itu duduk di barisan paling depan, berhadapan langsung dengan podium upacara, sejajar dengan para pejabat tinggi daerah dan TNI/Polri.

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menyampaikan makna mendalam di balik keputusannya tersebur.

“Kemerdekaan ini bukan milik pejabat saja. Kemerdekaan ini dibangun dan dipertahankan oleh keringat petani yang menanam padi, nelayan yang melaut ke tengah ombak, ojol yang antar penumpang di bawah hujan dan panas, kuli bangunan yang mendirikan gedung-gedung ini,” tutur Gubernur yang selalu ‘nyeleneh’ ini.

“Mereka adalah pahlawan sesungguhnya. Maka sudah sewajarnya mereka duduk di tempat paling terhormat pada hari kemerdekaan.”

Para tamu istimewa itu tampak terharu. Banyak di antara mereka yang tidak menyangka akan pernah diundang, apalagi diberi tempat khusus di barisan depan acara kenegaraan.

Satu per satu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada kelompok yang selama ini sering luput dari perhatian.

Para undangan khusus dari berbagai latar belakang pekerjaan berkumpul, dipandu panitia menuju area yang biasanya hanya untuk pejabat tinggi.

Mereka terlihat rapi mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya.

Susunan Duduk

Panitia mengarahkan mereka ke barisan paling depan, area yang ditandai khusus sebagai tempat kehormatan. Pejabat dan pejabat tinggi daerah serta pimpinan TNI/Polri duduk di sebelah mereka.

Detik-detik proklamasi dibacakan, pengibaran bendera Merah Putih dilakukan dengan khidmat.

Semua peserta berdiri tegak, menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat

Setelah upacara selesai, Gubernur Dedi Mulyadi berjalan langsung ke arah barisan para pekerja tersebut, bersalaman satu per satu, dan berbicara secara personal dengan mereka.

Dedi Mulyadi mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah: “Jangan pernah merasa lebih tinggi dari rakyat. Kita ada karena mereka. Setiap kebijakan yang kita buat harus bermuara pada kesejahteraan mereka.”

Para undangan khusus diberikan kesempatan berkeliling area Gedung Sate, menerima bingkisan kenang-kenangan, dan berfoto bersama.

Perubahan Sudut Pandang

Momen ini menjadi viral di media sosial dalam hitungan jam, dipuji luas oleh masyarakat luas.

Langkah Dedi Mulyadi ini bukan sekadar perubahan tata letak kursi.

Ia adalah simbol perubahan cara pandang pemerintahan: bahwa kemerdekaan dan pembangunan bangsa adalah hasil kerja seluruh rakyat, dari lapisan manapun mereka berasal.

Di hari ke-81 kemerdekaan RI, Jawa Barat memberikan pelajaran berharga — bahwa tempat paling terhormat di negara ini adalah milik mereka yang bekerja keras untuk negara.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pembajakan Pesawat Copilot Tikam Pilot FlyDubai ke Tel Aviv, Mendarat Darurat di Tabruk Arab Saudi

3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (64): Sejarah Gelap Phil Sang Kanibal

2 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Ponpes Al Hikmah Diwek Terbakar, Setengah Bangunan Ludes Kerugian Rp200 Juta

2 Oktober 2026 - 16:50 WIB

Akun Mr Bert: Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Dijual Rp2000, RI No.2 di Dunia Penipuan Daring

2 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Tradisi Pedang Pora Iringi Pisah Sambut Kapolres Jombang

2 Oktober 2026 - 11:56 WIB

GSJT dan Pertamina Sepakat: Pertemuan dengan BPH Migas 5 Oktober, Blokade Bubar!

2 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Denny Indrayana Maju ke MK, Ina Liem Bawa Buku ‘Gibran, Let’s the Game Begin’ dan Bukti dari Singapura

2 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Isu Aliran Dana Rp480 M di Muktamar NU Jombang, dari Potcast Gus Lilur Hingga Somasi Gus Ipul

2 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Dirjenpas Mashudi Mengundurkan Diri, Tertimpa Kasus Klaster Mewah LP Cibinong

1 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Trending di News